MAKNA HIJRAH PADA ANGGOTA GERAKAN #INDONESIATANPAPACARAN
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v12i1.7181Keywords:
Indonesia Tanpa Pacaran, Konservatif, Makna HijrahAbstract
Tren hijrah yang ada saat ini diikuti dengan menguatnya wacana konservatisme. Salah satu gerakan yang ikut dalam menyebarkan nilai konservatif tersebut adalah #IndonesiaTanpaPacaran. Gerakan ini menggunakan framing ajakan berhijrah untuk mendapatkan dukungan dalam rangka mencapai tujuannya menegakkan syariat Islam di masyarakat. Mereka diindikasikan berusaha merubah ideologi para anggota yang direkrut dengan mempropagandakan pemaknaan hijrah versi mereka. Hal ini dapat berbahaya mengingat gerakan ini memiliki kedekatan dengan Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang telah dibubarkan oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mendalami bagaimana pengalaman dan pemaknaan hijrah yang dilakukan oleh para anggota gerakan #IndonesiaTanpaPacaran untuk mengetahui apakah propaganda hijrah yang dilakukan gerakan ini telah berhasil merubah ideologi anggotanya. Fenomenologi Husserl dan Alfred Schutz digunakan untuk menggali pengalaman dan makna hijrah dari sudur pandang para anggota gerakan #IndonesiaTanpaPacaran secara natural sehingga dapat ditemukan bahwa para anggota gerakan #IndonesiaTanpaPacaran memiliki pengalaman hijrah yang tidak banyak dipengaruhi oleh gerakan #IndonesiaTanpaPacaran dan mereka memaknai hijrah sebagai perubahan perilaku dari buruk menjadi baik sesuai dengan ajaran Islam. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki keinginan yang sama dengan gerakan #IndonesiaTanpaPacaran untuk menegakkan syariat Islam di masyarakat dan memiliki paham Islam yang cenderung berbeda dengan gerakan tersebut.
References
Ahnaf, Mohammad Iqbal. 2018. Hizb Al-Tahrir: Its Ideology and Theory for Collective Radicalization. In Expressions of Radicalization: Global Politics, Processes and Practices, edited by Kristian Steiner and Andreas Önnerfors, 295“320. Cham: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-65566-6_11.
Al-Jauziyah, Ibnul Qayyim. 2002. Bekal Hijrah Menuju Allah. Depok: Gema Insani.
Ardian, Donny Gahral. 2016. Pengantar Fenomenologi. Depok: Koekoesan.
Aswadi. 2011. Reformulasi Epistemologi Hijrah Dalam Dakwah. Jurnal Islamica 5 (2): 339“52.
Bruinessen, Martin van. 2013. Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the Conservative Turn. Pasir Panjang: ISEAS Publishing.
CNN Indonesia. 2019. Curhat Hijrah Para Ukhti Di Indonesia Tanpa Pacaran. 2019. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190517194056-20-395913/curhat-hijrah-para-ukhti-di-indonesia-tanpa-pacaran/2.
Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif Dan Desain Riset: Memilih Di Antara Lima Pendekatan. 3rd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Geotimes. 2018. Indonesia Tanpa Pacaran Bergaun Kapital. 2018. https://geotimes.co.id/opini/indonesia-tanpa-pacaran-bergaun-kapital/.
Haryanto, Sindung. 2012. Spektrum Teori Sosial: Dari Klasik Hingga Postmodern. Sleman: Ar-Ruzz Media.
IDN Times. 2018. Eksklusif: Mengenal Gagasan Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. 2018. https://www.idntimes.com/news/indonesia/indianamalia/eksklusif-mengenal-gagasan-gerakan-indonesia-tanpa-pacaran-1/3.
Indonesiatanpapacaran. 2017. Profil Gerakan #IndonesiaTanpaPacaran. 2017. http://indonesiatanpapacaran.com/2017/01/21/profil-gerakan-indonesiatanpapacaran/.
Kompas.com. 2017. HTI Resmi Dibubarkan Pemerintah. 2017. https://nasional.kompas.com/read/2017/07/19/10180761/hti-resmi-dibubarkan-pemerintah?page=all.
Morissan. 2015. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana.
Munafar, La Ode. 2018. #IndonesiaTanpaPacaran. Bantul: Gaul Fresh.
Nuriz, M. Afthon Lubbi. 2019. Generasi Muda Milenial Dan Masjid Di Era Digital. In Masjid Di Era Milenial: Arah Baru Literasi Keagamaan, edited by Jajang Jahroni and Irfan Abubakar, 157“82. Jakarta: Center for the Study of Religion and Culture.
Sari, Trie Yunita. 2019. Hijrah and Islamic Movement in Cyberspace A Social Movement Study of Anti- Dating Movement #IndonesiaTanpaPacaran. Universitas Gajah Mada.
Syam, Nina Winangsih. 2015. Komunikasi Transendental: Perspektif Sains Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Taylor, Steven J., Robert Bogdan, and Marjorie L. DeVault. 2016. Introduction to Qualitative Research. 4th ed. Hoboken: Wiley.
Tirto.id. 2018. Bisnis Dan Kontroversi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. 2018. https://tirto.id/cK25.
Zahavi, Dan. 2019. Phenomenology The Basics. New York: Routledge.
Internet:
CNN Indonesia. 2019. Curhat Hijrah Para Ukhti di Indonesia Tanpa Pacaran. 2019. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190517194056-20-395913/curhat-hijrah-para-ukhti-di-indonesia-tanpa-pacaran/2.
Geotimes. 2018. Indonesia Tanpa Pacaran Bergaun Kapital. 2018. https://geotimes.co.id/opini/indonesia-tanpa-pacaran-bergaun-kapital/.
IDN Times. 2018. Eksklusif: Mengenal Gagasan Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. 2018. https://www.idntimes.com/news/indonesia/indianamalia/eksklusif-mengenal-gagasan-gerakan-indonesia-tanpa-pacaran-1/3.
Indonesiatanpapacaran. 2017. Profil Gerakan #IndonesiaTanpaPacaran. 2017. http://indonesiatanpapacaran.com/2017/01/21/profil-gerakan-indonesiatanpapacaran/.
Kompas.com. 2017. HTI Resmi Dibubarkan Pemerintah. 2017. https://nasional.kompas.com/read/2017/07/19/10180761/hti-resmi-dibubarkan-pemerintah?page=all.
Tirto.id. 2018. Bisnis dan Kontroversi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. 2018. https://tirto.id/cK25.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).