Analisis Peran Gender dalam Acara Clash Of Champions Ruangguru: Perspektif Kesetaraan dan Partisipasi dalam Meraih Prestasi
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v7i2.18651Abstract
ABSTRAK: Permasalahan kesetaraan gender di Indonesia masih terus diperjuangkan hingga saat ini agar perempuan mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki dalam berbagai hal, seperti pendidikan, pekerjaan, dan hak-hak lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis terkait kesetaraan gender pada video Clash of Champions yang diselenggarakan oleh Ruangguru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan tiga teknik yaitu analisis konten, studi pustaka, dan menitik beratkan pada tinjauan semiotika dengan model Charles Sanders Pierce yang terdiri dari: tanda, objek, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui aplikasi Ruangguru, siapa saja bisa mendapatkan kesempatan belajar untuk bisa masuk pada perguruan tinggi tanpa memandang jenis kelamin. Dalam hal ini juga membuktikan, bahwa perempuan memiliki kesetaraan dalam bersaing untuk meraih prestasi dan kesuksesan. Tentunya, dalam tayangan episode pertama Clash of Champions peserta secara setara bersaing secara sehat untuk mencapai prestasi dalam hal pendidikan.
Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Ruang Guru, Semiotika, Kompetisi
ABSTRACT: The issue of gender equality in Indonesia continues to be fought for to this day, ensuring that women have equal rights with men in various matters, such as education, employment, and other rights. The aim of this research is to analyze gender equality in the Clash of Champions video organized by Ruangguru. This research uses a descriptive qualitative method that employs three techniques: content analysis, literature study, and a focus on semiotic review using the Charles Sanders Pierce model, which consists of: signs, objects, and interpretation. The research results show that through the Ruangguru application, anyone can get the opportunity to learn to enter higher education regardless of gender. In this case it proves that women have equality in competing to achieve achievement and success, in first episode broadcast of Clash of Champions, participants compete equally in a fair manner to achieve educational achievement.
Keywords: Gender Equality, Teacher Room, Semiotics, Competition
References
BaKTI, Yayasan. 2020. Perempuan, Masyarakat Patriarki & Kesetaraan Gender. Makassar: Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI).
Dewi Ratnawati, Sulistyorini, Ahmad Zainal Abidin. 2019. “Kesetaraan Gender Tentang Pendidikan Laki-laki dan Perempuan.†Harkat Media Komunikasi Gender 12.
DJKN. 2021. Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki. Jakarta Pusat: Kementrian Keuangan Republik Indonesia.
Kelirik, Nengah. 2018. “Penerapan Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di Sekolah Dasar Negeri 1 Sukadana.†IKA 9.
Ni'am, Syamsun. 2015. “Pendidikan Perspektif Gender Di Indonesia (Menimbang dan Menakar Peran Gender Dalam Pendidikan).†Kesetaraan dan Keadilan Gender 1.
Omeri, Nopan. 2015. “Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan.†Jurnal Manajer Pendidikan 465.
Ruangguru. 2024. Jadwal Tayang Clash of Champions Minggu Ini! 24 Juni. https://www.ruangguru.com/blog/clash-of-champion-ruangguru.
Setiawati, Nindi Silvia Rahmadani dan Mia. 2019. “Aplikasi Pendidikan Online “Ruangguru†Sebagai Peningkatan Minat Belajar Generasi Milenial dalam Menyikapi Perkembangan Revolusi Industri 4.0.†Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 244.
Susanti. 2021. “Upaya Guru Dalam Menerapkan Sikap Saling Menghargai Sesama Anak Usia Dini di TK Tunas Muda Ulee Tuy Darul Imarah Aceh Besar.†Pendidikan Anak 61.
Yayan Alpian, Sri Wulan Anggraeni, Unika Wiharti, Nizmah Maratos Soleha. 2019. “Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia.†Jurnal Buana Pengabdian 67.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).