KONSTRUKSI REALITAS DAN FRAMING ANALYSIS PEMBERITAAN KERUSUHAN MUSLIM-HINDU DI INDIA PADA MEDIA ONLINE CNN.COM
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v11i2.6601Keywords:
Analisis Framing, Media Online CNN, Kerusuhan Hindu-MuslimAbstract
ABSTRAK
Kerusuhan yang terjadi antara Muslim-Hindu di India berawal dari dua bulan lalu ketika Perdana Menteri Narendra Modi menyetujui UU Amandemen Warga Negara atau Citizenship Amandment Bill (CAB), yang membuat kontroversi di publik, lebih khusus lagi warga India. UU CAB ini salah satunya berisi mengenai kemungkinan imigran illegal dari Afganistan, Bangladesh dan Pakistan untuk mendapatkan status kewarganegaraan, terkecuali mereka yang beragama Islam. Pemberlakuan UU ini tentu menyebabkan terjadinya pemberontakan yang pertama kali dipicu oleh serangan terhadap kelompok Muslim penolak UU Citizenship Amandment Bill (CAB) yang dilakukan oleh kelompok Hindu yang mendukung UU tersebut. Orang diserang berdasarkan agama yang dianutnya. Peristiwa kerusuhan tersebut mendapatkan berbagai perhatian dari media online internasional salah satunya media CNN. Ketika memberitakan mengenai umat Islam, media barat sering memberikan label atau cap-cap seperti fundamentalisme, militanisme, ekstrimisme, radikalisme, dan bahkan sampai pada terorisme yang arahnya jelas untuk menjelekkan Islam. Dengan menggunakan analisis Framing Robert N. Entman yang dalam hal ini memiliki empat dimensi antara lain, define problem (pendefinisian masalah), diagnoses causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah), make moral judgement (membuat keputusan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Dari analisis tersebut ditemukan bahwa media online CNN ketika membingkai pemberitaan kerusuhan Muslim-Hindu lebih fokus pada pemberian dukungan dan solusi.References
Djamal, Hidajanto. dkk. (2011). Dasar-dasar penyiaran. Jakarta : Kencana.
Eriyanto. Analisis Framing. (2002). Yogyakarta: LKIS.
Liptak, Kevin. (2020). "Trump concludes India visit without major agreements". https://edition.cnn.com/2020/02/24/politics/donald-trump-india-narendra-modi-trade/index.html
Liptak, Kevin. (2020). "In India, Trump aims for crowds and strategic friendship". https://edition.cnn.com/2020/02/23/politics/trump-india-visit/index.html
Mitra, E., Hollingsworth, J. "24 dead, at least 188 injured in New Delhi clashes amid Trump's visit".https://edition.cnn.com /2020/02/25/asia/india-delhi-clashes-trump-intl-hnk/index.html
Mahyuddin. (2019). Sosiologi Komunikasi. Makassar : Shofia.
Maschan, Ali. (2007). Konstruksi Sosial Berbasis Agama. Yogyakarta: LKIS.
Muid, abd.Islam Vs. Barat : Merajut identitas yang terkoyak.
Muid, Abd. (2013). Islam Vs. Barat : Merajut identitas yang terkoyak. Nagakusuma Media Kreatif.
Nadie, Lahyanto. (2018). Media Massa dan Pasar Modal. Jakarta: Media Center.
Romli,khomsahrial. (2016). Komunikasi Massa. Jakarta:Grasindo.
Sobur , Alex. (2015). Analisis Teks Media. Bandung : Rosdakarya.
Sud, V., Pokharel, S., Suri, M., Mackintosh, E. "'They brought batons inside the mosque': Victims recount Delhi's worst sectarian violence in decades". https://www. cnnphilippines.com/world/2020/2/27/New-Delhi-clashes-mosque-attack.html.
Wendratama, Engelbertus. (2017). Jurnalisme Online. Jakarta : B First.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).