PENINGKATAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA JURUSAN KPI: UPAYA MENCETAK DAI YANG RAHMATALLIL ALAMIN
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v10i1.5134Keywords:
Da’i, Kurikulum KPI, Public SpeakingAbstract
Di Indonesia, keterampilan berbicara di depan umum menjadi sesuatu yang benar-benar berharga, para pemimpin menggunakan ketarampilan public speaking dalam menyampaikan orasi-orasi yang dapat mempengaruhi cara berfikir dan bergerak massa. Inti dari Jurusan KPI adalah Penyiaran Islam dengan bil lisan, yang tentu saja memiliki prinsip-prinsip serta metode yang harus dimiliki oleh seorang dai. Dalam hal ini, public speaking merupakan keterampilan yang paling strategis.
Tujuan Penelitian adalah mengetahui cara meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa KPI, Menjelaskan evaluasi kurikulum yang berkaitan dengan kemampuan public speaking mahasiswa jurusan KPI, Mengetahui cara mencetak dai yang rahmatal lil alamin.
Sementara Metodologi dari Penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara mendalam.
Hasil dari Penelitian ini dalam konteks evaluasi kurikulum untuk meningkatkan kemampuan public speaking: Pertama, pengembangan praktek dalam kurikulum KPI secara lebih maksimal. Jurusan KPI memerlukan pengembangan yang secara serius mengarah pada perbaikan dan perubahan strategi pembelajaran. Kedua, Jurusan KPI memerlukan maksimalisasi dalam masalah kelengkapan falilitas pendukung pembelajaran. Ketiga, Jurusan KPI belum menentukan satu fokus yang dapat dikembangkan dan itu menjadi daya tawar bagi jurusan itu sendiri yang dapat menarik minat publik. Adapun terkait cara mencetak Dai yang rahmatal lil alamin, yaitu Pertama, menghindari adanya tafsir yang keliru terhadap Al-Quran dan Hadits. Kedua, Dai harus mampu memahami teks dan konteks ajaran Islam. Ketiga, dakwah harus berdasarkan prinsip komunikasi yang juga rahmatan lil alamin yang termaktub dalam al quran. Keempat, ada semacam upaya-upaya dari dosen-dosen KPI yang menentang radikalisme untuk membendung paham-paham tersebut masuk.References
Brendt D. R. & Lea P. S. (2013), Communicztion and human behaviour, Terj. Ibnu Hamad, Komunikasi dan Prilaku Manusia. Jakarta: Rajagrafindo.
Hamad, Prof. Dr. Ibnu. (2013). Komunikasi untuk Kehidupan, Kata Pengantar dalam Komunikasi dan prilaku manusia, Kar: Brent D. Ruben, Lea P. Stewart. Terj. Ibnu Hamad. Jakarta: Rajagrafindo.
Moleong, L. J. (2004). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Posdakarya.
Rahmat, J. (2011). Retorika Modern pendekatan praktis, Bandung: Remaja Rosdakarya.Sugiono, (2010), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, S. (2011). Metodologi Penelitian, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Umar, H. (2010). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan : Paradigma Positivistik dan BerbasisPemecahan Masalah, Jakarta : Rajawali Pers, PT. Grafindo Persada.
Werner J. S. & Tankard, J. W. (2005). Teori Komunikasi. Jakarta: Prenada Media
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).