Moderasi Agama Nahdlatul Ulama di Era Global
DOI:
https://doi.org/10.24235/orasi.v12i1.8276Keywords:
Moderasi, Nahdlatul ‘Ulama, Era GlobalAbstract
Kekaburan dalam meresapi nilai-nilai keagamaan dirasakan menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat muslim maupun non-muslim. Masyarakat Muslim seakan menjadi penyumbang kegelisahan dan kesedihan yang tersimpan dibalik remuknya dunia peradaban manusia, meskipun dibangun dengan megahnya. Namun, di dalamnya justru menyimpan kompleksitas masalah umat manusia, di mulai dari keagamaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial hingga humanisme atau kemanusiaan. Disini perlu ada ramuan penyembuh bagi umat Muslim untuk menetralisir fenomena-fenomena tersebut, khususnya dalam segi keagamaan. NU (Nahdlatul Ulama) mempunyai peran yang strategis dan vital dalam hal ini, yang dinamakan dengan istilah moderasi agama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Menggunakan pendekatan perspektif historis, yakni suatu metode kajian dan sumber lain yang memuat informasi tentang masa lalu dan dilakukan secara sistematis. Dengan tujuan memahami masa lalu, dan berusaha memahami masa kini atas dasar peristiwa atau perkembangan di masa lampau.
References
Ali, A. Mukti. 1991. Metode Memahami Agama Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Arkoun, M. 1990. Al-Fikr al-Islamy: Naqd wa Ijtihad. Terjemahan Hashim Salih. London: Dar as-Sarqi.
Bisri, A. Musthofa. 2014. Khittah dan Khidmah: Kumpulan Tulisan Majma Buhuts An-Nahdiyyah. Pati: Roudloh Al-Thohiriah.
_______________. 2009. Mencari Bening Hati.
_______________. 2003. Tadarus (Antologi Puisi).
Faiqah, Nurul dan Pransiska, Toni. 2018. Radikalisme Islam VS Moderasi Islam: Upaya Membangun Wajah Islam Indonesia Yang Damai. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman 17 (1) Januari-Juni.
G. Borbaur, Ian. 1996. Issues in Sciensce and Religion. New York: Harper Torch-book.
Hossein Nasr, Sayyed. 1989. In Search of the Sacred. New York: Sunny Press.
Nurchlosih, A. 2012. Peran Tasawwuf dalam Merekonstruksi Krisis Spiritualitas Manusia Modern. Jurnal ¬Sosio-Religia.
Nurhasim, Ahmad dan Ridwan, N.K. 2004. Demoralisasi Khittah NU dan Pembaharuan. Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa.
Rahman, Fazlur. 1982. Islam and Modernity: Transformation of an Intelectual Tradition. Chicago: The University of Chicago Press, Chicago.
_____________. 1984. Membuka Pintu Ijtihad, terjemahan Anas Mahyudin. Bandung: Pustaka.
Ridho, Ali. 2019. Memahamai Makna Jihad Dalam Serial Film Kartun Cisform: Jihad FiSabilillah (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk). Jurnal Dakwah dan Komunikasi IAIN Curup. 4 (1).
Ridho, Ali dan Thibburruhany. 2019. Prinsip Toleransi Beragama Sebagai Pondasi Membangun Peradaban Islam di Era Modern. Jurnal El-Afkar 8 (1) Januari-Juni
Subhi, M. 2014. Desakralisasi dan Alenasi Manusia Dalam Peradaban Modern Persepektif Sayyed Hossein Nasr. Jurnal Universitas Paramidana.
Syafii Maarif, Ahmad. 2018. Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Watt, W. Montgomery. 1962. Islamic Philosophy and Theologi. t.t: Edinburg at the University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).