MERAJUT JALAN TENGAH KERUKUNAN DALAM KOMUNIKASI LINTAS DAN ANTARBUDAYA DAN AGAMA DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v10i2.5263Keywords:
Komunikasi, lintas antarbudaya, agamaAbstract
Abstrak
Dinamika hubungan umat manusia dengan latar belakang keagamaan dan budaya yang semakin kompleks dan seolah makin berpeluang dalam hadirnya beragam konflik. Memerlukan pemenuhan jalan keluar yang dalam hal ini perlu ditujukan kepada anak bangsa melalui edukasi beragam bentuk guna menanamkan pemahaman spiritualitas secara murni yang tidak lagi berada pada tataran fisik atau pakaian saja. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara umum hal-hal yang perlu untuk dilakukan dalam menyediakan pendidikan bagi generasi muda kita dalam hal komunikasi pembangunan agama, termasuk peran pemerintah selaku otoritas terkait dan tokoh-tokoh agama, masyarakat, dan medium komunikasi dalam melanggengkan pembangunan ini. Tentunya kontak yang berhubungan dengan antar dan lintas budaya dan agama di indonesia. Model multi-track communication sebagai salah satu alat edukasi yang mengintegrasikan beragam pendekatan diperlukan dalam hal ini. Sehingga dirasa bahwa penyunatan atas informasi dan pemikiran orang-orang yang berlatar belakang berbeda dari masing-masing individu bisa diminimalisir dengannya.
References
Antony, Mary Grace. 2010. On the Spot: Seeking Acceptance and Expressing Resistance through the Bindi, Journal of International and Intercultural Communication, 3:4. DOI: 10.1080/17513057.2010.510606
As-Suyuthi, Jalaludin. 2008. Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, terj. Tim Abdul Hayyie. (Jakarta: Gema Insani).
BBC.com, Pesantren Waria di Yogyakarta ditutup, LBH Protes, https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160225_indonesia_ponpes_waria_ditutup. diakses pada 15 Februari 2019 pukul 23. 27 WIB. Kumparan.com, Pesantren al-fatah Menuntun Waria di Persimpangan iman, https://kumparan.com/@kumparannews/pesantren-al-fatah-menuntun-waria-di-persimpangan-iman. diakses pada 15 Februari 2019 pukul 23. 27 WIB.
BM, St. Aisyah. 2014. Konflik Sosial dalam Hubungan Umat Beragama. Jurnal Dakwah Tabliq Vol. 15: 2, Desember.
Hoover, Stewart M. et all,ed.. 2006. Religion, Media and Culture. (New York: Taylor & Francis e-Library).
Kompas.com, Idap HIV/AIDS, 14 Siswa Dikeluarkan dari Sekolahnya, https://regional.kompas.com/read/2019/02/14/19200061/idap-hivaids-14-siswa-dikeluarkan-dari-sekolahnya. diakses pada 15 Februari 2019 pukul 23. 27 WIB.
Kumparan.com, 14 Siswa di Solo Dikeluarkan dari Sekolah karena HIV/AIDS, https://kumparan.com/@kumparannews/14-siswa-di-solo-dikeluarkan-dari-sekolah-karena-hiv-aids-1550224798129577849. diakses pada 15 Februari 2019 pukul 23. 27 WIB.
Mugiarjo. 2017. Atribusi Komunikasi atas Keterbukaan Diri ODHA dengan Kerabat Dekat. Skripsi. tidak diterbitkan, Yogyakarta: Komunikasi dan Penyiaran Islam, FDK UIN Sunan Kalijaga.
Munthe, Edison. 2006. Intercultural Competence In Indonesian Context, dalam Helmut Weiss, ed., Intercultural And Inter-Faith Communication, (Tt, Sipcc). Diakses melalui laman www.sipcc.org, pada tanggal 13 Februari 2019 pukul 10.00 WIB.
Roy, Sudeshna dan Ibrahim Seaga Shaw, ed, 2016. Communicating Differences Culture, Media, Peace and Conflict Negotiation. (London: Palgrave Macmillan).
Said, Zainal. 2012. Konflik Sosial Keagamaan Islam Non-mainstream dalam Masyarakat Majemuk di Indonesia. Jurnal Al-Ulum Vol. 12: 2.
Shihab, M. Quraish. 2003. Tafsir al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, , vol. 14. (Jakarta: Lentera Hati).
Smith, Jane Idleman. 2007. Muslims, Christians, and the Challenge of Interfaith Dialogue. (New York: Oxford University Press, Inc,).
Utoyo, Marsudi . 2016. Akar Masalah Konflik Keagamaan di Indonesia. Jurnal Lex Librium Vol. III: 1, Desember.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).