KAMPANYE ANTI BULLYING PADA KONTEN INSTAGRAM @PEACEGENID: ANALISIS SEMIOTIKA MULTIMODAL KRESS DAN VAN LEEUWEN
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v15i2.18293Keywords:
Bullying, Instagram, Kampanye, Multimodal, SemiotikaAbstract
Multimodal merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep-konsep linguistik dengan analisis visual untuk memahami bagaimana makna dibangun dan disampaikan dengan mempertimbangkan berbagai elemen semiotik atau tanda-tanda. Multimodal bertujuan untuk menyampaikan maksud agar bisa menarik perhatian banyak orang dalam bentuk visual. Instagram merupakan media sosial untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dalam bentuk visual, salah satu bentuk informasinya yakni kampanye. Akun instagram @peacegenid adalah akun instagram resmi milik LSM yang bergerak di bidang pendidikan perdamaian yang berfokus untuk mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan pendidikan karakter. Kampanye tersebut diunggah oleh akun instagram @peacegenid dengan harapan dapat membentuk opini publik, menarik perhatian publik dan memiliki dampak yang lebih besar bagi para pengguna media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pesan dan makna dari unggahan kampanye anti bullying pada unggahan akun Instagram @peacegenid dapat disampaikan kepada pembaca dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik multimodal Kress dan Van Leeuwen dengan melihat bentuk moda semiotik yang digunakan untuk membentuk pesan dan makna, serta dengan melihat koherensi dari unggahan Instagram @peacegenid dalam mencapai tujuannya untuk kampanye anti bullying. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk moda semiotik berupa bahasa tulis, ilustrasi, dan warna yang digunakan oleh akun Instagram @peacegenid dalam mengkampanyekan anti bullying, selain itu koherensi yang terbentuk dalam unggahan tersebut sangat berperan dalam penyampaian pesan dan makna dalam mencapai tujuan akun Instagram @peacegenid. Koherensi tersebut dibangun melalui tiga cara, yaitu komposisi, keterkaitan informasi, dan interaksi dialog.
References
Amirin, T. M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Yogyakarta: Rajawali Pers.
Annur, Cindy Mutia. 2023. ‘Indonesia Masuk 5 Besar Negara Dengan Pengguna Instagram Terbanyak Di Dunia’. Media. November 1.
https://databoks.katadata.co.id/datapub lish/2023/11/01/indonesia-masuk-5-be sar-negara-dengan-pengguna-instagra m-terbanyak-di-dunia.
Chen, Zhen Troy, and MIng Cheung. 2020. ‘Consumption as Extended Carnival on Tmall in Contemporary China: A Social Semiotic Multimodal Analysis of Interactive Banner’. Social Semiotics 32 (2): 163–83. doi:https://doi.org/10.1080/10350330.2 020.1720992.
Hanafiah, Wardah. 2014. ‘Analisis Kohesi Dan Koherensi Pada Wacana Buletin Jumat’. Epigram: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Humaniora 11 (2).
khub.id. 2022. ‘Peace Generation Indonesia, Atau Kamu Boleh Juga Memanggilnya PeaceGen, Adalah Organisasi Yang Bergerak Di Bidang Pendidikan Perdamaian.’ https://khub.id/organization/peacegen.
Kress, Gunther, and Theo Van Leeuwen. 2006. Reading Images: The Grammar of Visual Design Second Edition. New York: Routledge.
Marietha, Andini Rizka. 2024. ‘Indonesia Darurat Kasus Perundungan’. GoodStats, February 23.
https://goodstats.id/article/miris-indone sia-darurat-kasus-perundungan-satuan- pendidikan-di-bawah-kemdikbudristek-terbanyak-0gcyv.
Monica, and Laura Christina Luzar. 2011. ‘Efek Warna Dalam Dunia Desain Dan Periklanan’. Humaniora Binus 2 (2).
Noviani, Ratna. 2018. ‘Wacana Multimodal Menurut Gunther Kress Dan Theo Van Leeuwen’. In Hamparan Wacana: Dari Praktik Ideologi, Media Hingga Kritik Poskolonial. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Prishandani, Arini, Nurainun, and Thyrhaya Zein. 2021. ‘Spanduk Penolakan Vaksin Covid-19: Kajian Semiotik Multimodal’. Medan Makna: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan 19 (1).
Putri, Santika Vania. 2022. ‘Representasi Makna Maskulinitas Iklan MSGlow For Men: Analisis Multimodal Kress Dan Van Leeuwen’. AVANT GARDE 10 (2).
Putri, Yuli Aisyah. 2023. ‘Analisis Multimodal Pada Iklan Scarlett Versi Song Joong Ki Di Instagram’. Mahakarya: Student’s Journal of Cultural Sciences 4 (2).
Rusandi, and Muhammad Rusli. 2021. ‘Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif Dan Studi Kasus’. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 2 (1).
Sudaryanto. 1993. Metode Dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Thejahanjaya, David, and Yusuf Hendra Yulianto. 2022. ‘Penerapan Psikologi Warna Dalam Color Grading Untuk Menyampaikan Tujuan Di Balik Foto’. Jurnal DKV Adiwarna 1.
UNICEF. 2020. ‘Perundungan Di Indonesia: Fakta-Fakta Kunci, Solusi, Dan Rekomendasi’. https://www.unicef.org/indonesia/medi a/5691/file/Fact%20Sheet%20Perkawi nan%20Anak%20di%20Indonesia.pdf.
Van Leeuwen, Theo. 2005. Introducing Social Semiotics. New York: Routledge.
Yogananti, Auria Farantika. 2015. ‘Pengaruh Psikologi Kombinasi Warna Dalam Website’. Andharupa: Jurnal Desain Komunikasi Visudal Dan Multimedia 1(1).
Yudanti, Alifia P, and Rizky Nauvalif. 2023. ‘Fenomena Bullying Di Kalangan Pelajar Indonesia’. Kompas.Com, September 25. https://www.kompas.com/tren/read/20 23/09/25/183000865/menilik-fenomen a-bullying-pelajar-indonesia#google_v ignette.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).