POTRET RESIPROSITAS TRADISI NYUMBANG PADA PEREMPUAN PERDESAAN DI DESA KALIPAIT BANYUWANGI
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v4i1.10892Abstract
Dalam kehidupan masyarakat perdesaan Jawa tidak bisa dilepaskan dari serangkaian tradisi, budaya yang berkaitan dengan siklus daur hidup manusia, salah satunya tradisi nyumbang. Nyumbang merupakan wujud solidaritas sosial dimaksudkan untuk membantu meringankan beban orang yang menggelar hajatan, mengandung nilai resiprositas. Hubungan timbal balik berlangsung terus menerus seiring perkembangan zaman, namun terdapat pergeseran yang membuat tradisi nyumbang berubah. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma konstruktivis dan mengambil setting lokasi sub budaya di Desa Kalipait. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif meliputi, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tradisi nyumbang masih memiliki kekuatan sebagai pranata reprositas. Tradisi nyumbang dilaksanakan terkait siklus kehidupan manusia (kelahiran, perkembangan, kematian). Baik penyumbang laki maupun perempuan memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat.References
Dewi, Puspa. (2015). Tradisi Rewang Dalam Adat Perkawinan Komunitas Jawa Di
Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Jurnal Fisip,
Vol 2 (2), 1-15.
Hidayat, Dedy N. 2013. Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik.
Jakarta:
Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
Mauss, Marcell. (1992). Pemberian: Bentuk dan Fungsi Pertukaran di Masyarakat
Kuno. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Neuman, William Lawrence. 2013. Social Research Methods: Qualitative and
quantitative Approaches. Pearson Education
Patton, Michael Quinn. 2012. Qualitative Research and Evaluation Methods.
Thousand Oaks. Sage Publications. Inc. California.
Prasetyo, Yanu Endar. (2010). Mengenal Tradisi Bangsa. Yogyakarta: Imu
Purnamasari, Novita. (2000). Upacara Tradisi Perkawinan Jawa dan Perubahan
Bentuk Sumbangan di Yogyakarta (Studi Kasus pada Upacara Perkawinan
Keluarga Alm. Moelyono dan Keluarga Bambang Sutrisno). Yogyakarta: Fakultas
Sastra Universitas Gajah Mada.
Scott, James. (1981). Moral Ekonomi Petani. Jakarta: LP3ES.
Suryana, Adhitya, Hendrastomo. (2017). Pemaknaan Tradisi Nyumbang Dalam
Pernikahan di Masyarakat Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
Jurnal Pendidikan Sosiologi. Vol 6(8), 15-25
Saputri, E. D., & Ashari, M. H. (2019). Tradisi Buwuh Dalam Perspektif Akuntansi
Piutang dan Hibah di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Prive, 2(1), 16–25.
Sardjuningsih. (2012). the Tradition of Buwuhan : Between Social Cohesion , Alms ,
and Commercialization. Empirisma, 29(4), 53–62.
Suyanto, E. (2017). Etika Moral Perempuan Desa Dalam Tradisi Nyumbang Di Tengah
Monetisasi. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Paper “Pengembangan
Sumber Daya Perdesaan Dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VII,†7(1), 141–159.
Retrieved from
http://jurnal.lppm.unsoed.ac.id/ojs/index.php/Prosiding/article/view/364
Tamara, T., Waluyati, S. A., & Kurnisar. (2018). Faktor penyebab perubahan tradisi
mbecek ( nyumbang ) di desa beringin jaya kecamatan mesuji makmur kabupaten
ogan komering ilir. Jurnal Bhineka Tunggal Ika, 5(1), 101–111.
Turama, A. R. (2018). Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons. Jurnal
Univerisitas Sriwijaya, 58–69.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).