Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Melalui Kegiatan Konseling Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v2i1.6991Abstract
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan (field research) dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi, teknik pengambilan datanya denggan purposive sampling. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yakni bahwa kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Cirebon semakin hari, semakin meningkat. Bahkan Dalam kebanyakan kasus, pelaku yang menjadi penyebab kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh pasangannya. Akan tetapi, tidak sedikit pasangan yang posisinya sebagai korban KDRT tetapi masih tidak mau melaporkan kasusnya kepada pihak yang berwajib dengan alasan masih mencintai pasangannya. Salah satu upaya untuk mencegah KDRT dapat dilakukan dengan kegiatan konseling keluarga. Konseling keluarga bertujuan untuk membantu anggota keluarga belajar menghargai secara emosional bahwa dinamika keluarga adalah kait-mengait diantara anggota keluarga yang lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan temuan bahwa salah satu upaya dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga dapat dilakukan dengan kegiatan konseling keluarga. Oleh karena itu, dibutuhkan sekali tenaga konselor yang profesional dan handal baik secara akademik maupun praktisi dalam memecahkan permasalahan KDRT.This research uses a qualitative field method (field research) with a descriptive type. Data collection techniques using participant observation, interviews, and documentation, data collection techniques with purposive sampling. The results of this study resulted in several findings namely that cases of domestic violence in Cirebon District are increasing day by day. In fact, in most cases, the perpetrators who cause domestic violence are committed by their partners. However, not a few couples whose position as victims of domestic violence but still do not want to report their cases to the authorities on the grounds they still love their partners. One effort to prevent domestic violence can be done with family counseling activities. Family counseling aims to help family members learn to appreciate emotionally that family dynamics are a link between other family members. The conclusion of this study resulted in the finding that one of the efforts in preventing domestic violence can be done with family counseling activities. Therefore, professional and reliable counselors are needed both academically and practitioners in solving domestic violence problems KDRT.References
Deslina Rajagukguk. 2014. Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center (WCC) dalam Memberikan Perlindungan pada Korban Kekerasan dalam Berpacaran di Kota Bengkulu. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Fakih, Mansoer, 2001, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Geldard, Kathryn & Geldard, David, 2011) Konseling Keluarga, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Hayati, Elli Nur . 2000. Konseling untuk Perempuan Korban Kekerasan. Yogyakarta: Rifka Annisa.
Huwaidah. 2011. Model Bimbingan Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak dalam Perspektif Islam. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jhon W. Creswell, Research Design; Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, Sage Publications Ltd. London EC2A : 2003.
Lestari, Sri, 2012. Psikologi Keluarga, Penananaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga, Jakarta : Kencana.
Musnamar, Thohari, 1992. Dasar-dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islam, Yogayakarta : UII Press.
Nurihsan, Juntika Achmad,2011, Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan, Cet. 4, Bandung: Refika Aditama.
Puspita Dewi , Eva Meizaradan Basti. Jonflik Perkawinan Dan Model Penyelesaian Konflik Pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi Volume 2, No. 1, Desember 2008
Sa’adah, 2018. Profil Wcc Mawar Balqis Kabupaten Cirebon.Cirebon : TP.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Willis, Sofyan, 2000. Konseling Keluarga (family Counseling), Jakarta : Alfabeta.
Media Online :
Perez dalam https://musniumar.wordpress.com/2012/07/09/pencegahan-dan-penanganan-kekerasan-dalam-rumah-tangga-kdrt/
Latipun dalam http://www.tempo.co/read/news/2014/03/08/063560496/2013-Kekerasan-terhadap-Perempuan-280-Ribu-Kasus
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).