PENERAPAN KONSELING REBT UNTUK MENINGKATKAN HARDINESS PENYINTAS HIV/AIDS
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v4i2.12933Abstract
HIV merupakan penyakit menular yang sangat destruktif dan mematikan, bahkan sampai saat ini belum ada penelitian medis yang dapat menciptakan antibiotik yang dapat digunakan sebagai pertahanan diri tubuh manusia dari serangan virus HIV. Kondisi ini membuat penyintas yang terdiagnosis terjangkit HIV mengalami dua dampak, yakni dampak medis dan dampak psikologis membuat penyintas (ODHA) mengalami penurunan tingkat Hardiness. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling REBT dalam meningkatkan hardiness penyintas dan mengetahui gambaran dinamika psikologis penyintas serta faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya peningkatan hardiness pada penyintas HIV, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan studi deskriptif dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian ini pun memberikan intervensi berupa konseling REBT. Reseponden pada penelitian ini adalah dua penyintas (ODHA). Hasil dari penelitian yang dilakukan, didapat bahwa konseling REBT mampu meningkatkan hardiness penyintas (ODHA) dan didapat pula gambaran mengenai dinamika psikologis penyintas (ODHA). Selain itu didapat faktor yang melatarbelakangi terjadinya hardiness yaitu pengetahuan akan penyakit, perilaku mencintai diri, dukungan sosial, dan spiritualitas.
Kata Kunci: penyintas HIV/AIDS; hardiness; konseling REBT
References
Abdussamad, H. Z., & SIK, M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Astindari, & Lumintang, H. (2014). Cara Penularan HIV & AIDS Di Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, 26(1).
Agustin, I. M., Prasuci, S., & Sawiji. (2021). Hubungan Depresi Dengan Kualitas Tidur Pada Orang Dengan HIV-AIDS Di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3).
Bastomi, H. (2018). Konseling Rational Emotif Behaviour Theraphy (Rebt)-Islami (Sebuah Pendekatan Integrasi Keilmuan). Journal of Guidance and Counseling, 2(2).
Dewi, N. P., Rafidah, & Yuliastuti, E. (2022). Studi Literatur Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Wanita Usia Subur (WUS). Jurnal Inovasi Penelitian, 3(1).
Hartati, S., & Rahman, K. I. (2017). Konsep Pendekatan Rational Emotive Behaviour Theraphy (REBT) Berbasis Islam Untuk Membangun Perilaku Etis Siswa. Jurnal Genta Mulia, VIII(2).
Hidayanti, E. (2018). Implementasi Bimbingan dan Konseling Untuk Meningkatkan Self Esteem Pasien Penyakit Terminal di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) RSUP dr. Karyadi Semarang. Jurnal Ilmu Dakwah, 38(1).
Husna, R. A. (2021, Oktober 20). Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Diambil kembali dari Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): https://www.materikonseling.com/2021/10/pendekatan-konseling-rational-emotive.html
Irmansyah. (2020, 01 23). Bahaya HIV AIDS Bagi Tubuh Penderitanya. Diambil kembali dari Bahaya HIV AIDS Bagi Tubuh Penderitanya: https://bbppksmakassar.kemensos.go.id/Berita/topic/56#:~:text=HIV%20AIDS%20telah%20menjadi%20penyakit,kekebalan%20tubuh%20yang%20lebih%20lemah
Kobasa, S.C. (1979). Stressful Life Event Personality and Health: An Inquiry Into Hardiness. Journal of Personality and Social Psychology, 37, 1-11
Kota Cirebon, K. P. (2022, 01 17). Mengenal HIV-AIDS. Diambil kembali dari Mengenal HIV-AIDS: https://kpa.cirebonkota.go.id/docs/mengenal-hiv-aids/
Latifa, A., & Purwaningsih, S. S. (2011). Peran Masyarakat Madani Dalam Mengurangi Stigma dan Diskriminasi Terhadap Penderita HIV & AIDS. Jurnal Kependudukan Indonesia, VI(2).
Limalvin, N. P., Putri, W. C., & Sari, K. A. (2020). Gambaran dampak psikologis, sosial dan ekonomi pada ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar. Jurnal Intisari Medis, 11(1), 81-91.
