Tinjauan Historis: Pemikiran Hukum Islam Pada Masa Tabi’in (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i Dan Imam Hanbali) Dalam Istinbat Al-Ahkam
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i1.5848Abstract
Pada masa Tabi’in perkembangan hukum Islam ditandai dengan munculnya aliran-aliran politik secara implisit mendorong terbentuknya aliran hukum. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: perluasan wilayah dan perbedaan penggunaan Ra’yu. Secara tidak langsung terbentuknya aliran ini membuktikan bahwa dalam Islam terdapat kebebasan berpikir dan masing-masing saling bertoleransi/saling menghargai perbedaan itu. Perbedaan itu tidak menjadi penghalang dalam kebersamaan dan ukhwah islamiyah. Secara umum masa tabi’in dalam penetapan dan penerapan hukum mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan oleh sahabat dalam istinbath al-ahkam. Istinbath ini dilakukan dengan cara berijtihad yang sesuai dengan ketentuan sumber Islam yaitu al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Pembentukan madzhab dilihat dari semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, pada fase ini dikatakan sebagai zaman keemasan dalam sejarah perkembangan hukum Islam. Faktor utama yang mendorong perkembangan hukum Islam adalah karena berkembangannya ilmu pengetahuan di dunia Islam. Sehingga muncul madzhab-madzhab fiqh Islam setelah masa sahabat dan kibrar al-tabi’in berjumlah tiga belas aliran. Muncul tiga belas mujtahid yang madzhabnya dibukukan dan diikuti pendapatnya, kesemuanya berafiliasi dengan aliran Ahl al-sunnah. Namun, madzhab-madzhab yang terkenal hanya empat yaitu Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali.
References
Abdillah, Nanang. (2014). Madzhab Dan Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan. Jurnal Fikroh Vol. 8 No. 1 Juli.
Ajat Sudrajat. (2015). Sejarah Pemikiran Dunia Islam dan Barat. Malang: Intrans Publishing.
Al-‘Asyqar, ‘Umar Sulaiman. (1991). Tarikh Al-Fiqh Al-Islami. Amman: Dar Al-Nafa’is.
Al-‘Ulwani, Thaha Jabir Fayadi. (1987). Adab al-Ikhtilaf fi al-Islam. Washington: The International Institute of Islamic Thought.
Ali, Mohammad Daud. (2002). Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Djalaluddin, M. Mawardi. (2017). Unsur Kemoderenan Dalam Mazhab Ibnu Hanbal. Jurnal Al-Daulah Vol. 6, No. 1, Juni.
Fauzi. (2018). Sejarah Hukum Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Izomiddin. (2018). Pemikiran dan Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Juliansyahzen, M. Iqbal. (2015). Pemikiran Hukum Islam Abu Hanifah: Sebuah Kajian Sosio-Historis Seputar Hukum Keluarga. Jurnal Al-Mazahib Volume 3, Nomor 1, Juni.
Karim, Abdul. (2015). Manhaj Imam Ahmad Ibn Hanbal Dalam Kitab Musnadnya. Jurnal Riwayah Vol. 1, No. 2, September.
Latupono, Barzah, dkk. (2017). Buku Ajar Hukum Islam. Yogyakarta: Deepuhlish.
Mubarok, Jaih. (2000). Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Musa, Muhammad Kamil. (1989). Al-Madkhal Ila Al-Tasyri’ Al-Islami. Beirut: Muassasah Al-Risalah.
Rohidin. (2016). Buku Ajar Pengantar Hukum Islam. Yogyakarta: Lintang Rasi Aksara Books,
Rohidin. (2004).Historisitas Pemikiran Hukum Imam Asy-Syafi'i. Jurnal Hukum No. 27 Vol 11 September.
Saputra, Askar. (2018).Metode Ijtihad Imam Hanafi Dan Imam Malik. Jurnal Syariah Hukum Islam Vol 1, No 1, 16-37.
Setiyanto, Danu Aris. (2016). Pemikiran Hukum Islam Imam Malik Bin Anas (Pendekatan Sejarah Sosial). Al-ahkam Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol. 1, Nomor 2,
Shomad, Abd. (2017). Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia. Jakarta: Kencana.
Syaltout, Mahmud. (1966). Al-Islam Aqidah Wa Syariah. Kairo: Dar Al-Qalam,
Yaqin, Ainol. (2016). Evolusi Ijtihad Imam Syafi’i: Dari Qawl Qadim Ke Qawl Jadid. Jurnal Al-Ahkam Volume 26, Nomor 2, Oktober.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work