Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Peran Orang Tua Dalam Mengasuh Anak : Prepektif Pasangan Menikah Muda
DOI:
https://doi.org/10.24235/equalita.v3i2.9846Abstract
Kajian ini, berangkat dari pola kebiasaan masyarakat dimana perempuan memiliki tugas yang lebih banyak di bandingkan laki-laki padahal mereka saat ingin menikah memiliki tujuan yang sama dalam membangun keluarga yang baru. Perempuan sering di berikan tugas yaitu mengurus anak, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan perempuan juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam artikel ini menggunakan metodologi kualitatif dimana sumber data yang di peroleh dari individu dan dokumen yang lainnya dalam mendukung pembahasan artikel ini. Artikel ini membahas mengenai keadilan dan kesetaraan gender dalam keluarga yaitu peran orang tua atau ayah dan ibu dalam mengasuh anak dan pembagian pekerjaan. Tidak berpatok pada budaya dan kebiasaan dulu yang dimana mengasuh dan mengurus rumah tangga adalah tugas ibu. Hasil dalam penelitian ini adalah kesetaraan gender adalah pembagian peran serta saling tanggung jawab dalam bekerjaanya maka dalam setiap keluarga peran ayah dan ibu merupakan hal yang itu untuk mendidik anak, menjaga anak dalam tumbuh kembang.References
Asmani Jamal Ma’ruf. 2009. Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Diva press.
Davies, Linda, Sara Collings, and Julia Krane. 2003. “Making Mothers Visible: Implications for Social Work Practice and Education in Child Welfare.†Journal of the Motherhood Initiative for Research and Community Involvement 5 (2): 158–69.
M Fakih. 1999. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Meleong. 2003. Metode Penelitian. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Nafisah, D. 2008. “Politisasi Relasi Suami Istri: Telaah KHI Perspektif Gender.†Dalam Jurnal Studi Gender Dan Anak, Yin Yang, Vol. 3, No. 2, Jul-Des 2008, t.K : T. P.
Rahmawati, Anita. 2015. “Harmoni Dalam Keluarga Perempuan Karir: Upaya Mewujudkan Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Keluarga.†Palastren 8 (1): 1–34.
Rakhmawati, Istina. 2015. “Peran Keluarga Dalam Pengasuhan Anak.†Jurnalbimbingan Konseling Isla 6 (1): 1–18.
Ridwan. 2006. Kekerasan Berbasis Gender: Rekonstruksi Teologis, Yuridis Dan Sosiologis. Yogyakarta: Fajar Pustaka.
Rofi’ah, Siti. 2015. “Membangun Pola Relasi Keluarga Berbasis Kesetaraan Dan Keadilan Gender.†Muwazah 7 (2): 93–107.
Sumiyatiningsih, D. 2014. “Pergeseran Peran Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Kajian Feminis.†Dalam WASKITA Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, Hlm. 125-138, [Online]. Tersedia: Http: Ris.Uksw.Edu/Download/Jurnal/ Kode/J00756,.
Supriyantini, S. 2002. Hubungan Antara Pandangan Peran Gender Dengan Keterlibatan Suami Dalam Kegiatan Rumah Tangga. Sumatera utara: USU.
Widaningsih, L., Tt. 2014. “Relasi Gender Dalam Keluarga: Internalisasi Nilai-Nilai Kesetaraan Dalam Memperkuat Fungsi Keluargaâ€, Dalam Hlm. 1-7, [Online].â€
Yuhasriati, Muliana, Ahmad, A. 2016. “Perkembangan Perilaku Anak Dari Keluarga Yang Bercerai Di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya.†Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 1 (1):46-51.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).