PEMBENTUKAN KATA BARU MELALUI PROSES BLENDING SEBAGAI IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN

Authors

  • Arif Budiwinarto Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang-Banten
  • Mursyid Kasmir Naserly Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.24235/orasi.v12i2.8765

Keywords:

Blending, Identitas Perusahaan, Komunikasi Pemasaran

Abstract

Manusia melakukan komunikasi dalam upaya mencapai tujuannya. Dalam proses komunikasi terdapat interaksi antara komunikator dan komunikan menggunakan bahasa sebagai saluran (media) penyampai pesan. Memiliki sifat unik, bahasa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk sebagai identitas perusahaan dalam komunikasi pemasaran. Bahasa dapat dimodifikasi serta menghasilkan kata baru melalui proses morfologi, khususnya blending. Pembentukan kata baru melalui proses blending merupakan proses kreatif yang menarik dalam berbagai bidang mencakup juga komunikasi pemasaran. Penelitian ini menganalisa proses morfologis pembentukan kata baru sebagai tagline produk jasa yang diliuncurkan oleh perusahaan retail Ace Hardware serta implementasinya sebagai identitas perusahaan dalam perangkat promosi (promotion tools). Penulis meneliti penciptaan kata baru dalam tagline Acesistant melalui proses morfologis blending menurut Adriene Lehrer dan John Algeo, serta analisis penggunaan tagline sebagai identitas perusahaan dalam perangkat promosi. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan kata baru melalui proses morfologis blending mampu menghasilkan sebuah tagline produk jasa yang merepresentasikan identitas sebuah institusi bisnis. Lebih jauhnya, tagline juga berfungsi sebagai komponen promosi dalam komunikasi pemasaran yang menonjolkan ciri khas.

Author Biography

  • Arif Budiwinarto, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang-Banten
    Prodi Ilmu Komunikasi Buddha

References

Anita Ramadhiyanti; Kurniawati. 2014. PENGETAHUAN MORFOLOGI ( MORPHOLOGICAL AWARENESS ) DALAM PROSES PENGENALAN Inggris Dalam Penggunaan Bahasa Inggrisnya . Pada Kurikulum Pendidikan Bahasa Performa Pelajar , Namun Penguasaan Pengetahuan Atau Komponen Bahasa Inggris, 103“18.

Arens, W.F. 1996. Contemporary Advertising. 6th ed. Chicago: Irwin.

Giyatmi; Wijayava; Arumi. 2018. Blending: Sebuah Alternatif A . Pendahuluan Pada Pertengahan Tahun 2016 , Beredar Sebuah Snack Atau Makanan Ringan Yang Cukup Membuat Heboh Masyarakat Indonesia . Snack Tersebut Dikenal Dengan Nama Bikini . Snack Tersebut Dianggap Memiliki Muatan Pornagr. Adabiyyt: Jurnal Bahasa Dan Sastra II (2): 156“80.

Hosseinzadeh, Naghmeh Mirzaie. 2014. New Blends in English Language. EA Journals 2.

Knapp, Duanne E. 2001. The Brand Mindset. Yogyakarta: ANDI.

Kotler, Philip, Gary Armstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 2. (Damos Sihombing. Alih Bahasa). Jakarta: Erlangga.

Kushartanti. 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lehrer, Adriene. 2007. Lexical Creativity, Texts Dan Contexts. Amsterdam: John Benjamins Publishing.

Rossiter, J.R., dan Larry, P. 1997. Advertising Communication & Promotion Management. Boston: Irwin McGraw Hill.

Shimp. Terence. 2014. Komunikasi Pemasaran Terpadu Dan Periklanan Promosi. Jakarta: Salemba Empat.

Smith, P.R. 1998. Marketing Communications, An Integrated Approach. London: Kogan Page.

Stewart, Thomas. W. 2001. Languages Files. USA: The Ohio State University Press.

Sulaksana, Uyung. 2003. Integrated Marketing Communication. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Thomas, S. Robertson dan Harold, Kassarjian (ed). Englewood, Cliffs. 1991. Handbook of Consumer Behavior. New York: Prentice-Hall.

Zaim, M. 2015. Pergeseran Sistem Pembentukan Kata Bahasa Indonesia: Kajian Akronim, Bleding, Dan Kliping. Linguistik Indonesia 33 (2): 173“92.

Downloads

Published

2021-12-31