Upaya Pemenuhan Hak Anak Melalui Pencegahan Fatherless
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v5i1.13258Abstract
Fatherless tidak bisa dianggap masalah sepele. Fatherless memberi dampak negatif bagi anak. dampak negatif tersebut nantinya dapat mempengaruhi kepribadian anak, tingkah laku dan perspektifnya terhadap peran ayah. anak dengan fatherless cenderung berpotensi melakukan kenakalan remaja dan memiliki pandangan buruk tentang peran ayah bagi anak. Sidak semua kasus fatherless bermula dari perceraian, perilaku kriminal yang dilakukan ayah atau single mom karena hamil diluar nikah. Sebagian fatherless juga terjadi karena meninggalnya sang ayah. namun dari keduanya cenderung menghasilkan pertumbuhan karater yangberbeda pada anak. atas keprihatinan pada fatherless, penulis ingin meneliti mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fatherless. Penulis memilih teori kemitraan gender untuk mengungkap fungsi seimbang yang mestinya dibangun dalam keluarga dalam melaksanakan peran masing-masing anggote keluarga. Hak anak menjadi perhatian dalam masalah ini. Penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa fatherless dapat dicegah melalui penguatan peran ayah bagi anaknya. Diperlukan sosialisasi untuk menguatkan kesadaran ayah terhadap kewajibannya untuk turut berperan aktif dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikis.References
Ahmad, Hariadi. (2021). Hubungan Kestabilan Emosi dengan Kontrol Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama, Jurnal Realita dan Bimbingan Konseling 6(2), 1357.
Alfasma, Wildah dkk. (2022). Loneliness dan Perilaku Agresi Pada Remaja Fatherless. Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi 3(1), 41.
Amalia, Dian Risky dkk. (2022). Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Masa Pandemi Pada Keluarga Wanita Karir (Perspektif Gender, Pendidikan dan Psikologi), YINYANG: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak 17(2), 243.
Ananda, Kartika dkk. (2022). Pemenuhan Hak Anak dalam Keluarga Nelayan Keramba di Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya, Jurnal Sosiologi 5(1), 20.
Aziz, Rahmat dkk. (2021). Membangun Keluarga Harmonis Melalui Cinta dan Spiritualitas pada pasangan Suami Isteri di Provinsi Jawa Timur, Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen 14(2), 130.
Bushlen, Eric. (2018). My Brother’s Keeper: Trancedent Leadership Lessons Learned from an Inner -City Program for Fatherless Adolecents Boy, Journal of Leadership Education 17(13), 1-25.
Butar, Nisa Aulia Butar, Abdul Rahman Sofyan, Zulkarnaen Guchi. (2022). Metode Pendidikan Dalam Pembentukan Mental Anak di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jalan Adi Negoro No. 2 Medan, Jurnal Taushiah 12(1), 48.
Dasalinda, Dwi dan Yeni Karneli. (2022). Hubungan Fatherless dengan Penyesuaian Sosial Remaja Implementasi Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah, Counsenesia, 2(2), 100.
Farauk, Umar. (2022). Persepsi Anak Yatim terhadap Figur Seorang Ayah dalam Mengemban Tanggung Jawab di Tamberu Barat Sokobanah Sampang, El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam 1(2), 10.
Fitroh, Diti Fadjryana. (2014). Dampak Fatherless Terhadap Prestasi Belajar Anak, Jurnal PG-PAUD Trunojoyo 1(2), 86.
Freeks, Fazel Ebrihiam. Transforming Fatherless Children Trought Faith as a Streght Perspective: Challenging Father – Absence as a Social ill in South African Society, Pharos Jurnal of Theology, 1-13.
Juanda, Idham. (2022). Peran Orang Tua dalam Membiasakan Pengalaman Ibadah Shalat Anak, Jurnal Kajian Pendidikan Islam 1(1), 108.
Karlina, Lilis. (2020). Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja, Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 153.
Munijat, Siti Maryam. (2017). Pengaruh Fatherless Terhadap Karakter Anak dalam Perspektif Islam, Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam 2(1), 109.
Ni’ami, Mutimatun. (2021). Fatherless dan Potensi Cyberporn pada Remaja, Pociding: Conference on Law and Social Studies Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun, 1-13.
Onuegbu, Martina Chileno dkk. (2022). Empowerment of The Fatherless Girl Child: A Way Forward for Human Capital Sustainable Development of Africa, The International Journal of Humanities and Soicial Studies 10(3), 114-120.
Puspitawati, Herien. (2018). Pengantar Studi Keluarga. IPB Press. 260.
Rahmat, Hayatul Khairul dan Desi Alawiyah. (2020). Konseling Traumatik: Sebuah Strategi Guna Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam, Jurnal MImbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani 6(1), 40.
Sowers, John. (2010). Fatherless Generation, Zonderfan. 105.
Stolz, Rosali. (2021). Fatherless Children and Listening Spirits: Measuring Kinship in Ritual in Northern Laos, Social Analysis: The International Journal of Antrhopology 65 (4),151-169.
Tyas, D.C, Hak dan Kewajiban Anak, (Semarang: Alprin, 2019), 3-4.
Wijayati, Fitri, Titin Nasir, Indriono Hadi dan Akhmad. (2020). Faktor -Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Harga Diri Rendah Pasien Gangguan Jiwa, HIJP: Healt Information Jurnal Peelitian 12(2), 226.
Saukah, Ali dan Waseso, M.G. (2000). Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. UM Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).