Cara Didik Orang Tua terhadap Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan Mulai Dari Aspek Fisik Hingga Mental pada Warga Pondok Ungu Permai Kabupaten Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v7i1.19505Abstract
Hubungan antara orang tua dan anak merupakan sebuah fenomena sosiologi yang menarik. Keluarga merupakan sebuah institusi sosial yang paling pertama hadir dan dapat membentuk kepribadian seorang individu dalam berperilaku di masyarakat luas. Aspek fisik yang tumbuh sebagaimana mental anak terbentuk dapat dikaitkan dengan gizi, tempat tinggal, dan pola asuh kedua orang tua. Tentunya, perkembangan zaman turut menghadirkan ilmu-ilmu baru kepada para orang tua guna mendidik anak-anaknya. Dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan mencolok antara cara didik terhadap anak yang memiliki kebutuhan berbeda, seperti pada anak laki-laki dan anak perempuan yang tentunya menjadi penting untuk melihat garis pemisah yang mendeskripsikan perbedaan krusial tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan didukung dengan pendekatan kuantitatif melalui survei langsung berdasarkan pengisian kuesioner oleh warga sekitar, khususnya para orang tua yang memiliki anak laki-laki dan anak perempuan di wilayah terkait. Temuan atas penelitian ini menekankan pada pemahaman bagi seorang anak dalam melihat peran orang tuanya atas pembentukan kepribadian mereka sebagai aktor masyarakat, dimana orang tua maupun anak yang saling berkecimpung pada kelompok-kelompok sosial dapat menemukan kualitas yang setara.
References
Anindya, A. (2018). Krisis maskulinitas dalam pembentukan identitas gender pada aktivitas komunikasi. Jurnal Ranah Komunikasi (JRK), 2(1), 24.
Dewi, K. S., & Ginanjar, A. S. (2019). Peranan faktor-faktor interaksional dalam perspektif teori sistem keluarga terhadap kesejahteraan keluarga. Jurnal Psikologi, 18(2), 245-263.
Fujiati, D. (2014). Relasi gender dalam institusi keluarga dalam pandangan teori sosial dan feminis. Muwazah, 6(1), 153130.
Laslett, B. (1973). The family as a public and private institution: An historical perspective. Journal of marriage and family, 35(3), 480-492.
Lestari, D. (2012). "Pewarisan Budaya dalam Keluarga: Peran Orang Tua dalam Pembentukan Nilai-Nilai Anak." Jurnal Pendidikan Keluarga, 3(1), 45-60.
Pasaribu, S. D. M., & Oktaviana, W. G. (2021). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki di Rw 016 Kelurahan Pamulang Timur. Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro, 4(1), 29-35.
Rekdal, E. H. (2008). Kjønn og retorikk i tekst og teori: Toril Moi. Feminisme i skjæringspunktet mellom poststrukturalisme og dagligspråksfilosofi. Det historisk-filosofiske fakultet.
Robingatin, R., Asiah, S. N., & Ekawati, E. (2022). Kemampuan Motorik Halus Anak Laki-Laki dan Perempuan. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, 1(1), 55-63.
Ryan, R., O’Farrelly, C., & Ramchandani, P. (2017). Parenting and child mental health. London Journal of Primary Care, 9(6), 86–94.
Wahid, A., & Halilurrahman, M. (2019). Keluarga institusi awal dalam membentuk masyarakat berperadaban. Cendekia: Jurnal studi keislaman, 5(1), 103-118.
Zakiyah Darajat, S. (1968). Pendidikan Keluarga dan Pembentukan Karakter Anak. Jakarta: Penerbit Bina Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).