Feminisme dan Pendidikan: Membangun Kesetaraan Gender di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v7i2.20830Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai feminisme dalam konteks pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya membangun kesetaraan gender. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan gender dalam praktik pendidikan, baik dalam kurikulum, interaksi guru-siswa, maupun budaya sekolah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur yang menganalisis sumber-sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender di sekolah muncul dalam bentuk bias materi ajar, stereotip dalam pembagian peran, serta minimnya pemahaman guru terhadap pendidikan sensitif gender. Upaya strategis seperti integrasi perspektif gender dalam kurikulum, penguatan budaya sekolah inklusif, serta pelatihan guru mengenai nilai-nilai feminisme menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan memberdayakan bagi seluruh peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan transformasi pedagogi yang kritis dan reflektif sebagai pendekatan yang relevan untuk membentuk kesadaran gender sejak usia dini.References
Adib, M. A. (2024). Spiritus : Religious Studies and Education Journal Gender Equality and Fulfillment of Human Rights in the Education System in Indonesia. 2, 105–114.
Adriana, I. (2009). Kurikulum Berbasis Gender (Membangun Pendidikan yang Berkesetaraan). TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1).
Annur Rosida Siregar, Mita Andira, Muhammad Reza, Nanda Lubis, Tsaniyah Andhini, & Sukma Erni. (2024). Persepsi Mahasiswa Terhadap Isu Kesetaraan Gender di Lingkungan Kampus UIN Suska Riau. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 71–80. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1472
Astina, C. (2016). Ketimpangan Gender Dalam Pendidikan. Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam, 16(1), 15-27.
Badan Pusat Statistik. (2023). Perempuan dan Laki-laki 2023 di Indonesia. Badan Pusat Statistik, 14, 1–70. https://www.bps.go.id/id/publication/2023/12/22/e5942bdd51b158776ee5eabf/perempuan-dan-laki-laki-di-indonesia-2023.html
Hakim, L. (2023). Kesetaraan gender dalam pendidikan Islam perspektif M. Quraish Shihab. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research, 1(1), 1-20.
Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya patriarki dan kesetaraan gender. Wasaka Hukum, 11(1), 19–32. https://www.ojs.stihsa-bjm.ac.id/index.php/wasaka/article/view/84
Hidayah, P. S. N., Buhungo, R. A., & Zaenuri, A. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan Agama Islam di SMP Negri 1 Bolaang UKI Kabupaten Bolaangmongondow Selatan. Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti, 4(2), 70-82.
Fitriani, E., & Neviyarni, N. (2022). Kesetaraan Gender dan Pendidikan Humanis. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(1), 51-56.
Kusuma, P., & Putri, D. (2023). Studi Pustaka : Komunikasi Pasangan dalam Pengambilan Keputusan Penggunaan Alat Kontrasepsi. 13(1), 90–99.
Lestari, D. (2022). Penerapan Pendidikan Gender Berbasis Inklusif di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 14(2), 221–232.
Lubis, M., Harahap, S., & Martado, D. (2024). Exploitation of Social Media in Education : Building or Destroying Equality. 8(4), 792–802.
Nurmatin, D., Viratama, S., Tiatri, S., Afendi, J., & Hannandira, R. (2025). Tinjauan Literatur Tentang Dampak SDGs Terhadap Karier Manajerial Perempuan. 8, 127–134.
Rachman, A., Aulia, M., Abdulrab, N., Purwadi, Y., & Fajar, M. D. (n.d.). DIPLOMASI INDONESIA DALAM MEMPERKUAT KOMITMEN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK MENDUKUNG PROSES PERDAMAIAN AFGHANISTAN.
Ramadhani, S., & Widodo, H. (2021). Peran Sekolah dalam Pengarusutamaan Gender Melalui Kebijakan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 6(3).
Rustina, R. (2017). Implementasi Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Keluarga. Musawa: Journal for Gender Studies, 9(2), 283–308. https://doi.org/10.24239/msw.v9i2.253
Sonia, L., Sassi, K., & Pendidikan, K. (2024). Inspirasi Edukatif : Jurnal Pembelajaran Aktif Inspirasi Edukatif : Jurnal Pembelajaran Aktif. 5(4), 218–249.
Sarmini, S., Rafii, A. I., & El Rizaq, A. D. B. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Jejak Pustaka.
Sulistyowati, Y. (2020). Kesetaraan gender dalam lingkup pendidikan dan tata sosial. Ijougs: Indonesian Journal of Gender Studies, 1(2), 1-14.
Suryaningsih, R., & Aziz, A. (2023). Pendidikan Feminisme dan Keadilan Gender dalam Perspektif Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, 11 (1).
Yanurius, Y. (2021). Gender, Feminisme, dan Fungsionalisme Struktural. Nusamedia.
Wibowo, G. A., Chairuddin, C., Rahman, A., & Riyadi, R. (2022). Kesetaraan Gender: Sebuah Tijauan Teori Feminisme. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Kependidikan, 9(2), 121-127.
Udin, S., & Asyasyra, Z. M. (2024). Islam, Feminism, and Gender: Islam, feminisme dan gender. Bulletin of Islamic Research, 2(3), 437-460.
Jurnal Perempuan. (2023). Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi & Keadilan Gender. Jurnal Perempuan, 28(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).