PENGARUH INTENSITAS MENGGUNAKAN TIK TOK TERHADAP PERILAKU BODY SHAMING ANAK
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v11i2.6640Keywords:
Body Shaming, Perilaku Anak, Tik TokAbstract
ABSTRAK
Kepopuleran Tik Tok telah merekonstruksi standar kecantikan baru. Hal tersebut dibarengi dengan anak sebagai pengguna Tik Tok yang mulai memperhatikan tubuh orang lain dan membandingkan dengan dirinya sendiri. Dengan media sosial, anak mendapatkan pengalaman melihat gambar dan unggahan lainnya mengenai gambaran kecantikan yang ideal. Fenomena yang kemudian muncul adalah tindakan body shaming. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan besaran pengaruh intensitas Tik Tok terhadap perilaku body shaming anak. Teori yang digunakan adalah Teori S-R. Intensitas menggunakan TikTok merupakan stimulus atau rangsangan, dan perilaku body shaming sebagai respon. Metode yang digunakan adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi penelitiannya adalah anak SD yang ada di Kota Cirebon. Teknik samplingnya adalah multistage cluster sampling, dan siswa kelas 6B SD Negeri Kebon Baru 5 sebagai sample. Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Alfa Cronbach, kemudian data diuji normalitas, uji liniearitas, dan uji korelasi menggunakan Korelasi Pearson dan uji regresi. Hasil penelitian adalah intensitas anak menggunakan Tik Tok memberikan besaran pengaruh sebesar 34% terhadap perilaku body shaming anak. Hal ini diperkuat dengan Teori S-R bahwa stimulus dari penggunaan media Tik Tok menghasilkan respon yang sesuai dengan konstruk pesan media tersebut. Saran penelitian selanjutnya dapat menambah faktor-faktor lain yang berhubungan dengan perilaku body shaming.
References
Aprilian, Devri, Yessy Elita, and Vira Afriyati. 2019. Hubungan Antara Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Perilaku Narsisme Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Consilia 2 (3): 220“28.
Bajari, Atwar. 2015. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Chairani, Lisya. 2018. Body Shame Dan Gangguan Makan Kajian Meta-Analisis. Buletin Psikologi 26 (1): 12“27. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.27084.
Damayanti, Trie, dan Ilham Gemiharto. 2019. Kajian Dampak Negatif Aplikasi Berbagi Video Bagi Anak-Anak Di Bawah Umur Di Indonesia. Communication 10 (1): 1. https://doi.org/10.36080/comm.v10i1.80.
Geofani, Dela. 2019. Pengaruh Cyberbullying Body Shaming Pada Media Sosial Instagram Terhadap Kepercayaan Diri Wanita Karir Di Pekanbaru. Jom Fisip 6: 2“6.
Juszczyk, Stanis‚aw. 2015. Fields of Impact of Social Media on Youth “ Methodological Implications. Acta Technologica Dubnicae 5 (2): 80“86. https://doi.org/10.1515/atd-2015-0066.
Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Lanigan, Raisin. 2019. How TikTok Is Changing Beauty Standards for Gen Z - i-D. In Vice. https://i-d.vice.com/en_us/article/vb99em/tik-tok-beauty-standards-e-girl-make-up.
Matei, Adrienne. 2019. TikToks Soft Girls: Could a Hyper-Cute Aesthetic Be a Symbol of Empowerment. In The Guardian. https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2019/dec/04/tiktok-soft-girl-femininity-empowerment-culture.
Morissan. 2013. Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Prenadana Media Group.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Vaisman. 2019. Menampilkan Masa Remaja Menggunakan Bahasa Digital Dalam Israblogging. In Wacana Digital. Jakarta: Kencana.
Vargas, Erika. 2015. Body Shaming: What Is It & Why Do We Do It? - Walden Eating Disorders. https://www.waldeneatingdisorders.com/blog/body-shaming-what-is-it-why-do-we-do-it/.
Wahyuti, Tri. 2018. Tingkat Kompetensi Anak Muda Dalam Melakukan Literasi Media Digital Melalui Aplikasi Whatsapp. Conference on Dynamic Media, Communications, and Culture 2018 1: 211“23.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).