Peran Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dalam Pembinaan Kesiswaan di MTsN 6 CirebonN
DOI:
https://doi.org/10.24235/jiem.v5i1.8896Abstract
ABSTRACT
The progress of a nation’s can be seen from the state of education. Students as the next generation of the nation need to get coaching to develop their knowledge, talents, and interests. This is certainly very good for the progress of the nation of Indonesia. Student development can be done through co-curricular and extracurricular activities. This research aims to determine the result of student coaching by the deputy of the student sector in carrying out his role, especially in developing and implementing a good student coaching program. Informants in this research were deputy of the student sector, students, and coaches or trainers of the extracurricular. This study used qualitative research method. So, to obtain information and data relating to the problem to be studied, researcher conducted observations, interviews, and documentations. The results of student coaching carried out through extracurricular activities can be quite good. Various competitions and championship that were followed, students of the madrasah often won. Even some students can continue their education to the next level through the achievement path, both academic and non-academic achievement.
Â
Keywords: The Role of the Deputy of Madrasah, Student Sector, Student Coaching.
Â
ABSTRAK
Kemajuan peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari keadaan pendidikannya. Siswa sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan pembinaan untuk mengembangkan pengetahuan, bakat dan minatnya. Hal ini tentu sangat baik bagi kemajuan bangsa Indonesia. Pembinaan kesiswaan dapat dilakukan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembinaan kesiswaan oleh Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan dalam melaksanakan perannya, terutama dalam menyusun dan melaksanakan program pembinaan kesiswaan yang baik. Informan dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, siswa, dan pembina atau pelatih ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jadi, untuk mendapatkan informasi maupun data yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, peneliti melakukan obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari pembinaan kesiswaan yang dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat dikatakan cukup baik. Berbagai perlombaan dan kejuaraan yang diikuti, siswa sering mendapat juara. Bahkan beberapa siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik.
Â
Kata kunci: Peran, Wakil Kepala, bidang Kesiswaan, Pembinaan Kesiswaan.
References
E. DAFTAR PUSTAKA
Brotosiswoyo, S. (1986). Petunjuk Pelaksanaan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta. Depdikbud RI.
Dewantoro, H. (2016). TUPOKSI Tugas Pokok dan Fungsi Semua Perangkat Sekolah – Silabus. Dalam https://silabus.org/tupoksi/ diakses pada Senin, 18 Maret 2019 pukul 11.15 WIB.
Hamiseno, W. (1990). Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Depdikbud RI.
Kompri. (2014). Manajemen Pendidikan 2. Bandung: Alfabeta.
Kurniawan, A. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan. Cirebon: Eduvision.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Nurgiantoro, B. (1988). Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta: BPFE.
Prasetio, B. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Mulyasa, E. (2012). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Setyosari, P. (2016). Metode Penelitian dan Pengembangan. Edisi Keempat. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sutisna, O. (1993). Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Sitiu - Sutihatin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this Journal agree to the following terms:
- Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a creative commons attribution license that allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangement for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.