Makarim, F. R. (2019, September 05). Ini 4 Penularan HIV dan Tips Mencegahnya. Diambil kembali dari Ini 4 Penularan HIV dan Tips Mencegahnya: https://www.halodoc.com/artikel/ini-4-penularan-hiv-dan-tips-mencegahnya
Marlinda, Y., & Azinar, M. (2017). Perilaku Pencegahan Penularan Hiv/Aids. Jurnal Of Health Of Education, 2, 194.
Marlinda, Y., & Azinar, M. (2017). Perilaku Pencegahan Penularan Hiv/Aids. Jurnal Of Health Of Education, 2, 194.
Marlina, Ningsih, Y. T., Fikry, Z., & Fransiska, D. R. (2021). Panduan Pelaksanaan REBT Berbasis Bisindo.
Maryam, S. (2017). Strategi Coping: Teori Dan Sumberdayanya. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 101-107.
Musradinur. (2016). Stress dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi. Jurnal Edukasi, 2(2).
Nelson, Richard, Jones. (2001). Theory and Practice of Counseling and Therapy third
edition. London & New York: Continuum
Moleong. (2005). Data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara secara dan pengamatan secara mendalam kepada para informannya. 1.
Nugrahani, F., & Hum, M. (2014). Metode penelitian kualitatif. Solo: Cakra Books, 1(1), 3-4.
Nuzzillah, N. A., & Sukendra, D. M. (2017). Analisis Pengetahuan dan Sikap Narapidana Kasus Narkoba Terhadap Perilaku Beresiko Penularan HIV/AIDS. Jurnal of Health Education, 2(1).
Olivia, D. O. (2014). Kepribadian Hardiness Dengan Prestasi Kerja Pada Karyawan Bank. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 02(01).
PMK, K. (2020, Maret 07). Menuju Indonesia Bebas AIDS 2030. Diambil kembali dari Menuju Indonesia Bebas AIDS 2030: https://www.kemenkopmk.go.id/menuju-indonesia-bebas-aids-2030
Permatasari, J., Almasdy, D., & Raveinal. (2017). Pengaruh Konseling Farmasis Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien HIV/AIDS di Poliklinik VCT RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(2), 178-185.
Pittara. (2021, Oktober 25). Pengobatan HIV dan AIDS. Diambil kembali dari Pengobatan HIV dan AIDS: https://www.alodokter.com/hiv-aids/pengobatan
Putra, A., & Fitria, Y. (2020). Rational Emotive Behaviour Theraphy (REBT) Dalam Menangani Kecemasan Pasien Pra Operasi Getah Bening Di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal At-Taujih, 3(2).
Raco, J. (2010). Metode penelitian kualitatif, karakteristik dan keunggulannya. Jakarta: Grasindo.
Rahmadania, S. R. (2021, Desember 24). 12 Tanda Orang Terinfeksi HIV, Kelelahan Hingga Demam. Diambil kembali dari 12 Tanda Orang Terinfeksi HIV, Kelelahan Hingga Demam: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5868380/12-tanda-orang-terinfeksi-hiv-kelelahan-hingga-demam
Riadi, M. (2021, Oktober 05). Ketangguhan (Hardiness) - Pengertian, Aspek, Fungsi dan Ciri-ciri. Diambil kembali dari Ketangguhan (Hardiness) - Pengertian, Aspek, Fungsi dan Ciri-ciri: https://www.kajianpustaka.com/2021/10/ketangguhan-hardiness.html
Saluhiyah, Z., Musthofa, S. B., & Widjanarko, B. (2015, Mei). Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan Hiv/Aids. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(4), 334.
Sugiharti, Handayani, R. S., Lestary, H., & Susyanti, A. L. (2019). Stigma dan Diskriminasi Pada Anak dengan HIV AIDS (ADHA) di Sepuluh Kabupaten/Kota di Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 153-161.
Yanti, M. L., & Saputra, M. S. (2018). Penerapan Pendakatan REBT (Rational Emotive Behavour Theraphy) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Fokus, 1(6).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).