Kesetaraan Gender: Perempuan Perspektif Sufisme Jalaluddin Rumi
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v4i1.10893Abstract
Dalam literatur tasawuf, manusia baik laki-laki maupun perempuan mempunyai peluang yang setara dalam kesempatan memperoleh maqamat dan ahwal guna menggapai sufi sejati. Dalam pandangan sufisme perempuan memiliki keterlibatan sebagai entitas yang aktif menikmati pengalaman religius intensif dan paling bermakna. Seorang penyair sufi tersebar dalam sejarah yakni Jalaluddin Rumi memberikan interpretasi tentang manusia bahwasanya dalam kacamata tasawuf manusia memiliki jangkauan yang sangat luas di luar fisik. Rumi yang dikenal sebagai seorang sufi yang hamunis, toleran, dan yang selalu menebar buih-buih cinta dalam karya-karyanya dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian manusia memiliki pandangan khusus tentang perempuan. Selalu ada ruang bagi perempuan di setiap karya syairnya. Hal ini menunjukan bahwa perempuan di matanya memiliki nilai yang istimewa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) untuk menelusuri suatu data dan informasi tentang pemikiran maupun yang relevan dengan kajian judul. Hasil kajian ini, ialah membaca pemikiran seorang jalaluddin rumi tentang gender yakni perempuan dalam perspektif sufisme.References
Abduh, M. A. (2017). Tasawuf Gender. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 2(2), 198.
https://doi.org/10.24014/af.v2i2.3730
Abid, M. N. (2021). Pendidikan Cinta Ala Jalaludin Rumi. Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan
Dan Sosial Kemasyarakatan, 6(1).
Abul Hasan An-Nadwi, M. A. B. (1990). Jalaluddin Rumi sufi penyair terbesar. Pustaka Firdaus.
Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Pustaka Pelajar.
Andriyani, C. (2017). Jejak Langkah Sang Sufi Jalaluddin Rumi. Anak Hebat Indonesia.
Anshori, M. A. (2015). Perempuan: Perspektif Filsafat, Tasawuf Dan Fiqih. Al-Adyan Jurnal
Studi Lintas Agama, 10(1), 1–18.
https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1419
Assya Octafany. (2021). Konsep Mahabbah Jalaluddin Rumi. Refleksi Jurnal Filsafat Dan
Pemikiran Islam, 22(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/ref.2020.2002-06
Dadang S. Anshori. (1997). Membincangkan Feminisme: Refleksi Muslimah atas Peran Sosial
Kaum Wanita. Pustaka Hidayah.
Faisol, M. (2011). Hermeneutika Gender: Perempuan dalam Tafsir Bahr Al-Muhith. UIN Malang
Press.
Fakih, D. M. (2013). Analisis Gender dan Tran sformasi Sosial. Pustaka Pelajar.
Fateh, K. A. (2010). Membersihkan Nama Ibnu al-‘Arabi, Kajian Komprehensif Tasawuf Rasullah.
Fattah Arbah.
Febriani, N. A. (2014). Ekologi Berwawasan Gender dalam Perspektif Al-Qur‟an. Mizan.
Fitriyah, F. (2021). Analysis of Language Style In Poetry “Cinta Dalam Kefanaan†Rumi (A
Semiotics Approach). Jurnal Ilmiah Bina Bahasa, 14(02), 34–43.
https://doi.org/https://doi.org/10.33557/binabahasa.v14i01.1325
Hajam, -. (2019). Islam and Gender In The Perspective of Nurcholish Madjid. Atlantis Press,
(Icclas 2018), 236–240. https://doi.org/10.2991/icclas-18.2019.60
Hajriansyah, H. (2016). Pengalaman Beragama Sufi Jalaluddin Rumi Dalam Perspektif
Psikologi. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 14(1), 49.
https://doi.org/10.18592/jiu.v14i1.684
JA, D. (2019). The Religion of Love: Jalaluddin Rumi in Memes A Life Reflection in the Era of
Internet Culture. Cerah Budaya Indonesia.
Jalál al-Dīn Rūmī (Maulana) trj. Anand Krishna. (2002). Masnawi bersama Jalaluddin Rumi
menggapai langit biru tak berbingkai. Gramedia Pustaka Utama.
Jannah, M. (2020). Teologi Sufi Kajian Atas Mistisisme Cinta Jalaluddin Rumi. Jurnal AlAqidah, 12(2), 37–52. https://doi.org/10.15548/ja.v12i2.2271
M. Maulana Marsudi. (2017). Tasawuf Jalaluddin Ar-Rumi Perspektif Annemarie Schimmel.
Al-Hikmah, 3(1), 49–70. http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/Ah/article/view/410
Mahadewi, N. M. A. S. (2019). Perempuan Pecinta Alam Sebagai Wujud Ekofeminisme. Junal
Ilmiah Widya Sosiopolitika, 1(1), 36–45.
Mahendra, R. A. (2014). Makna Simbolik Gerakan Tarian Sufi Turki Jalaludin Rumi (1203-
M): Analisis Semiotika Charles Sander Pierce. Jurnal CMES, 7(1), 23–29.
https://doi.org/https://doi.org/10.20961/cmes.7.1.15330
Mulia, S. M. (2003). Keadilan Kesetaraan Gender Perspektif Islam. LKA.
Murata, S. (1996). The Tao of Islam kitab rujukan tentang relasi gender dalam kosmologi dan teologi
Islam. Mizan.
Nurbaethy, A. (2019). Esensi Manusia dalam Pemikiran Jalaluddin Rumi. Aqidah: Jurnal Ilmu
Aqidah, V(1), 90–104. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/aqidahta.v5i1.10033
Ratna Megawangi. (1999). Membiarkan Berbeda?: Sudut Pandang Baru tentang Relasi Gender.
Mizan.
Ruddatin, H. S. (2003). Ekspresi Ekstase dalam Sufisme. Putra Langit.
Rumi, J. (2014). Nyayian Seruling Bambu dan Jalan Tasawuf: Puisi-puisi Jalaluddin Rumi. Sega
Arsy.
Sachiko Murata. (2003). Kearifan Sufi dari Cina. Mizan.
Schimmel, A. (1975). Mistical Dimension of Islam. The University of Nort Carolina Press.
Shcimmel, A. (2016). My Soul is A Women. Mizan.
Sugihastuti dan Siti Hariti Sastriyani. (2007). Glosarium Seks dan Gender. Carasvati Books.
Sumanta. (2021). Konsep Perempuan Dalam Perspektif Tasawuf Dan Filsafat. Equalita: Jurnal
Studi Gender Dan Anak, 3(2). https://doi.org/10.24235/equalita.v3i2.9843
Tong, R. (2004). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran
Feminis. Jalasutra.
Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur'an. Paramadina.
Wulan, T. R. (2007). Ekofeminisme Transformatif Alternatif Kritis Mendekonstruksi Relasi
Perempuan dan Lingkungan. Solidarity: Jurnal Sosisologi Pedesaaan, 01(01), 105–130.
http://jurnal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/view/5935
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).