DAKWAHTAINMENT : RESITASI AL-QURAN OLEH KALANGAN ARTIS DANGDUT
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v11i2.6965Keywords:
Televisi, Dakwahtainment, Indonesia Mengaji, Artis DangdutAbstract
Televisi merupakan salah satu media massa yang dapat menyampaikan informasi dengan jangkauan yang luas baik nasional maupun internasional. Suguhan program atau acara yang disajikan oleh berbagai stasiun atau channel sangatlah bervariasi, mulai dari program-program umum seperti sinetron, komedi, berita sampai pada program-program yang Islami. Salah satu channel yang menyuguhkan program Islami yaitu Indosiar. Masifikasi program Islami mulai tampak sejak menjelangnya bulan ramadhan sampai berakhirnya bulan ramadhan, di mana Indosiar merupakan representasi channel TV yang menyuguhkan program Islami seperti acara Ramadhan di rumah saja. Makalah ini mencoba untuk mengeksplorasi praktik-diskursif resitasi Alquran (segmen Indonesia Mengaji) dalam acara Ramadhan di rumah saja oleh channel Indosiar. Penelitian ini didasarkan pada karya Inaya Rakhmani tentang dakwahtainment. Melalui praktik resitasi Alquran, para artis dangdut mengekpresikan kesalehannya dan menyampaikan pesan-pesan Islami. Popularitas artis tersebut menjadi faktor utama untuk menarik konsumen dengan mempertahankan daya tarik pribadinya dan tentunya memperhatikan penyampaian konten Islami. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan komersialisasi televisi mampu mengkolaborasi antara format penyiaran televisi dengan konten-konten Islami.
References
Baidan, Nashruddin. 2003. Perkembangan Tafsir Alquran Di Indonesia. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Ismalia, Syifa. 2020a. Alasan Soimah Mau Bergabung Di Ramadan Di Rumah Saja Yang Tayang Di Indosiar. Fimela.Com. 2020. https://www.fimela.com/news-entertainment/read/4244927/alasan-soimah-mau-gabung-di-ramadan-dirumah-saja-yang-tayang-di-Indosiar.
”””. 2020b. Soimah Grogi Bawakan Acara Ramadhan Di Rumah Saja Indosiar. Fimela.Com. 2020. https://www.fimela.com/news-entertainment/read/4243155/soimah-grogi-bawakan-acara-ramadan-di-rumahsaja-indosiar.
Jurriens, Edwin, dan Ross Tapsell. 2017. Digital Indonesia: Connectivity and Divergence. ISEAS: Yusof Ishak Institute.
Maarif, Cholid. 2017. Kajian Alquran Di Indonesia: Telaah Kritis. Jurnal QOF 1 (2): 117“27.
Masrurin, Ainatu. 2018. Murattal Dan Mujawwad Alquran Di Media Sosial. Studi Ilmu-Ilmu Alquran Dan Hadis 19 (2): 188“202.
Rakhmani, Inaya. 2016. Mainstreaming Islam in Indonesia: Television, Identity, and The Middle Class. New York: Palgrave Macmillan.
Rasmussen, Anne K. 2010. Women, The Recited Quran and Islamic Music in Indonesia. London: University Of California Press.
Wahyuni, Tri. 2019. Pembacaan Alquran Di Ruang Publik: Refleksi Pembentukan Karakter Religius Siswa Di Tengah Kepanikan Moral. As-Sibyan: Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islan Dan Manajemen Pendidikan Dasar 2 (1): 80“98.
Winda. 2020. Ramadhan Penuh Berkah Di Rumah Saja Bersama Indosiar. Kalselpos.Com. 2020. https://kalselpos.com/2020/04/14/ramadhan-penuh-berkah-di-rumah-saja-bersama-Indosiar/.
Zaini, Ahmad. 2015. Dakwah Melalui Televisi. At-Tabsyir: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam 3 (1): 1“20.rst.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).