Analisis Penggunaan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Ibu Pada Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.24235/awlady.v9i1.12544Keywords:
Bahasa Ibu, Pemerolehan Bahasa, Perkembangan BahasaAbstract
Indonesia memiliki budaya dan suku yang beragam sehingga memiliki bahasa daerah yang beragam pula. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan pola pemikiran masyarakat kita, penggunaan bahasa daerah sudah mulai ditinggalkan. Setidaknya dari ada 726 bahasa daerah mulai terancam punah dari total 746 bahasa daerah. Pelu diketahui bahwa bahasa daerah sendiri merupaka identitas bagi penggunanya. Selain itu, penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dianggap memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa anak dan dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap negerinya terutama daerahnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan bahasa ibu pada anak usia dini dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu pada anak usia dini. Adapun metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus dan teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling karena sampel yang akan diteliti dipilih berdasarkan kriteria tertentu yaitu keluarga pada satu wilayah yang memiliki anak usia dini 0-8 tahun. Hasil pengolahan dan analisis data ditemukan bahwa sebanyak 85% responden tidak menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Adapun yang menjadi faktor penggunaan bahasa daerah mulai ditinggalkan diantaranya; orang tua dengan pernikahan yang berbeda suku, keluarga atau tempat dimana anak tinggal yang tidak lagi menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar karena bahasa daerah dianggap kurang dibutuhkan oleh anak pada masa sekarang.
References
Abidin, Y. (2011). Peran Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (Kajian Deskriptif pada Sekolah Dasar di Jawa Barat). mimbar-pendidikan-dasar, 289.
Anam, K. (2019). Peran Bahasa Ibu Terhadap Kecerdasan Bahasa Target Anak Usia 4-5 Tahun Di Paud Darussalamah Baruh Sampang. PELANGI: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 1(1), 1-19.
Budhiono, R. H. (2009). Bahasa ibu (bahasa daerah) di Palangkaraya: Pergeseran dan pemertahanannya. AdabiyyÄt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 195-210.
https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/21/17464191/data-kemendikbud-2011-2019-11-bahasa-daerah-di-indonesia-punah?page=all diakses pada tanggal 18 Agustus 2022
Ibrahim, G. A. (2011). Bahasa terancam punah: Fakta, sebab-musabab, gejala, dan strategi perawatannya. Linguistik Indonesia, 29(1), 35-52.
May S (2000) Uncommon Languages: The challenges and possibilities of minority language rights. Journal of Multilingual and Multicultural Development 21: 366–385.
Puspitasari, T., & Devi, A. (2019, October). Pengaruh bahasa ibu terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 1, pp. 465-470).
Rosilawati, R., & Sutrisna, D. (2021, October). Bahasa Ibu Dalam Analisis Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi Pada Komunikasi Di Kampung Andir Palabuan Kabupaten Majalengka. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 3, pp. 397-411).
Setyawan, A. (2011). Bahasa daerah dalam perspektif kebudayaan dan sosiolinguistik: Peran dan pengaruhnya dalam pergeseran dan pemertahanan bahasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.