PERANAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TARI TOPENG CIREBON GAYA SLANGIT DI DESA SLANGIT KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v4i2.12900Abstract
Peranan perempuan dalam pelestarian tari topeng cirebon gaya slangit sangat penting, di tengah arus kebudayaan pada era globalisasi ancaman kepunahan menjadi nyata bagi keberlangsungan eksistensi tari topeng cirebon gaya slangit sehingga diperlukan upaya pelestarian seperti perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan perempuan dalam melestarikan kesenian tari topeng cirebon gaya slangit pada saat pandangan streotip, marginalisasi dan deskriminasi terhadap perempuan terkonstruk di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui observasi secara langsung dan interview atau wawancara secara mendalam kepada pihak terkait seperti, ketua organisasi ke-perempuanan yang ada di desa Slangit, kepala desa, pemilik sanggar dan masyarakat sekitar. Peranan perempuan dalam upaya pelestarian tari topeng cirebon gaya slangit harus diapresiasi oleh masyarakat dengan melalui kesadaran kolektif bahwa perempuan merupakan bagian dari struktur masyarakat yang sama pentingnya dengan laki-laki, sehingga konstruk sosial yang menjadikan perempuan sebagai makhluk kelas dua setelah laki-laki hilang dalam mindset masyarakat secara luas.
Kata kunci: Perempuan, Pelestarian, Tari.
References
Arifin Noer Riza, Globalisasi, Digital Journal Al-Manar, Edisi:1, Tahun 2004, hlm.1.
Arifin Putra Hafidz Politik Hukum Perlindungan Cagar Budaya di Indonesia, Dialogia Iuridica: Universitas Kristen maranatha, Vol.10, tahun 2018, hlm.66
dan Joorie M Ruru, Florence Daicy J.Lengkong, dan Syarron Brigette Lantaeda, Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Penyusunan RPJMD Kota Tmohon, Jurnal Admiinistrasi Publik, Vol.04, N0.048, hlm.2.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke Dua, Balai Putaka, tahun 2003, hlm.473.
Harvey Penelope, “Feminisme dan Antropologiâ€, dalam Stevie Jackson dan Jackie Jones, Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer, terj. Tim Penerjemah Jalasutra, Yogyakarta: Jalasutra, 2009, hal.140..
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu antropologi, Jakarta: Rineka Cipta, tahun 2013, hlm.298-299.
Lasmiyati, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Tari Topeng Cirebon Abad XV-XX, Junal Patanjala, Vol.03, No.03, September 2011.hlm.2.
Moleong J. Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996, hlm.3.
Mulyana Deddy, Metode Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainya, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013, hlm.145
Nunung Nurasih dan Kiki Rohmani, Tari Topeng Cirebon Gaya Slangit Konsep Gubahan Penyajian tari, Jurnal Seni Malakangan, ISBI Bandung, Tahun 2019.
Sedyawati Edi, Kebudayaan di Nusantara, dari Keris, Tor-tor Sampai Indsutri Kebudayaan. Komunitas Bambu: Depok, Tahun 2014, hlm.73.
Soekanto Soerjono, Teori Peranan, Bumi Aksara: Jakarta, tahun 2002, hlm. 234
Utami Asrih dan Fifit Fitriyah Rosiana, Makna Simbolik Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit Cirebon, Jurnal Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tahun 2021.
W.J.S Poerdarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka:Jakarta, tahun 2002, hlm.125
Yenny salim dan Peter salim, Kamus Besar Indonesia Kontemporer, Modern English Press: Jakarta, tahun 2002, hlm.928.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).