KELAS SOSIAL DALAM SISTEM LANDELIIJK STELSEL MASA RAFFLES (1811-1816)
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v6i1.3252Abstract
Alih-alih disebut sebagai motor penggerak perubahan birokrasi dari sistem pemerintahan tradisional ke modern, Raffles justru memberikan ruang dan kesempatan bagi para pejabat kolonial untuk semakin memperbesar kekuasaannya. Sementara, para raja, sultan dan penguasa lokal semakin dikecilkan perannya, terutama dalam kegiatan politik dan ekonomi. Salah satu bentuk reformasi birokrasi yang diputuskan oleh Raffles adalah penetapan Sistem Landeliijk Stelsel (Sewa tanah) yang dianggap mengawali perubahan dalam gerakan sosial budaya dan mengangkat posisi para petani dengan cara menghapuskan sistem tanam paksa menjadi sistem kontrak atas tanah. Sebaliknya, sistem ini menjadi bukti dominasi terhadap priyayi yang banyak dikurangi tersebut. Apalagi setelah Raffles membentuk kebijakan baru yaitu mengangkat pegawai Eropa. Para pegawai Eropa yang baru dan dijadikan sebagai petugas pendamping, pengawas para bupati dan para pengawas penghasilan yang diperoleh dari tanah (Opziener der landelijke inkomsten) yang kemudian disebut sebagai pangreh praja (Controleur van het Binnenlands Bestuur).
Kata Kunci: tuan tanah, petani, sewa tanah, Raffles
References
Daliman, A. 2012. Sejarah Indonesia Abad XIX-Awal Abad XXI: Sistem Politik Kolonial dan Administrasi Pemerintahan Hindia-Belanda. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Raffles, Thomas Stamford. 2016. The History of Java. Terj. Yogyakarta: Penerbit Narasi.
Zaenal Masduqi. 2011. Cirebon Dari Kota Tradisional Ke Kota Kolonial. Cirebon: Nurjati Press.
Clifford Geertz. 2013. Agama Jawa Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu.
Jajat Burhanudin. 2017. Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. Jakarta: Kencana.
Sumber Lain:
Nuralia, Lia. 2015. Peran Elite Pribumi dalam Eksploitasi Kapitalisme Kolonial: Komparasi Antara Prasasti dan Arsip. Bandung: Balai Arkeologi Bandung.
Wijaya, Daya Negri. 2017. Thomas Stamford Raffles di Bengkulu: Politisi atau Ilmuwan? Malang: Universitas Negeri Malang.
Mappatoba, Mustainah. 2014. Resensi Buku: Frans Husken (1998) Masyarakat Desa dalam Perubahan Zaman: Sejarah Diferensiasi Sosial di Jawa. Palu: Universitas Tadulako.
Wahid, Abdul. 2017. Dualisme Pajak di Jawa: Administrasi Pajak Tanah di Wilayah Vorstenlanden pada Masa Kolonial, 1915-1942. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Wahyono, Effendi. 2017. Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Pedesaan di Jawa Abad ke-19. Seminar Nasional Riset Inovatif Universitas Terbuka.
Ittihadiyah, Himayatul. 2012. Bagelen Pasca Perang Jawa (1830-1950): Dinamika Sosial Politik dan Ekonomi di Bekas Wilayah “Negaragung†Kesultanan Mataram Islam (Vorstenlanden). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Nurtanti, Ike Evi dan Riyadi Sariyatun. T.T. The Effect of Landrente on Land Mastery and Land Use in Mangunharjo Sub District, Madiun (1860-1870). Fakultas Sejarah.
Yulianti. 2013. Dampak Kebijakan Kolonial di Jawa. Malang: Universitas Negeri Malang.
Purnomo, Teguh. 2005. Hukum dan Sengketa Pertanahan: Studi Kasus Gerakan Organisasi Petani SeTam (Serikat Tani Merdeka) dalam Proses Reklaiming di Desa Mulyadadi Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap. Solo: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work