Peran Perempuan Masyarakat Pesisir dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Mertasinga

Authors

  • diana Djuwita Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.24235/amwal.v7i2.203

Abstract

Abstrak

 

Kekayaan laut di Indonesia sangatlah besar karena sangat kaya akan keragamannya. Kehidupan pesisir Indonesia seharusnya menjadikan para nelayan sebagai orang yang kaya karena kekayaan laut Indonesia yang melimpah. Namun kenyataannya, mereka masih berada di bawah garis kemiskinan. Selama ini peran wanita dalam keluarga nelayan belum optimal dalam membantu peningkatan ekonomi keluarga. Para wanita di Desa Mertasinga umumnya bekerja sebagai pengupas rajungan pada agen-agen kecil maupun besar. Di sisi lain, wanita juga memiliki peran dalam rumah tangga, yaitu sebagai istri dan ibu. Wanita dituntut melakukan tugas utama dalam rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, keterlibatan wanita dalam mencari nafkah menimbulkan peran ganda wanita. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarga nelayan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga, untuk mengetahui kegiatan ekonomi produktif perempuan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga dan untuk mengetahui peran perempuan masyarakat pesisir dalam meningkatkan pendapatan keluarga nelayan di Desa Mertasinga. Pada penelitian ini peneliti memilih menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di daerah pesisir memiliki kontribusi atau peran yang sangat besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kontribusi pendapatan istri tersebut dapat dilihat dari terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier keluarga. Hubungan atau relasi antara suami istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga lebih didasarkan hubungan kemitraan, sehingga keduanya dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini sesuai dengan teori keseimbangan yang menekankan pada konsep kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Pandangan ini tidak mempertentangkan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara laki-laki dan perempuan harus dapat bekerja sama untuk membangun kehidupan keluarga. Meningkatnya peran dan tugas istri sebagai pencari nafkah menimbulkan adanya kesepakatan antara suami dan istri untuk berbagi tugas dalam pekerjaan domestik.

 

Kata Kunci:  Peran Perempuan, Masyarakat Pesisir, Pendapatan, Keluarga Nelayan

 

 

 

 

 

 

 

Abstract

 

          Marine resources in Indonesia is enormous because it is very rich in its diversity. Indonesia should make the lives of coastal fishermen as rich because of abundant marine wealth Indonesia. But in reality, they are still below the poverty line. During this time the role of women in fishing families have not been optimized to help increase family income. The women Mertasinga generally work as a peeler crab on the agents of both small and large. On the other hand, women also have a role in the household, that is as a wife and mother. Women charged with a major task in the household as well as possible. Therefore, the involvement of women in a living raises the dual role of women. The purpose of this study was to determine the level of family income of fishermen in coastal communities Mertasinga, to determine the women's productive economic activities in the coastal communities Mertasinga and to determine the role of women in the coastal communities improve family income of fishermen in Mertasinga. In this study, the researchers chose to use a qualitative approach. Methods of data collection using the technique of in-depth interviews, observation, and documentation study. Technique authenticity of the source data using triangulation techniques, techniques, and time. While the analysis of data using the stages of data reduction, data presentation, and verification. The results showed that women in coastal areas have a contribution or a very big role in increasing the family income. Wife revenue contribution can be seen from the requirement for primary, secondary, tertiary and even family. Relationship or the relationship between husband and wife in meeting family needs more based partnerships, so that both can work together to improve the welfare of their families. This is consistent with the theory that emphasizes balance in the concept of partnership between men and women. This view does not polarize between men and women, but between men and women should be able to work together to build a family life. Increasing the role and duties of wives as breadwinners lead to an agreement between the husband and wife to share the task of domestic work.

 

Keywords: Role of Women, Coastal Communities, Income, Family Fisherman

 

References

Daftar Pustaka

Akbarini Utami Tri, Gumilar Iwang, dan Grandiossa Roffi. 2012. Kontribusi Ekonomi Produktif Wanita Nelayan terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan di Pangandaran Kabupaten Ciamis. Jurnal Perikanan dan Kelautan No. 3 Vol. 3 September 2012 hal 127-136 ISSN 2088-3137

Azehari, S. 1991. Analisis Situasi Wanita Di Propinsi Bengkulu. Bengkulu: Pemda Tingkat I dan PSW UNIB

Catharina Maria ASS., dkk. 2012. Laporan Kemajuan Penelitian Dana Hibah Model Kurikulum Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Ekonomi Produktif (Tahap I). Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Balitbang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta

Earl Babbie. 2004. The practice of social research (10th ed). Beltmont: Wadsworth/Thomson Learning

Idrus Muhammad. 2007. Metode Penelitian Ilmu-ilmu Sosial (Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif). Yogyakarta: UII Press

Irawan Prasetya. 2006. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Depok: DIA FISIP UI

Mubyarto. 1998. Menanggulangi Kemiskinan. Yogyakarta: Adytia Media

Nugraheni. S. Wahyu. 2012. Peran dan Potensi Wanita dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga Nelayan. Hal. 110. Journal of Educational Social Studies.

Silalahi Ulber. 2009. Metode penelitian sosial. Jakarta: PT. Refika Aditama

Soengkono. 2002. Model Pengembangan Pembangunan Ekonomi Produktif Berbasis Potensi Lokal Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara. Pusat Penelitian Lingkungan Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu

Suminar, P. 1996. Stratifikasi Gender dan Status Wanita Dalam Keluarga Suku Rejang Di Provinsi Bengkulu. Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu

Suryadi dan Idris. 2004. Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan. Hal 2. Bandung: PT. Genesindo

Widodo Slamet, Bustamam Hendri, dan Soengkono. 2011. Model Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Keluarga Nelayan Miskin melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Terpadu (Studi Keluarga Nelayan di Kecamatan Kelapa Kabupaten Bengkulu Utara). Majalah Ekonomi. Tahun XXI No.1 April 2011

http://setkab.go.id/artikel -6842-kekayaan-laut-indonesia-yang-galau.html

(Diakses tanggal 14 April 2014)

www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/32/name/jawa-barat/detail/ 3209/cirebon (Diakses tanggal 14 April 2014)

www.jabarprov.go.id/root/pdrb/PDRBKabKotaTahun20002004.xls (Diakses tanggal 14 April 2014)

www.smeru.or.id/report/field/kreditcirebon/kreditcirebon.pdf

Downloads

Published

2016-02-12

Issue

Section

Articles