PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA ANAK YANG MENDERITA PALATOSIS
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v2i1.7064Abstract
Memasuki golden age period, kemampuan berbahasa seorang anak biasanya mengalami perkembangan yang signifikan. Namun, tidak semua anak dapat sempurna dalam memperoleh bahasanya, seperti yang dialami oleh DRS. DRS merupakan seorang anak perempuan berusia 3 tahun 1 bulan. Sejak lahir, DRS menderita palatosis yang mengakibatkan ia tidak mampu berbahasa seperti anak-anak seusianya. Ketidaksempurnaan artikulator yang dimiliki oleh DRS berimbas pada ketidakjelasan artikulasi fonem maupun kata yang dibunyikannya sehingga mengganggu proses pemerolehan fonologinya. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menginvestigasi fonem apa saja yang mengalami gangguan saat dilafalkan oleh penderita palatosis. Adapun, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Setelah dilakukan penelitian, DRS cenderung mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi-bunyi konsonan, terutama kesulitan saat melafalkan bunyi dental, alveolar, postaveolar, dan palatal, sebagai contoh ketidakjelasan pada pelafalan fonem /j/. Walaupun sudah dilakukan operasi penutupan celah pada langit-langit rongga mulutnya dan pemasangan obturatir, akan tetapi belum dapat sepenuhnya membantu DRS dalam memperoleh kemampuan fonologinya. Hal itu karena masih terdapat bunyi sengau di setiap pelafalan fonem-fonem konsonan yang dilafalkannya. Sementara itu, dalam pemerolehan bunyi-bunyi vokal, DRS tidak begitu mengalami kesulitan untuk melafalkannya, ia mampu melafalkan fonem /a/, /i/, /u/, /e/, dan juga /o/ dengan cukup baik.
References
Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Pokoknya Kualitatif. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
Achmad., & Abdulah, Alex. 2012. Lingustik Umum. Jakarta: Erlangga.
Chomsky, Noam. 1999. On the Nature, Use, and Acquisition of Language. In W. C. Ritchie and T. K. Bhatia (eds.), Handbook of Child Language Acquisition. San Diego, CA: Academic Press.
Dardjowidjojo, Sunaryo. 2003. Psikolinguistik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Heidar, Davood Mashhadi. 2012. First Language Acquisition: Psychological Considerations and Epistemology. Theory and Practice in Language Studies, Vol. 2, No. 2, hal. 411-416. Doi:10.4304/tpls.2.2.411-416.
Lust, Barbara. 2006. Child Language: Acquisition and Growth. New York: Cambridge University Press.
Muslich, Masnur. 2011. Fonologi Bahasa Indonesia. Edisi 1 cetakan ke- 4. Jakarta: Bumi Aksara.
Pujiastuti, Nurul., & Hayati S. Retno. 2008. Perawatan Celah Bibir dan Langitan pada Anak Usia 4 Tahun. Indonesian Journal of Dentistry; Vol. 15, No. 3, hal. 232-238.
Roach, Peter. 2001. Phonetics. New York: Oxford University Press.
Tomasello, Michael. 2003. Constructing a Language: A Usage-Based Theory of Language Acquisition. Cambridge: Harvard University Press.
https://www.google.com/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-9S8ciDqkiRQ/UVA79fTMt7I/AAAAAAAAAvI/igQqzEsvg9w/s1600/retainertrad.jpg&imgrefurl=http://ceritedoang.blogspot.com/2013_10_01_archive.html&h=480&w=640&tbnid=ABgayIvGHsaO0M:&docid=n4260PhEbvay7M&ei=tY6IVpLiD8SHuASy_LiQCg&tbm=isch&ved=0ahUKEwjSkLWc04zKAhXEA44KHTI-DqIQMwguKBEwEQ&biw=1366&bih=631. (Diakses pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2020, pukul 10.30 WIB)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).