Pernikahan Usia Muda sebagai Faktor Risiko dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v7i1.20017Abstract
Pernikahan pada usia muda masih menjadi permasalahan yang cukup umum terjadi di berbagai daerah Indonesia, terutama di lingkungan pedesaan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat yang rendah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pernikahan usia muda sebagai salah satu penyebab melemahnya ketahanan ekonomi dalam rumah tangga, dengan pendekatan kajian pustaka berdasarkan studi literatur. Hasil ini menunjukkan bahwa pernikahan dini membawa dampak serius terhadap kondisi ekonomi keluarga, ditandai dengan terbatasnya akses pendidikan, minimnya peluang pekerjaan yang layak, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga. Pasangan muda juga rentan mengalami tekanan psikologis dan ketergantungan finansial terhadap keluarga besar. Selain itu, keterbatasan dalam mengakses bantuan sosial memperburuk ketahanan ekonomi mereka. Dalam jangka panjang, kondisi ini memperbesar risiko munculnya siklus kemiskinan antargenerasi. Studi ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi, pelatihan keterampilan hidup, serta kebijakan yang mendorong penundaan usia pernikahan sebagai langkah preventif. Kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah sangat diperlukan dalam menciptakan sistem perlindungan dan pemberdayaan bagi remaja agar mampu mencapai kesiapan berumah tangga secara optimal, baik dari aspek psikologis maupun ekonomi.
Kata Kunci: Pernikahan Muda; Ketahanan Ekonomi; Kesejahteraan Keluarga.
Early-age marriage continues to be a significant social issue in many parts of Indonesia, particularly in rural communities with low levels of income and education. This study explores how early marriage contributes to weakened family economic stability by reviewing scientific literature published over the past five years. The analysis reveals that marrying young has a considerable negative impact on economic resilience. Contributing factors include limited educational attainment, lack of access to decent employment opportunities, and poor financial management skills. Young couples are also vulnerable to psychological stress and often remain financially dependent on their extended families. Furthermore, their inability to access formal social assistance worsens their household's financial condition. In the long term, these economic difficulties increase the risk of intergenerational poverty. This study recommends the importance of improving education, life skills training, and policies that promote delayed marriage as preventive measures. Cooperation among families, educational institutions, and government entities is necessary to establish systems that protect and empower youth so they can attain adequate readiness for marriage, both psychologically and economically.
Keywords: Early-Age Marriage; Economic Resilience; Family Well-Being.
References
Amelia, R., & Prasetyo, A. (2022). Dampak pernikahan usia muda terhadap kualitas hidup remaja di Indonesia. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 17(1), 45–56.
Amelia, R., & Prasetyo, A. (2024). Perencanaan keuangan jangka panjang dalam ketahanan ekonomi keluarga muda. Jurnal Ekonomi dan Keluarga, 11(1), 88–96.
Fauziah, D., & Syafitri, H. (2023). Minimnya perencanaan ekonomi dalam keluarga muda. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 9(2), 73–81.
Fitriani, L. (2021). Peran studi literatur dalam pengembangan kerangka teori penelitian sosial. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 10(2), 33–41.
Fitriyani, A., & Lestari, S. (2022). Pernikahan dini dan pekerja sektor informal: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Sosiologi dan Pembangunan, 12(3), 199–207.
Hamdan, R. (2024). Tekanan psikologis pasangan muda akibat masalah ekonomi. Jurnal Psikologi Keluarga, 14(1), 55–65.
Harahap, D., Nuraini, L., & Wahyuni, S. (2022). Gaya hidup konsumtif keluarga muda dan dampaknya terhadap ketahanan ekonomi. Jurnal Ekonomi Rumah Tangga, 10(2), 102–110.
Kurniawan, A., & Sari, M. (2023). Stres ekonomi dan dampaknya terhadap produktivitas pasangan muda. Jurnal Psikologi Sosial, 6(1), 21–30.
Layyinah, N., Susanti, D., & Ramadhan, A. (2024). Rendahnya literasi keuangan pasangan usia muda di pedesaan. Jurnal Ekonomi Syariah dan Keluarga, 13(1), 67–76.
Maharani, L., & Zain, A. (2023). Pengaruh putus sekolah akibat pernikahan dini terhadap penghasilan keluarga. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, 7(1), 34–42.
Napitupulu, T., Samosir, H., & Tobing, J. (2023). Ketidakpastian pekerjaan pada pasangan muda di Sumatera Utara. Jurnal Sosial Ekonomi, 9(3), 145–154.
Nasrullah, M., Zakar, R., & Krämer, A. (2019). Effect of child marriage on use of maternal health care services in Pakistan. Obstetrics and Gynecology International, 2019, 1–7.
Nour, N. M. (2019). Child marriage: A silent health and human rights issue. Reviews in Obstetrics and Gynecology, 12(2), 51–56.
Rahayu, D. (2020). Ketergantungan ekonomi terhadap keluarga besar dan konflik antargenerasi. Jurnal Ketahanan Sosial, 8(2), 120–128.
Setiawan, B. (2021). Pernikahan usia muda dan implikasinya terhadap
kesejahteraan keluarga. Jurnal Studi Keluarga Indonesia, 10(1), 58–66.
Siregar, Y., & Putri, A. (2021). Akses pasangan muda terhadap bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi. Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan, 5(2), 87–95.
Susanti, D., & Hidayah, R. (2022). Efektivitas studi literatur dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Kebijakan, 5(3), 55–68.
Wodon, Q., Male, C., Nayihouba, A., Onagoruwa, et al (2018). Economic impacts of child marriage: Global synthesis report. The World Bank.
Wulandari, A., & Pratama, H. (2020). Studi literatur sebagai metode dalam penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kajian Sosial, 8(1), 21–30.
Wulandari, N., & Hanafiah, R. (2023). Literasi keuangan pasangan muda dalam mengelola pengeluaran rumah tangga. Jurnal Ekonomi Keluarga, 9(4), 112-120.
Yunita, E., & Sari, W. (2021). Ketergantungan ekonomi pasangan muda terhadap orang tua dan dampaknya. Jurnal Hubungan Antargenerasi, 6(2), 74–82.
Zulfikar, M. & Aisyah, N. (2023). Kesiapan emosional dan finansial dalam membangun rumah tangga usia muda. Jurnal Ilmu Psikologi Keluarga, 15(2), 39–49.
Zulkarnain, A., & Maulida, R. (2022). Kemiskinan antargenerasi akibat pernikahan usia muda di pedesaan. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 11(1), 23–31.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).