Women's Empowerment through Gender-Based Academic Writing: A Participatory Action Research Study of Kohati Babel Raya
DOI:
https://doi.org/10.24235/fq8w0w48Keywords:
Women’s Empowerment; Gender-Based Writing; Women’s Literacy.Abstract
Women continue to experience limited social space and the persistence of patriarchal dominance in various aspects of life. These conditions highlight the need for empowerment initiatives that promote independence and critical awareness among women. Korps HMI-Wati (KOHATI) Babel Raya, as a semi-autonomous body of Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), plays a strategic role in strengthening women’s intellectual capacity through literacy initiatives and gender-based writing training. Empowering women through writing activities positions them not only as recipients of knowledge but also as producers of knowledge and agents of social change. This community service program aims to empower women through gender-based scientific and non-scientific writing activities within KOHATI Babel Raya. The study employs a qualitative approach based on Participatory Action Research (PAR), emphasizing active participation and collaboration between researchers and participants throughout the empowerment process. The mentoring activities include literacy-strengthening, writing workshops, and guided practice in producing written work. The results indicate that writing can serve as an effective medium for women’s empowerment. The program successfully enhanced participants’ awareness of gender issues and their writing skills. As an output, participants produced a non-scientific publication, a gender-based short-story anthology authored by KOHATI Babel Raya members, which has been published with an ISBN.
References
Afandi, A. (2013). Modul Participatory Action Research (PAR). Surabaya: Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN Sunan Ampel.
Adilia, D., & Mustika, M. (2021). Pandangan anggota Korps HMI-Wati Surabaya tentang perempuan berdaya. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 9(1), 61–75.
Alfian, R. (2026). Pengantar Gender dan Feminisme. Yogyakarta: Garudawacana.
Baroroh, K. (2011). Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan life skill oleh LSM. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 5(1), 1–15.
Chotim, E. E. (2022). Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia: Keinginan dan keniscayaan pendekatan pragmatis.
Hilman, F. A., Nurlatifah, D. A., & Sumpena, D. (2020). Proses pemberdayaan perempuan pada program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies, 1(1), 35–45.
KOHATI PB HMI. (2008). Profile KOHATI.
Mahfiroh, N. A., Y, C., & Khoiron. (2021). Sekolah perempuan desa: Studi pemberdayaan perempuan di Desa Sumberejo Kota Batu. Jurnal Respon Publik, 15(4), 60–66.
Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nikmah, L. (2016). Implementasi pemberdayaan perempuan melalui kelompok gender di PKBM Candi Rejo (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta).
Nuriyah. (2015). Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan di Panti Sosial Karya Wanita Yogyakarta (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta).
Pradita, S. M. (2020). Sejarah pergerakan perempuan Indonesia abad 19–20: Tinjauan historis peran perempuan dalam pendidikan bangsa. Chronologia: Journal of History Education, 2(2), 11–24.
Raharto, E. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui usaha batik tulis berbasis pesantren. Jurnal Syntax Enlightenment, 5(2), 115–128.
Sari, I. D. O., dkk. (2023). Program pemberdayaan perempuan di Indonesia: Systematic Literature Review. Kafa’ah Journal, 13(1), 44–58.
Saugi, W., & Sumarno. (2015). Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal dengan pendekatan Participatory Action Research. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 226–238.
Siregar, R., & Rosramadhana. (2021). Gerakan responsif gender organisasi perempuan HAPSARI pada masa pandemi Covid-19. Buddayah: Jurnal Pendidikan Antropologi, 3(2), 112–121.
Soedjadi, R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sudirman, D., S, C., D, V., & P, N. (2013). Mahasiswa berbasis Participatory Action Research sebagai upaya mewujudkan kepedulian sosial. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 709–718.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulaiman, R., Amrullah, Anwar, M. R., & Kusniati, E. (2021). Varian Gerakan dan Organisasi Keagamaan: Kajian Teoretis dan Fakta Empiris di Bangka Belitung. Bangka: Madania Center Press.
Suasridewi, D. G., dkk. (2022). Dampak pemberdayaan perempuan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. Description: Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 87–101.
Susanti, L. D., dkk. (2022). Literasi digital perempuan melalui kelompok Dasa Wisma di Banyuwangi. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 155–167.
Sutisna, A. (2013). Pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender melalui layanan pendidikan masyarakat pada pusat kegiatan belajar masyarakat. Cakrawala Pendidikan, 32(3), 470–479.
Sutopo, D. S. (2016). Tindakan komunikatif dalam model pemberdayaan wanita pada sekolah perempuan desa Kota Batu Jawa Timur. Palastren, 9(1), 99–118.
Trinkenreich, B., dkk. (2021). Women’s participation in knowledge production and digital communities. arXiv Preprint.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 pebri pebri, Aisyah Pratiwi, Endang Kusniati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







