Komunikasi Terapeutik Psikolog Dan Pekerja Sosial Dalam Proses Pemulihan Anak Terpapar Radikalisme
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v11i1.6289Keywords:
Anak Terpapar Radikalisme, Komunikasi Terapeutik, Psikolog, Pekerja SosialAbstract
Keterlibatan anak dalam aksi radikalisme dan jaringan radikal belakangan menjadi fenomena yang mengejutkan dan menarik perhatian banyak pihak. Pemerintah bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial yang fokus pada penanggulangan radikalisme terus berupaya dalam menanganinya. Penelitian ini secara khusus ditujukan untuk mengetahui komunikasi terapeutik psikolog dan pekerja sosial dari Civil Society Against Extremism(C-save) dalam proses pemulihan anak yang terpapar radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik dalam pemulihan anak terpapar radikalisme diterapkan oleh psikolog dan pekerja sosial dari C-save baik dalam proses rehabilitasi maupun dalam proses reintegrasi sosial dengan metode yang berbeda-beda sesuai kebutuhan anak. Dalam proses pemulihan trauma, psikolog menggunakan play therapy untuk berkomunikasi dengan anak. Sedangkan untuk menurunkan paham radikal anak, para pekerja sosial melakuan literasi kebangsaan lewat aktivitas bermain dengan anak.
References
BBCNewsIndonesia. 2017. ISIS Dorong Anak-Anak Lancarkan Serangan di London, Paris, dan New York . https://www.bbc.com/indonesia/ dunia-38390404 diakses Juni 2019
Chesley, Gayle L, Dodie A. Gillett dan William G. Wagner. 2008. Verbal and Nonverbal Methapor In Children Counseling. Journal of Counseling & Development 86 (4). https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/j.1556-6678.2008.tb00528.x
Creswell, John W. 2012. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mahyani, Ahmad. 2019. Perlindungan Hukum Anak Sebagai Pelaku Terorisme. Jurnal Hukum Magnum Opus 2 (2). http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/Magnumopus/article/view/2180
Maknunah, Khariroh. 2018. Penanganan Anak Dalam Tindak Pidana Terorisme. Jakarta: C-Save
Rakhmat, Jalaluddin, Idi Subandy Ibrahim. 2016. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Ronda, A.M. 2018. Tafsir Kontemprer Ilmu Komunikasi. Tangerang: Indigo Media.
Sidik, Maulana F. 2020. KPAI Bicara Tantangan Dalam Penanganan Anak Terpapar Radikalisme. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d-4904098/. Februari 2020
Stuart, G.W. 2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi Kelima. Terjemahan oleh Ramona P. Kapoh & Egi Komara Yudha. Jakarta: EGC
Suryani. 2014. Komunikasi Terapeutik: Teori dan Praktik. Jakarta: EGC
Tosiani. 2018. Terpapar Terorisme, Rehabilitasi WNI Eks Suriah Masih Terkendala. Mediaindonesia.com. https://mediaindonesia.com/read/detail/162997- diakses Juni 2019
Wachtel, Paul L. 2011. Therapeutic Communication. Second edition. New York: The Guilford Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).