Membangkitkan Jiwa Nasionalisme Generasi Millenial Dengan Mengurai Benang Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i2.7234Abstract
Abstract: Dewasa ini tingkat kepercayaan generasi millenial terhadap pemerintah semakin menurun. Hal tersebut mungkin terjadi karena belum adanya figur pemimpin dan tokoh bangsa saat ini yang dapat meneladani beberapa tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti halnya Soekarno yang saat itu masih aktif sebagai Presiden pertama Republik Indonesia terkendala masalah ekonomi hingga akhirnya membuatnya untuk melelang salah satu peci kepunyaanya, seperti halnya Mohammad Hatta yang pantang tergoda dengan uang dan kekuasaan karena selalu memikirkan citranya sebagai seorang pemimpin dan tokoh publik, seperti halnya Mohammad Natsir yang terkenal sebagai pemimpin dan tokoh bangsa yang sedari awal selalu memilih untuk hidup sederhana karena berupaya untuk dapat memberikan suri tauladan yang baik bagi rakyatnya.
References
Adrai, Kadjat. Suka Duka Fatmawati Sukarno: Seperti Dicerikatan Kepada Kadjat Adrai. Jakarta: Yayasan Bung Karno, 2008.
Affan, M. Husin, and Hafidh Maksum. “Membangun Kembali Sikap Nasionalisme Bangsa Indonesia Dalam Menangkal Budaya Asing Di Era Globalisasi.†Jurnal Pesona Dasar 3, no. 4 (2016): 65–72.
Ambarwati, Amiroh, and Susilo Teguh Raharjo. “Prinsip Kepemimpinan Character of A Leader Pada Era Generasi Milenial.†PHILANTHROPY: Journal of Psychology 2, no. 2 (2018): 114.
Asmaroini, Ambiro Puji. “Menjaga Eksistensi Pancasila Dan Penerapannya Bagi Masyarakat Di Era Globalisasi.†Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 1, no. 2 (2017): 1–14.
Firmansyah, Adhe. Hatta : Si Bung Yang Jujur & Sederhana. Edited by Rose Kusumaningratri. Cet. 1. Jogjakarta: Garasi House of Book, 2010.
Giddens, Anthony. The Consequences of Modernity - Anthony Giddens - Google Kitaplar, 2016. http://voidnetwork.gr/wp-content/uploads/2016/10/The-Consequences-of-Modernity-by-Anthony-Giddens.pdf%0Ahttps://books.google.com/books?hl=tr&lr=&id=SVmkJEwWGwAC&oi=fnd&pg=PT45&dq=modernity+consequences+giddens&ots=5jp0oDSRFL&sig=nE59fOsYM2RKETZDHXjPZwjYk1.
KPK. Laporan Tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi Tahun2018. 17 Mei 2019, 2018. https://www.kpk.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/934-laporan-tahunan-kpk-2018.
———. Laporan Tahunan KPK 2019. Kpk, 2019.
Lalo, Kalfaris. “Menciptakan Generasi Milenial Berkarakter Dengan Pendidikan Karakter Guna Menyongsong Era Globalisasi.†Ilmu Kepolisian 12, no. 2 (2018): 68–75.
Larasati, Dinda. “Globalisasi Budaya Dan Identitas : Pengaruh Dan Eksistensi Hallyu ( KoreanWave ) versus Westernisasi Di Indonesia.†Jurnal Hubungan Internasional 11, no. 1 (2018): 109–120. https://e-journal.unair.ac.id/JHI/article/view/8749.
Prasetiyo, Wibowo Heru. “DARURAT LITERASI MEDIA DALAM DIGITAL CITIZENSHIP : SATU GAGASAN MENUJU WARGA NEGARA MELEK INFORMASI.†8. Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI), 2016.
Qomariyah, Astuti Nur. “Perilaku Penggunaan Internet Dikalangan Remaja Diperkotaan†(2009).
Rahman, Abd. “PENDIDIKAN SEJARAH DAN KARAKTER BANGSA BELAJAR KETELADANAN HIDUP DARI KETOKOHAN NATSIR DAN BUYA HAMKA†15, no. 3 (2013): 337–347.
Suharni, Suharni. “Westernisasi Sebagai Problema Pendidikan Era Modern.†Jurnal AL-IJTIMAIYYAH: Media Kajian Pengembangan Masyarakat Islam 1, no. 1 (2019): 73–88.
Suwirta, Andi. “Memahami Dan Menghargai Perjuangan R . Soediro Wirjo Soehardjo Dalam Historiografi Indoensia.†In Sejarah Dan Pendidikan Sejarah: Perspektif Malaysia Dan Indonesia, 97–105. UNPAD, 2006.
Suwirta, Andi, and Iyep Candra Hermawan. “Masalah Karakter Bangsa Dan Figur Kepemimpinan Di Indonesia : Perspektif Sejarah.†Atikan 2, no. 1 (2012): 133–154.
Suyitno, Imam. “Pengembangan Pendidikan Karakter Dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal,†no. 1 (2012): 1–13.
Transparency International. Peta Corruption Perception Index 2019, 2020. https://riset.ti.or.id/wp-content/uploads/2020/01/map-CPI-2019.pdf.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work