Problematika Penerapan Layanan Konseling di Sekolah Menengah Pertama Kota Tarakan

Authors

  • Tri Cahyono Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i2.9661

Keywords:

Problematika Layanan Konseling, SMP Kota Tarakan.

Abstract

Konseling individual merupakan proses interaktif yang dicirikan oleh hubungan yang unik antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dan peserta didik/konseli yang mengarah pada perubahan perilaku, konstruksi pribadi, kemampuan mengatasi situasi hidup dan keterampilan membuat keputusan. Pelaksanaan konseling di jenjang sekolah menengah mencakup berbagai aspek perserta didik seperti aspek poribadi, sosial, belajar, karir. Keberhasilan proses konseling terhadap pemecahan masalah peserta didik/konseli dievaluasi oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui pengungkapan kepuasan konseli terhadap proses konseling. Pelaksanaan layanan konseling tentunya tidak serta merta berjalan lurus tanpa ada problematika yang mengikuti. Dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam persoalan yang mengikuti perkembangan layanan konseling di kota Tarakan. Dalam penelitian ini, penulis akan memaparkan berbagai problematika pelaksanaan layanan konseling di sekolah menegah di Kota Tarakan. Hasil temuan terhadap problematika layanan konseling jenjang SMP di Kota Tarakan diakibatkan faktor internal maupun eksternal. Data problematika layanan konseling yang paling tinggi dari faktor internal adalah konselor yang tidak memahami tahapan konseling dengan baik, sedangkan data problematika layanan konseling dari faktor eksternal yang paling tinggi adalah buruknya perspektif siswa terhadap fungsi konseling yang menyebabkan siswa enggan berpartisipasi aktif mengikuti layanan konseling.

Author Biography

  • Tri Cahyono, Universitas Borneo Tarakan
    Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan

References

Depdibud. (2007). Rambu-Rambu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling pada Jalur Pendidikan Formal, Jakarta: Direktorat Jenderal PMPTK, Jakarta.

Kemendikbud. (2016). Panduan operasional Penyelenggaraan bimbingan dan konseling Sekolah menengah pertama (SMP). Jakarta: Direktorat Jenderal PMPTK, Jakarta.

Gysbers, N C, & Henderson, P. (2000). Developing and managing your school guidance program Ord ed. Alexandria, VA: American Counseling Association.

Gysbers, Norman C., & Henderson, P. (2014). Developing and managing your school guidance and counseling program. John Wiley & Sons.

Royse, D., Thyer, B. A., & Padgett, D. K. (2010). Program Evaluation: : An introduction. Nelson Education. Stufflebeam, D. L. (1973). Toward a science of educational evaluation. Evaluation of Education, 11, 20.

Worthen, B. R., Sanders, J. R., & Fitzpatrick, J. L. (1997). Program evaluation. Alternative Approaches and Practical Guidelines, 2.

Downloads

Issue

Section

Articles