Rekonstruksi Sejarah Perlawanan Sultan Matangaji melalui Naskah Babad
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i2.6858Abstract
Banyak peristiwa masa lalu Cirebon yang belum terungkap yang darinya memunculkan banyak spekulasi. Satu diantaranya tentang sejarah Cirebon pada masa Sultan Sepuh V, Sultan Matangaji. Dengan menggunakan pendekatan filologi penelitian ini berusaha merekonstruksi sejarah Sultan Matangaji melalui naskah-naskah babad atau historiografi tradisional. Sultan Matangaji adalah tokoh kunci untuk memahami “sejarah peteng†Cirebon pada awal abad ke-19. Perlawanan Sultan Matangaji terhadap Belanda dengan mengerahkan dua panglima perang, Raden Welang dan Raden Kertawijaya ke Batavia, menjadi titik balik bagi arah sejarah Cirebon di masa-masa berikutnya. Begitu banyak dampak yang diakibatkannya. Catatan kolonial menyebutkan sejumlah jabatan tidak lagi dibawah wewenang sultan Cirebon tetapi seorang residen. Sementara naskah babad menyebutkan luas kekuasaan Cirebon dibatasi menjadi 1000 pasagi.
References
Atja. 1988. Menjelang Penetapan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Cirebon.
Hasyim, Rafan S. dkk. 2013. Serat Carub Kandha. Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat.
Kaprabon, Pangeran Hempi Raja dan Zaedin, Muhamad Mukhtar. 2018. Pustaka Asal-Usul Kasultanan Cirebon: Transliterasi dan Terjemahan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Lombard, Denys. Garden in Java. Translated by John M. Miksic. Jakarta: EFEO.
Marihandono, Djoko. “Daendels dalam Naskah dan Cerita Rakyat: Cerita yang Berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawaâ€. Makalah disajikan dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 2―5 Oktober 2003.
Nur Arovah, Eva. 2019. “Islam di Cirebonâ€, dalm Islam di Karesidenan Cirebon. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.
Nurhata. 2012. “Babad Darmayu: Catatan Perlawanan Masyarakat Indramayu terhadap Kolonialisme pada Awal Abad ke-19.†Manuskripta. No. 1, Vol. 2, 2012 (139-162).
Prawiradiredja, Mohammed Sugianto. 2005. Cirebon-Falsafah, Tradisi, dan Adat Budaya. Jakarta: Perum Percetakan Negara RI PNRI.
Ruhalia. 2003. Babad Darmayu: Suntingan Teks dan Analisis Isi. Jakarta: PNRI.
Tjahjono, Budi. tt. “Obyek Wisata Situs Peninggalan Sejarah sebagai Karya Arsitektur: Kasus Telaah Taman Gua Sunyaragi.â€
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
van der Chijs, J. A.1896. Nederlansch-Indisch Plakaatboek 1602-1811. Vijftiende Deel (1808-1809). Batavia/'s Hage: Landsdrukkerij/M. Nijhoff.
Zaedin, Muhamad Mukhtar. 2019. Sejarah Rante: Martabat Tembung Wali. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Zaedin, Muhamad Mukhtar dan Sutarahardja, Ki Tarka. 2019. Babad Dermayu. Perpustakaan Nasional RI.
Sumber Naskah
Naskah Babad Darmayu, koleksi Dalang Ahmadi.
Naskah Sedjarah Wiralodra Darmayu, koleksi Rafan Hasyim
Naskah Carang Satus, koleksi Keraton Kasepuhan.
Naskah Pepakam Jaksa Pepitu, koleksi Keraton Kacirebonan.
Naskah Tarekat Qadiriyah Wanaqsabandiyah (TQN), koleksi Ki Masta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work