ISLAM DALAM PERJUANGAN BAGUS RANGIN MELAWAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA-PRANCIS DAN INGGRIS, 1810-1812
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v6i2.3562Abstract
Abstrak
Dua dekade awal abad kesembilan belas, menjadi waktu terjadinya beberapa gerakan sosial di wilayah Karesidenan Cirebon. Pelbagai kerusuhan dan gerakan yang sebab musababnya berkisar tentang keadilan dan ekonomi membuat Cirebon menjadi daerah yang tidak pernah tenang. Ada sejumlah pendapat yang menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan ini terdiri dari banyak kelompok dan golongan. Artikel ini mencoba untuk mengungkapkan background sosio-ekonomi masyarakat Cirebon pada awal abad kesembilan belas, dan menguraikan gerakan perjuangan yang digalang oleh Bagus Rangin untuk melawan pemerintahan kolonial pada tahun 1810-1812. Selain itu, tulisan ini juga berupaya untuk melihat Islam yang tampak dalam gerakan sosial Bagus Rangin tersebut. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah metode sejarah dengan pendekatan naratif. Hasil dari riset ini adalah kondisi masyarakat Cirebon yang terbelenggu masalah ekonomi akibat adanya kebijakan politik dan pertanahan yang datang dari Batavia. Adapun gerakan yang dipimpin oleh Bagus Rangin merupakan gerakan sosial yang menjadi respon atas kebijakan tersebut. Sedangkan untuk unsur Islam dalam gerakan itu, tampak jelas terlihat dalam sejumlah hal, seperti keyakinan eskatologis, melakukan ziarah, penggunaan pakaian, dan lain sebagainya.
Â
Kata kunci: Gerakan Sosial, Pertanahan, Bagus Rangin, Pemerintah Kolonial, Cirebon.
References
Daftar Pustaka
Boomgaard, Peter. 2004. Anak Jajahan Belanda: Sejarah Sosial dan Ekonomi Jawa 1795-1880. Jakarta: PT Djambatan.
Boulger, Demetrius Charles. 1897. The Life of Sir Stamford Raffles. London: Horace Marshall & Son.
Ekadjati, Edi S. 1990. Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Daerah Jawa Barat. Jakarta: Perpustakaan Nasional.
Iskandar, Yoseph. 1990. Bagus Rangin. Bandung: Perpustakaan Kebudayaan Sunda Universitas Padjajaran.
Kartodirdjo, Sartono. 1973. Protest Movement in Rural Java: A Study of Agrarian Unrest in the Nineteenth and Early Twentieth Centuries. Singapore: Oxford University Press and Institute of Southeast Asian Studies.
Kemp, P.H. van Der. 1979. Pemberontakan Cirebon tahun 1818. Jakarta: Yayasan Idayu.
Martanagara, R.A.A. 1978. Babad Sumedang, edisi Said Raksakusumah dan Edi S. Ekadjati.
Moertono, Soemarsaid. 1985. Negara dan Usaha Bina-Negara di Jawa Masa Lalu, Studi tentang Masa Mataram II Abad XVI-XIX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rahardjo, Supratikno (ed.). 1989. Kota Dagang Cirebon sebagai Bandar Jalur Sutera. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ricklefs, Merle Calvin. 2010. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi.
Soemardjan, Selo. 1984. “Land Reform di Indonesiaâ€, dalam Sediono M.P. Tjondronegoro dan Gunawan Winardi (peny.), Dua Abad Penguasaan Tanah, Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Gramedia.
Stapel, Frederik Willem. 1940. Geschiedenis van Nederlandsch Indie, Batavia: 1940, Jilid V.
Tijdschrift van Binnenlandsch Bestuur 23, 1902.
Vlekke, Bernard Hubertus Maria. 1959. Nusantara: A History of Indonesia. The Hague: W. Van Hoeve.
Zuhdi, Susanto. 1996. “Hubungan Pelabuhan Cirebon dengan Daerah Pedalaman: Suatu Kajian dalam Kerangka Perbandingan dengan Pelabuhan Cilacap 1880-1940†dalam Susanto Zuhdi (peny.), Cirebon sebagai Bandar Jalur Sutra: Kumpulan Makalah Diskusi Ilmiah. Jakarta: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work