Konseling Berbasis Husnudzon untuk Meningkatkan Resiliensi pada Remaja Korban Kekerasan Seksual : Studi Deskriptif terhadap Remaja
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v4i1.10898Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konseling berbasis husnudzon dalam meningkatkan resiliensi remaja korban kekerasan seksual dan mengetahui gambaran dinamika psikologis remaja korban kekerasan seksual, serta faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya resiliensi pada remaja korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan studi deskriptif dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian ini pun memberikan gagasan intervensi berupa konseling berbasis husnudzon. Reseponden pada penelitian ini adalah dua remaja yang mengalami kekerasan seksual. Hasil dari penelitian yang dilakukan, didapat bahwa konseling berbasis husnudzon mampu meningkatkan resiliensi korban kekerasan seksual dan didapat pula gambaran mengenai dinamika psikologis remaja korban kekerasan seksual. Selain itu didapat faktor yang melatarbelakangi terjadinya resiliensi, diantaranya: dukungan sosial, perilaku mencari bantuan, berpikir positif terhadap diri menjadi faktor terbesar terbentuknya resiliensi pada penelitian ini.References
Ali, M. & Asrori, M. (2011). Psikologi Remaja - Perkembangan Pesera Didik. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Alvina, S., & Dewi, F. I. (2016). Pengaruh harga diri dan dukungan sosial terhadap resiliensi
mahasiswa dengan pengalaman bullying di perguruan tinggi. Jurnal psikologi
psibernetika, 9 (2), hlm. 156-162.
Arsyati, M. A., Pratomo, H., Ismail, I., Prasetyo, S., & Damayanti, R. (2017). Pengembangan
media cetak pendidikan pencegahan kekerasan seksual balita di kota bogor. Jurnal
kesehatan masyarakat, 5 (1), hlm. 60-72.
Astuti, C.S.W., Pramukti, I., & Widianti, E (2021). Factors Related to Psychological HelpSeeking Behavior among First-Year College Students. Jurnal Pendidikan Keperawatan
Indonesia. 7(2), p. 164-171.
Brackenreed, D. (2013). Resilience and risk. International Education Studies, 3(3), 111-121.
Claudia, F., & Sudarji, S. (2018). Sumber-sumber resiliensi pada remaja korban perundungan
di SMK Negeri X Jakarta. Jurnal psibernetika, 11 (2), hlm. 101-114.
Gunawan, I. (2017). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi aksara.
Huang, Y., Wu, R., Wu, J., Yang, Q., Zheng, S., & Wu, K. (2020). Psychological resilience,
selfacceptance, perceived social support and their associations with mental health of
incarcerated offenders in China. Asian Journal of Psychiatry, 52(102166). doi:
1016/j.ajp.2020.102166
Izaaturrohmah, & Khaerani, N. M. (2018). Peningkatan resiliensi perempuan korban
pelecehan seksual melalui pelatihan regulasi emosi. Jurnal penelitian psikologi, 3 (1), hlm.
-140.
Jackson, R., & Watkin, C. (2004). The Resilience Inventory: Seven Essential Skills for
Overcoming Life's Obstacles and Determining Happiness. Selection and Development
Review , 20 (6), 14.
Raco, J. (2010). Metode penelitian kualitatif, karakteristik dan keunggulannya. Jakarta: Grasindo.
Rickwood, D., Deane, F. P., Wilson, C. J., & Ciarrochi, J. V. (2005). Young people’s helpseeking for mental health problems. Australian e-Journal for the Advancement of Mental
Health, 4, 1–34. https://doi.org/ 10.5172/jamh.4.3.218
Reivich, K & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skill for overcoming life’s inevitable
obstacle. New York: Broadway Books.
Rusydi, A. (2012). Husn Al-Zhann: Konsep berfikir positif dalam perspektif Psikologi Islam
dan manfaatnya bagi kesehatan mental. Proyeksi, 1-31.
Tim Perancangan RUU TPKS. (2017). Rancangan Undang Undang Tentang Penghapusan
Kekerasan Seksual. RJ2-20170201-043128-3029.pdf (dpr.go.id)
Troy, A. S., & Mauss, I. B. (2001). Resilience in the face of stress: emotion regulation as a
protective factor. In S. M. Southwick, B. T Litz, D., Charmey
Utami, C. T. & Helmi, A. F. (2017). Self-Efficacy dan Resiliensi : Sebuah Tinjauan MetaAnalysis. Jurnal UGM Buletin Psikologi, 25 (1), hlm. 54-65.
Yudha, I. N., & Tobing, D. H. (2017). Dinamika memaafkan pada korban pelecehan seksual.
Jurnal Psikologi Udayana, 4 (2), hlm. 435-477
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).