Memahami Bentuk Gerakan Perlawanan Rakyat dalam Perang Kedongdong (1802-1818 M)
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i2.7322Abstract
Abstrak
Penjajahan Belanda yang terjadi selama bertahun-tahun di atas tanah Cirebon mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam dan manusia yang berimbas pada penderitaan yang berkepanjangan. Tentu menyisakan penderitaan yang berkepanjangan bagi rakyat. Melihat hal ini, para ulama Cirebon kemudian memassifkan gerakan sosial yang dibangunnya sebagai bentuk reaksi rasional rakyat untuk merebut kemerdekaan dan memperjuangkan hak-haknya atas dominasi dan penjajahan bangsa lain di atas tanah airnya sendiri. Selain tentu saja, hal ini juga dilakukan karena masyarakat sudah terlebih dahulu menyadari bahwa mereka tidak dilengkapi persenjataan yang lengkap dan canggih. Para ulama dalam hal ini memainkan peran sebagai tokoh sentral yang mampu menggerakkan kekuatan rakyat dan melakukan berbagai perlawanan terutama untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat di bidang keagamaan, politik, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Meski melibatkan elemen massa yang beragam mulai dari petani, pejabat keraton, dan para dalang wayang kulit, dengan bekal jihad yang terus didengungkan mendapatkan aksi balasan yang kemudian membuatnya dipenjara, diasingkan bahkan sampai dibunuh. Sementara pesantren-pesantren yang dibangun oleh para ulama ini juga mendapatkan bombardir dari pihak kolonial tersebut.
References
DAFTAR PUSTAKA
Ahlan, Fajar. Perlawanan Ki Bagus Rangin terhadap Kolonial Belanda serta Dampaknya Bagi Masyarakat Cirebon Tahun 1802-1818. Cirebon: Jurusan Sejarah Peradaban Islam. IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 2020
Amin, Zamzami. Baban Kana. Bandung: Pustaka Aura Semesta. 2014.
Burhanudin, Jajat. Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. Jakarta: Kencana. 2017.
Bustomi, Oni. Dakwah dan Perjuangan Ulama Cirebon. Cirebon: Tanpa Penerbit.
Deviani, Firlianna Tiya. Perjanjian 7 Januari 1681 dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Politik Ekonomi di Kerajaan Cirebon (1681-1755). Cirebon: Jurusan Sejarah Peradaban Islam. IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 2016.
Ekajati, Edi S. Sejarah Perlawanan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Daerah Jawa Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. 1990.
Hadi, Munib Rowandi Amsal. Kisah-kisah dari Buntet Pesantren. Cirebon: Kalam. 2012
Hardjasaputra, A. Sobana dkk. Cirebon dalam Lima Zaman (Abad ke-15 hingga Pertengahan Abad ke-20). Bandung: Penerbit Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat. 2011.
McAdam, Doug dan David A. Snow. Social Movements: Readings on Their Emergence, Mobilization and Dynamics. United States: Roxbury Pub. 1997.
------- etc. Comparative Perspectives on Social Movements: Political Opportunities, Mobilizing Structures and Cultural Framings. United States of America: Cambridge University Press. 1996.
Qonita, Ulya. Peran KH. Muhammad Jauhar Arifin (1895-1941) dalam Mengembangkan Pondok Pesantren al-Jauhariyah di Desa Balerante Palimanan Cirebon. 2015.
Raffles, Thomas Stanford. The History of Java. Terjemah. Eko Prasetyaningrum, dkk. Jakarta: Narasi. 2016.
Syafa’ah, Aah. Perjuangan Kyai Muqoyyim (1689-1785) dalam Pendirian Pesantren di Cirebon Timur. Lembaga Penelitian IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 2013.
Rahayu, Islamiyati. Strategi-strategi Perlawanan Rakyat Cirebon dalam Perang Kedongdong Tahun 1802-1818. Cirebon: Jurusan Sejarah Peradaban Islam. IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 2016.
Situmorang, Abdul Wahid. Gerakan Sosial: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013.
Sukmana, Oman. Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Malang: Intrans Publishing. 2016.
Sumber internet:
KH. Ahmad Rifai Melawan Kolonial dengan Menjauh.koransulindo.com
Tayub di Keraton Kasepuhan Cirebon..Etd. Repository.ugm.ac.id
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work