Islam dan Paradoks (Budaya) Carok di Madura: Tinjauan Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v9i2.8410Abstract
Carok merupakan salah satu dari dua kearifan budaya yang dilestarikan di Madura. Kearifan budaya yang kedua yaitu kerapan sapi. Pandangan yang pertama tersebut cenderung urakan, nirmakna dalam konteks kebudayaan. Penelitian ini berusaha secara maksimal memberikan pemahaman secara teoretis filsafati keliru tentang tradisi carok sebagai tradisi orang Madura dengan memperoleh tempat terhormat dan istimewa. Penelitian ini merupakan studi pustaka menggunakan skripsi “Tradisi Carok Pada Masyarakat Madura Menurut Perspektif Teori Relativisme Moral†yang ditulis oleh Liberatus Pogolamum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek penelitian ini yang berasumsi bahwa carok merupakan tradisi dan budaya mengalami gagal interpretasi. Berdasar pada kegagalan interpretasi ini sehingga mengakibatkan wacana stereotip negatif dikonsumsi publik. Temuan pertama, kegagalan tersebut diawali dengan pendeksipsiannya dalam memaknai carok yaitu sebagai budaya. Kedua, dalam memaknai carok objek penelitian ini tidak mempertimbangkan aspek epistemologis. Ketiga, mengabaikan konteks nilai masyarakat Madura yang dikenal sebagai kaum sarungan.
References
Adib, M. (2011). Etnografi Madura. Surabaya: Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.
Anhar, R. (2012). Untung Suropati. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bahrum. (2013). Ontologi, Epistemologi Dan Aksiologi. Jurnal Sulesana, 8 (2) Retrieved May 4, 2021, from http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/1276.
Bisri, M. (2004). Cerita-Cerita Pengantin. Yogyakarta: Galang Press.
Bustami, A. (2014). Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Antropologi Indonesia, 0(67). Retrieved May 4, 2021, from http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/view/3430
F, R., Wulandari, L., & Santosa, H. (2017). Ekspresi Lanskap-Agrikultur dan Pola Permukiman Masyarakat Peladang di Madura Timur. RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies), 14(2), pp.11-23. doi:http://dx.doi.org/10.21776/ub.ruas.2016.014.02.2
Harsono, A. (2010). Agama Saya Adalah Jurnalisme. Yogyakarta: Kanisius.
Ismail, I., & Wardi, M. (2019). Peran Kiai dalam Rekonsiliasi Sosial Pasca Carok Massal di Bujur Tengah Pamekasan Madura. Ibda` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 17(1), 128-152. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/ibda.v17i1.2678
Kattsoff, L. O. (1996). Pengantar Filsafat. Diterj. oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Kirom, S. (2016). Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan. Jurnal Filsafat, 21(2), 99-117. /*doi:http://dx.doi.org/10.22146/jf.3111*/ doi:https://doi.org/10.22146/jf.3111
Ma’arif, S. (2015). The History of Madura: Sejarah Panjang Madura dari Kerajaan, Kolonialisme sampai Kemerdekaan. Yogyakarta: Araska.
Pogolamum, L. (2013). Tradisi Carok Pada Masyarakat Madura Menurut Perspektif Teori Relativisme Moral. Skripsi Fakultas Filsafat UGM.
Rifai, MA. (2007). Manusia Madura. Yogyakarta: Pilar Media.
Rokhyanto & Marsuki. (2015). Sikap Masyarakat Madura Terhadap Tradisi Carok. Jurnal el Harakah 17(1) Retrieved May 4, 2021, from http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/3086.
Rozaki, A. (2004). Menabur Kharisma Menuai Kuasa. Yogyakarta: Pustaka Marwa.
Salam, A. (2018). Seni Tutur Madihin: Ekspresi Bahasa dan Sastra Banjar. Yogyakarta: Deepublish.
Syafaah, A. (2017). Menelusuri Jejak dan Kiprah Kiai Kholil Al-Bangkalani. Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 5(1), 22-39. http://dx.doi.org/10.24235/tamaddun.v5i1.1964.g1248
Widyawati, S. (2013). Filsafat Ilmu sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pendidikan. Jurnal Gelar 11 (1) Retrieved May 4, 2021, from https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/gelar/article/view/1441.
Wiyata, LA. (2006). Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Yogyakarta: LKiS.
Zuchdi, D & Wiwiek A. (2019). Analisis Konten, Etnografi, & Grounded Theory, dan Hermeneutika dalam Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work