ETIKA FOTOGRAFI DALAM PROSES DOKUMENTASI KELAHIRAN
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v11i2.7143Keywords:
Fotografi, Etika Fotografi, Birth Photography, Media SosialAbstract
ABSTRAK
Artikel ini membahas mengenai etika fotografi, khususnya dalam proses dokumentasi kelahiran dari sebelum proses dokumentasi, hingga setelah dokumentasi dilakukan. Industri fotografi berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan tren yang berkembang. Salah satu genre fotografi yang mulai muncul dan tren di tengah masyarakat adalah birth photography. Birth photography atau foto dokumentasi persalinan dilakukan untuk mengabadikan momen yang sakral dan tidak terulang dari seorang ibu yang tengah berjuang saat melahirkan sang buah hati. Terdapat banyak sekali pelaku bisnis fotografi yang kemudian menawarkan jasa dokumentasi persalinan, namun ternyata belum semua fotografer mengetahui mengenai kode etik yang dapat dijadikan pedoman ketika melakukan dokumentasi persalinan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui etika fotografi dalam birth photography, mengenai teknis dokumentasi dan publikasi dokumentasi melalui media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa terdapat asosiasi internasional fotografer persalinan professional (IAPBP) yang mewadahi para fotografer persalinan. Dalam asosiasi tersebut terdapat kode etik yang dapat dijadikan pedoman bagi fotografer persalinan dalam menjalankan pekerjaannya. Adapun kode etik tersebut berkaitan ketika proses dokumentasi di lingkungan tempat bersalin, kode etik dengan klien dan keluarga klien, mengenai bagian tubuh yang akan didokumentasikan serta kode etik ketika mengunggah hasil foto persalinan di media sosial. Utamanya terkait dengan ketentuan dari platform media sosial tersebut.
References
Birowo, Mario Antonius dan Perbawaningsih, Yudi. 2004. "Mengembangkan Self Regulation dalam Etika Komunikasi." Jurnal Ilmu Komunikasi 87-94.
Hasibuan, Lynda. 2019. www.cnbcindonesia.com. July 21. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190721191935-33-86443/jasa-fotografi-persalinan-semakin-diminati-berapa-biayanya.
Josina. 2019. inet.detik.com. https://inet.detik.com/cyberlife/d-4631668/langgar-aturan-instagram-akun-bakaldihapus.
Kirnandita, Patresia. 2018. tirto.id. https://tirto.id/pro-kontra-foto-melahirkan-diunggah-di-media-sosial-cGeC.
Kriyantoro, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenade Media.
Moleong, Lexy, J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
P. Graham, Aubrey, James V. Lavery, and Robert Cook. 2019. "Ethics of Global Health Photography: A Focus on." Health and Human Rights Journal 49-62.
Sudi D, Gabriella. 2018. PUSAT FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA. Skripsi, Yogyakarta: UAJY.
Wibowo, Arif Ardy. 2015. "Fotografi Tak Lagi Sekadar Alat Dokumentasi." Jurnal Seni Imajinasi Vol. IX No.2 Juli 137-142.
Widyatmoko, Agus Toto. 2016. "Etika Menulis dengan Cahaya." JURNAL INTERAKSI, Vol 5 No. 2, Juli 2016 209-218.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).