MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DAKWAH PADA MASA PANDEMI
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v12i1.8205Keywords:
Media Sosial, Alat Komunikasi Dakwah, PandemiAbstract
Teknologi telah berkembang pesat, hal tersebut dikarenakan teknologi sudah menjadi kebutuhan primer oleh masyarakat. Perkembangan teknologi tidak dapat dihilangkan dari aktifitas kehidupan sehari-hari, semua aktifitas keseharian dapat dengan mudah dan cepat karena bantuan teknologi. Salah satunya dalam aspek informasi dan komunikasi. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada orang lain (komunikan) untuk memberikan informasi atau mengubah sikap, pendapat maupun perilaku dengan melalui lisan ataupun melalui media. Hadirnya media sosial memberikan peluang yang terbuka dalam proses penyebaran dakwah islam. Media sosial dilihat sebagai media massa yang mampu menyampaikan pesan dakwah dalam cakupan yang begitu luas dan ruang yang tidak terbatas. Pada masa pandemi virus covid 19, merupakan keadaan yang tidak berada dalam kondisi normal yang dapat memberikan dampak dalam berbagai aspek kehidupan, di mulai dari aspek sosial, aspek pendidikan, aspek ekonomi dan bahkan berdampak pula pada aspek keagamaan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan yaitu kajian-kajian dakwah. Sehingga dengan menggunakan media sosial dapat memudahkan pesan dakwah islam menyebar luas ke seluruh dunia tanpa adanya rasa khawatir akan penyebaran virus covid 19.References
An-Nabiry, Fathul Bahri. 2008. Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para Dai. Jakarta: Amzah.
Fauzi, Ahmad. 2020. Problematika Dakwah Di Tengah Pandemi Covid 19 Mewabah. Jurnal Al-Hikmah 18 (1): 27“36. https://doi.org/10.35719/alhikmah.v18i1.22.
Helmy, Masdar. 1976. Dakwah Dan Pembangunan. Jakarta: Wijaya.
Hidayatun, Umi. 2015. PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling.
Lexy J Moleong. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, Dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Ngalimun. 2017. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Prastya, Dythia Novianty & Dicky. 2021. YouTube Rajai Media Sosial Di Indonesia. Suara.Com. 2021. https://www.suara.com/tekno/2021/02/15/153000/youtube-rajai-media-sosial-di-indonesia.
Rahma, Farida Nur, and Mada Wijaya Kusumah. 2020. YOUTUBE SEBAGAI MEDIA DAKWAH MASA PANDEMI COVID 19 (Studi Analisis Konten Dakwah Channel Muslimah Media Center 15-30 Juni 2020). Dakwah Di Masa Pandemi Covid-19 19: 41“54.
Renel, Baiti. 2012. Materi Dakwah Dan Kebutuhan Madu. UIN Alauddin.
Rustandi, Ridwan. 2019. Cyberdakwah: Internet Sebagai Media Baru Dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam 3(2): 95.
Saputra, Wahidin. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Raja Grafindo.
Soyomukti, Nurani. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).