FIGUR WANITA DALAM TARI KANDAGAN
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v3i1.8607Abstract
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan nilai karakter dan makna simbolik figur wanita dalam Tari Kandagan. Wanita merupakan makhluk lembut yang sangat memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, karena sejatinya wanita diberikan fitrah secara kodrati untuk haid, hamil, melahirkan, dan menyusui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, berdasarkan observasi dari bentuk pertunjukan dan wawancara. Tari Kandagan menggambarkan seorang wanita yang memiliki karakter lincah, gagah, dan berani. Hal tersebut terlihat dari ragam-ragam gerak Tari Kandagan, seperti gerakan alung soder, sepak soder, jangkung ilo dan waliwis mandi. Ragam-ragam gerak dalam Tari Kandagan pun kental dengan nilai filosofis berdasarkan aktivitas wanita dalam kehidupan. Dengan demikian, di samping kelembutannya, wanita pun memiliki karakter gagah, kegigihan, ketangguhan, keberanian, dan kekuatan baik dalam jiwa maupun raganya.References
Ardjo, I. D. (2007). Tari Sunda Tahun 1880-1990. Pusbitari Press.
Ardjo, I. D. (2008). Tari Sunda Tahun 1940-1965 Raden Tjetje Soemantri dan Kiprah BKI. Pusbitari Press.
Arista, R. C., & Sattar, M. (2015). Figur Wanita Dalam Dua Karya Mufi Mubaroh. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 3(3), 190–196.
Caturwati, E. (2007). R. Tjetje Somantri (1892- 1963) Tokoh Pembaharu Tari Sunda. Tarawang.
Creswell, J. W. (2016). Research Design (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Dewi, A. S. (2020). Makna Gerak dan Fungsi Tari Tajun Tandang Dalam Upacara Batatungkal di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Imaji Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 18(1), 16–24.
Fadilah, S. (2018). Kesetaraan gender : Fenomena pergeseran peran ekonomi wanita dari tulang rusuk menjadi tulang punggung. Gender Dan Anak, 1(1), 18–26.
Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif (33rd ed.). Remaja Rosdakarya.
Narawati, T. (2013). Etnokoreologi : Pengkajian Tari Etnis & Kegunaannya Dalam Pendidikan Seni. Isla-2, 70–74.
Narawati, Tati. (2003a). Wajah Tari Sunda dari Masa ke Masa. P4ST UPI.
Narawati, Tati. (2003b). Wajah Tari Sunda Dari Masa Ke Masa (1st ed.). Bandung: P4ST UPI.
Narawati, Tati. (2013). Transformasi Nilai Budaya Sunda dalam Tari Keurseus: Dulu, Kini, dan Nanti. Makalah Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS).
Sabatari, W. (2015). Seni: Antara Bentuk Dan Isi. Imaji, 4(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6716
Sarwono, S. W. (2013). Psikologi Lintas Budaya. In ウイルス (2nd ed., Vol. 52, Issue 1). Raja Grafindo Persada.
Subiantoro, I. H. (2008). Komposisi Tari Laku Kreatif Terhadap Penciptaan Tari Anak. In E. Caturwati & S. Rustiyanti (Eds.), Tari Anak-anak dan Permasalahnnya (pp. 35–60). Sunan Ambu Press STSI Bandung.
Wahyudi, A. V., Narawati, T., & Nugraheni, T. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi. Panggung, 28(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i2.462
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).