KONSEPSI PEMIKIRAN FILSAFAT SEJARAH DAN SEJARAH MENURUT IBNU KHALDUN
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v6i2.3521Abstract
Dalam dunia Islam, Ibnu Khaldun adalah sosok cendekiawan sekaligus ilmuwan Muslim yang mampu membuat dunia Islam menjadi besar berkat karya-karyanya. Bagi sarjana Muslim maupun Barat karena karyanya, dia dianggap sebagai properti dunia yang pemikirannya harus dilestarikan dan direproduksi. Salah satunya adalah mengenai konsepsi sejarah yang dijadikan referensi bagi seluruh ahli sejarah dan ahli sosiologi di dunia. Dalam memahami konsepsi sejarah yang ditulis oleh Ibnu Khaldun kita akan mengetahui mengenai kontruksi sejarah dari sisi bangunan sejarah bahwa sejarah tidak lebih dari rekaman siklus periode masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran bagi generasi sekarang atau masa mendatang bahwa pola dan alur sejarah akan mengikuti perubahan-perubahan sosial yang akan mengikuti siklus kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan (approach) filsafat sejarah dalam menjawab fenomena-fenomena sejarah yang terjadi di masa lampau sehingga filsafat menawarkan kekuatan logis dalam sejarah yang bisa menjelaskan bahwa sejarawan bisa mampu menganalisis peristiwa sekarang agar kita bisa terhindar dari kehancuran sebuah peradaban dan bisa menjadikan peristiwa sebelumnya menjadi pelajaran bagi umat manusia agar umat manusia bisa tetap menjaga solidaritas dalam kehidupan di dunia.
References
Abdullah Enan, Muhammad. Ibnu Khaldun : His Life And Work. New Delhi : kitab Bhavan, 1979.
Akbar, T Syaiful. Manusia dan Pendidikan menurut pemikiran Ibnu Khaldun dan John Dewey. Banda Aceh : Jurnal Ilmiah Didaktika Vol. 15 No.2, 2015.
Al-Sharqawi, Effat. Gerak Sejarah, (Filsafat Kebudayaan Islam). Bandung : Universitas Padjajaran. 2007.
Dhiaudin Rais, Muhammad. 2001. (Penj) Al-Kattani, Abdul Hayyie. Teori Politik Islam. Jakarta : Gema Insani Press. 2001.
Hasbullah, Moeflih. Supriyadi, Dedi. Filsafat Sejarah, Bandung : CV. Pustaka Setia, 2012.
Hitti, Philip K. (Penj) Yasin, Cecep Lukman. History of The Arabs, Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta, 2002.
Kartodirjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, Yogyakarta : Ombak, 2017.
Mansur. Model Kekuasaan Politik Ibnu Khaldun (sebuah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia), Yogyakarta, Jurnal UNISIA Vol. XXX No. 66, 2007.
Mahdi, Muhsin. Ibnu Khaldun Philosophy of History, Chicago : University of Chicago Press, 1971.
Rizka, Hasanul. Ibnu Khaldun Pelopor Filsafat Sejarah Modern, Jakarta :Surat Kabar Republika, Edisi Senin 19 Jini 2017.
Supriyadi, Dedi. Sejarah Peradaban Islam, Bandung : Pustaka Setia, 2008.
. Pengantar Filsafat Islam (Lanjutan Teori dan Praktek), Bandung : Pustaka Setia, 2010.
Sulasman. Metodologi Penelitian Sejarah, Bandung : Pustaka Setia, 2013.
Tamburaka, Rustam. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat dan Iptek, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2002.
Tafsir, Ahmad. Filsafat Ilmu, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2013.
Yatim, Badri. Historiografi Islam, Jakarta : PT. Logos Wacana Ilmu, 1997.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work