Fase Dalam Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau: Dari Reformis ke Modernis
DOI:
https://doi.org/10.24235/tamaddun.v9i2.9039Keywords:
Minangkabau, Islam, HistoryAbstract
Abstrak
Artikel ini membahas tentang gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau. Gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau terjadi dalam tiga fase yakni fase pertama pada abad ke-18 yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tua,  fase kedua pada abad ke-19 yang digerakkan oleh tiga Haji berfaham Wahabi dan fase ketiga awal abad ke-20 oleh pemuka-pemuka agama berfaham modernis yang melakukan berbagai upaya pembaharuan atau modernisasi ke dalam institusi Pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan metode sejarah mulai dari proses Heuristik (pengumpulan Sumber), Kritik terhadap sumber-sumber tertulis baik primer maupun sekunder, interpretasi dan penulisan. Artikel ini menyimpulkan bahwa (1), fase pertama gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tuo dilakukan dengan cara-cara yang persuasif dengan tujuan mengubah perilaku jahiliah Minangkabau, (2) Fase gerakan pembaharuan yang kedua terjadi lewat sejumlah tindakan kekerasan, bersifat memaksa dan berujung konflik antara kaum adat dan kaum Padri, dimana tujuan utamanya memurnikan ajaran Islam (3) fase ketiga bertujuan untuk mengubah berbagai perilaku bid’ah yang masih dipraktekkan dan pembaharuan ditempuh dengan melakukan modernisasi dalam sistem Pendidikan Islam. Tiga fase ini berperan penting dalam proses masuknya Islam sebagai identitas khas Minangkabau yang sangat identik dengan Islam dan masih dipertahankan hingga saat ini.
Kata Kunci; Minangkabau, Gerakan Pembaharuan Islam, Identitas
References
Daftar Referensi
Abdullah, Taufik. (1966). “Adat and Islam: An Examination of Conflict in Minangkabau†Indonesia, No. 2 (Oct., 1966), pp. 1-24, diunduh dari http://www.jstor.org/stable/3350753.
Abdullah, Taufik. (1971). Schools and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatera (1927-1933). (1971) Cornell University: Modern Indonesia Project.
Asroruddin, H.M. dan M. Amin.†Gerakan Paderi dan Munculnya Modernisasi Pemikiran Islam di Indonesiaâ€. eL-Huda, Vol.11 No.2/2020
Azra, Azyumardi. (1988). “The Rise and the Decline of the Minangkabau Surau A traditional Islamic Education Institution in West Sumatera during the Dutch Colonial Governmentâ€, (Thesis), Columbia University.
Dobbin, Christine. “Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of the Nineteenth Century†Modern Asian Studies, vol. 8, No. 3 (1974), pp. 319-345. Diunduh dari www.jstor.org/stable/311737.
Dobbin, Christine. (2008). Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Paderi Minangkabau 1784-1847. Jakarta: Komunitas Bambu, 2008.
Djamaris, Edwar. (1991). Tambo Minangkabau Suntingan Teks Disertai analisis Struktur, Jakarta:Balai Pustaka
Graves, Elizabeth E. (2007). Asal-Usul Elite Minangkabau Modern Respon Terhadap Kolonial Belanda. Jakarta: YOI.
Hamka. (1967). Ayahku: Riwayat Hidup DR. Abd. Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera Barat. Jakarta: Djambatan.
------- ( 1974). Kenang-Kenangan Hidup Jilid I. Jakarta: Bulan Bintang.
Hadler, Jeffrey. (2010). Sengketa Tiada Putus Matriakat, Reformisme Islam, dan Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute.
Hadler, Jeffrey, “A historiography of violence and the secular state in Indonesia: Tuanku Imam Bondjol and the Uses of History†The Journal of Asian Studies, vol. 67, No. 3 (Aug., 2008), pp. 971-1010 (www.jstor.org/stable/20203431.
Hatta, M. (2002). Memoir, Jakarta: Yayasan Hatta.
Maarif, Ahmad Syafii. (2006). Titik-titik Kisar di Perjalananku Otobiografi Ahmad Syafii Maarif. Yogyakarta: Ombak.
Moosdijk, Door W.J. van de, Memorie van Overgave van het Bestuur der Onderafdeeling Alahan Panjang, Afdeeling Solok, 8 September 1932, Reel no. 22, MvO serie 1e, ANRI.
Nasroen, M. Dasar Falsafah Adat Minangkabau, Jakarta: Penerbit Pasaman.
Noer, Deliar. (1982). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Reid, Anthony. (1992). Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I Tanah di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992.
Sanday, Peggy Reeves. (2002). Woman at the Center Life in a Modern Matriarchy, Cornell University Press.
Sanusi, Ihsan. “Sejarah Konflik Kebangkitan Islam di Minangkabau: Sebuah Tinjauan Awal Terhadap Proses Kemunculannyaâ€. Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. VIII, No.15 Januari-Juni 2018.
Khazanah: Jurnal Sejarah dan
Kebudayaan Islam
ISSN: 2339-207X (print) ISSN: 2614-3798 (online) DOI: https://doi.org/10.15548/khazanah.v0i0.13
Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work