Tren Menunda Pernikahan Pada Perempuan Generasi Z: Analisis Bibliometrik
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v7i2.21668Abstract
Pernikahan seharusnya menjadi tugas perkembangan dalam kehidupan seorang individu di masa dewasa, termasuk pada individu perempuan. Namun, kompleksitas kehidupan perempuan dewasa di perkembangan zaman sekarang dan karakteristiknya sebagai generasi Z yang memandang pernikahan sebagai pilihan opsional bukan lagi sebagai keharusan meningkatkan kemungkinan pengambilan keputusan untuk menunda pernikahan pada populasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Metode bibliometrik digunakan untuk menganalisis literatur terbaru terkait penelitian penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish pada database akademik Google Scholar terkait penelitian pada lima tahun terakhir, yakni dari tahun 2020 sampai 2025 dengan kata kunci marriage postponement in generation Z women, marriage delay in generation Z women, dan waithood in generation Z women. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis jalur yang menggunakan aplikasi bibliometrik VOSviewer. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa node dengan ukurang yang mendominasi "generation", "waithood", dan "young woman" menjadi topik yang sangat berkaitan dan sering diteliti pada penelitian terkait penundaan pernikahan dan menjadi perhatian utama oleh para peneliti. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tren penundaan pernikahan telah terjadi di setiap generasi, termasuk di kalangan perempuan muda dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi keputusannya menunda pernikahan.References
Afrilian, Andre. (2024). The perspective of gender and islamic law on waithood phenomenon in the millennial generation. Studi Multidisipliner, 11(1), 71-84. https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v11i1.10736
Andika, Yani, A., Yunus, E. M., Nisa, M. K., Halim, A., & Tuhri, M. (2021). Fenomena waithood di Indonesia:Sebuah studi integrasi antara nilai-nilai keislaman dan sosial kemanusiaan. Jurnal Riset Agama, 1(3), 765-774. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15090
Angrianti, R., Aisyah, S., Sastrawati, N., & Nurtita. (2024). Penundaan perkawinan bagi wanita karir dalam perspektif yusuf al-qaradhawi. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 5(1), 269-284. https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.32641
Asokawati, D., & Utama, Z.A. (2024). Problematika waithood sebagai upaya kontrol sosial terhadap persoalan perkawinan dalam menekan angka kemiskinan. Jurnal Hukum, 5(2), 315-328. https://doi.org/10.54209/judge.v4i01
Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Statistik Pemuda Indonesia 2024 (1st ed.). Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Pemuda Indonesia 2024 (1st ed.). Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025, Februari). Nikah dan Cerai Menurut Provinsi 2019. https://www.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html?year=2019
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025, Februari). Nikah dan Cerai Menurut Provinsi 2024. https://www.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html?year=2024
Dewi, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023). Hubungan kelekatan ayah dengan regulasi emosi pada wanita dewasa awal yang bekerja dan belum menikah. Psyche 165 Journal, 16(4), 282-287. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i4.291
Dewi, M., Ulfah, M., & Gayatri, M. (2024). Persepsi remaja generasi z tentang kesiapan menikah dan keselarasan kebijakan pernikahan. Journal Of Issues In Midwifery, 8(1), 27–36. https://doi.org/10.21776/ub.JOIM.2024.008.01.4
Gusli, Tan. (2024). Pelestarian lembaga perkawinan: Upaya mencegah dampak ekonomi krisis seks dan depopulasi akibat praktek childfree, waithood, dan freesex di Indonesia. Jurnal Ilmiah Gema Perencana, 3(1), 69-88. http://dx.doi.org/10.61860/jigp.v3i1.60
Hafis, M., Elmiati, N., & Syafitri, J. (2024). Contemporary issues of islamic family law: The waithood phenomenon and the impact of the sex recession in Indonesia in review of sadd al-dzari’ah. Legitima Journal of Islamic Family, 7(1), 18-39. https://doi.org/10.33367/legitima.v7i1.6178
Riska, H., & Khasanah, N. (2023). Faktor yang memengaruhi menunda fenomena menunda pernikahan pada generasi z. Indonesian Health Issue, 2(1), 48-53. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.44
Rubin, M., Meth, P., Tshuwa, L., Charlton, S., & Kinfu, E. (2022). Eternal urban youth? Waithood and agency in Ethiopian and South African settlements. Gateways: International Journal of Community Research and Engagement, 15(2), 1-18.https://doi.org/10.5130/ijcre.v15i2.8314
Sekarsari, Fiandini Rista. (2025). Stigma pada perempuan generasi z dalam penundaan pernikahan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah, 9(1), 381-388. http://dx.doi.org/10.31604/jim.v9i1.2025.381-388
Setiawati, T., Setiawan, A., & Rozak, R. W. A. (2024). Kesetaraan gender dan teknologi dalam manajemen pendidikan: Studi bibliometrik atas literatur terbaru. Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak, 6(1), 24-36. http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v6i1.19532
Shah, R., Sabir, I., & Zaka, A. (2025). Interdependence and waithood: Exploration of family dynamics and young adults’ life course trajectories in Pakistan. Advances in Life Course Research, 63, 149-158. https://doi.org/10.1016/j.alcr.2025.100660
Tirta, K. D., & Arifin, S. N. (2025). Studi fenomenologi: Marriage is scary pada generasi z. Teraputik: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(3), 12–20. https://doi.org/10.26539/teraputik.833675
Zaidi, M., Samsuddin, A., Suhandi, A., Costu, B., & Prahani, B. K. (2025). Scientific mapping and trend of conceptual change: A bibliometric analysis. Social Sciences & Humanities Open, 11, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101208
Zulfitri, W., Putri, Z. S. R., & Desmita. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi menunda menikah pada dewasa. BATANANG: Jurnal Psikologi, 3(2), 30-41. https://dx.doi.org/10.31958/jp.v3i02.11358
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).