Penerapan Bahan Ajar Handout untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Pencemaran Lingkungan di Kelas X MAN 2 Cire
Keywords:
bahan ajar, handout, hasil belajarAbstract
Pembelajaran biologi di kelas perlu dirancang secara optimal agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu upaya pendukung dalam proses pembelajaran adalah dengan memanfaatkan bahan ajar, seperti handout. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pelaksanaan bahan ajar handout dalam kegiatan pembelajaran, 2) menganalisis perbedaan peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan handout, dan 3) menggambarkan tanggapan siswa terhadap penggunaan handout pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Cirebon dengan populasi sebanyak 226 siswa. Sampel terdiri dari 35 siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan 35 siswa kelas X MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui LKS, observasi, tes, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, serta uji perbedaan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan handout pada materi pencemaran lingkungan memperoleh hasil sebagai berikut: tahap Mengamati (Observing) mendapat skor 97, tahap Menanya (Questioning) 91, Mengumpulkan Data (Experimenting) 97, Mengasosiasi (Associating) 84, dan Mengomunikasikan (Communicating) 95. Berdasarkan lembar observasi, aktivitas belajar siswa meningkat dari 57% pada pertemuan pertama menjadi 72% pada pertemuan kedua. 2) Penggunaan handout terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 63 dan posttest sebesar 85, serta nilai N-Gain rata-rata 0,59. Sementara itu, di kelas kontrol, nilai rata-rata pretest sebesar 62 dan posttest sebesar 75 dengan N-Gain rata-rata sebesar 0,33. 3) Siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap penggunaan handout dalam pembelajaran konsep pencemaran lingkungan, dengan persentase rata-rata sebesar 61%.References
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Belawati, Tian. (2003). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Diva.
Djamarah, S. B. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Depdiknas. (2008). Penulisan Bahan Ajar. Direktorat Tenaga kependidikan.
Kusuma, Maharani, Rt. Wahidin dan Gloria, Ria Yulia Gloria. (2015). Penerapan pembelajaran terpadu Tipe Nested (Tersarang) untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa pada Konsep Ekosistem Di Kelas X SMA Negeri 5 Kota Cirebon. Jurnal Scientiae Educatia, 5 (2).
Nurdyansyah, Fahyuni, Eni. F. (2016). Inovasi Model pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Centre.
Prastowo, Andi. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta. Diva Press.
Prastowo, Andi. (2015).Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jakarta: Kencana.
Riduwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung. Alfabeta.
Slameto. (2013). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi Belajar. Jakarta: Rineka Cipata.
Sudijono, Anas. (2009). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudjana, Nana. dan Rivai, Ahmad. (2011). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2013). Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Syah, Muhibbin. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press.
Wasino. (2007). Buku Ajar sebagai Bahan Ajar yang Mencerdaskan dan Mindfull. Yogyakarta: Ombak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Alam Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.