MODEL PENDIDIKAN SEKS ISLAMI DALAM PERSFEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v8i1.1411Abstract
ABSTRAKS
Maraknya penyimpangan-penyimpangan seksual di kalangan remaja yang terjadi di masyarakat merupakan suatu fenomena alamiah yang tidak bisa dihindari baik bagi orang tua, guru, kepala sekolah, tokoh agama maupun masyarakat. Hal ini disebabkan, karena kurangnya pembinaan dan bimbingan secara khusus oleh pihak-pihak terkait terutama bimbingan dari kedua orang tuanya. Pendidikan seks yang benar perlu diajarkan oleh setiap orang tua kepada anak-anaknya sejak anak mengenal lingkungan, sampai menginjak dewasa. Pendidikan seks bagi anak dan remaja tidak harus merasa ditabukan lagi sepanjang pada garis yang telah ditentukan oleh kaidah-kaidah Islam dan norma yang berlaku di masyarakat.
Pendidikan seks banyak dikaji oleh berbagai tokoh intelektual muslim. Sebagian besar, berpendapat bahwa penerapan pendidikan seks bagi remaja penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pendidikan seks merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengurangi perilaku penyimpangan-penyimpangan seksual khususnya di kalangan remaja. Kesimpulan atau hasil yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan seks bagi remaja dalam tinjauan psikologi pendidikan Islam sangat penting untuk diterapkan dan dilaksanakan oleh para orang tua, guru, dan para pendidik lainnya baik di rumah maupun di sekolah. Karena dengan adanya pendidikan seks, bagi remaja akan mampu mengurangi terjadinya penyimpangan-penyimpagan seksual yang sering terjadi di kalangan remaja. Pendidikan seks ini tidak mengajarkan tentang bagaimana caranya berhubungan intim antar lawan jenis khususnya kepada para remaja, melainkan merupakan bagian dari upaya preventif dalam mencegah penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan remaja, termasuk di dalamnya penyimpangan seksualitas.
Kata Kunci : Model, Pendidikan Seks, Psikologi Pendidikan
References
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Anak dalam Islam, Surabaya : Aneka Ilmu, 1996.
Abdurrahman An-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat, Jakarta: GIP, 1995.
Abla Bassat Gomma, Mendidik Mentalitas Anak, Yogyakarta: Samudra, 2006.
Alimatul Qibtiyah, Paradigma Pendidikan Seksualitas (Persfektif Islam Teori dan Praktek), Yogyakarta: Kunia Kalam Semesta, 2006.
Arizal Widjanarko bin Marah Ali, Sex Education dalam pandangan Islam, Jakarta: Palinggam, 1994.
Gusnawirta, Remaja Muslim Oke, Jakarta : Citra Pendidikan, 2003.
Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga, 2005.
Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja, Jakarta : Rajawali Pers, 2003.
TIM PKBI, Proses Belajar Aktif Kesehatan Refroduksi Remaja (Untuk Orang Tua dan Guru), Jakarta : PKBI, 2004.
TIM PKBI, Proses Belajar Aktif Kesehatan Refroduksi Remaja (Untuk anak dan Remaja), Jakarta : PKBI, 2004.
TIM PKBI, Tanya Jawab Seputar Seksualitas Remaja, Jakarta : PKBI, 2004.
Yatimin, Etika Seksual dan Penyimpangannya dalam Islam, Jakarta: Amzah,2003.
Yusuf Madan,Sex Education 4 Teen (Pendidikan Seks Remaja dalam Islam), Bandung : Mizan, 2004).
Yusuf Qardhowi, Nasrullah (Terj), Al-Tarbiyah al-Jinsiyah (Anakku Mari Belajar tentang Seks), Jakarta, Mirqat, 2006.
Zakiyah Darajat, Remaja Harapan dan Tantangan, Jakarta : Ruhama, 1982.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).