LITERASI AWAL AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK READING ALOUD
DOI:
https://doi.org/10.24235/awlady.v5i1.3981Keywords:
Literasi awal al-Qur’an, Anak Usia Dini, teknik Reading aloudAbstract
berkembang luas di Indonesia untuk para pebelajar pemula, termasuk anak usia dini. Berdasarkan studi penulis, ditemukan setidaknya enam belas metode dan sembilan teknik pemelajaran al-Qur’an. Metode-metode tersebut adalah: Baghdadiyah klasik, Baghdadi ala Malaysia, Barqi, Tilawati, Qira’ati, Iqra, Iqra Terpadu, Iqra Klasikal, Lamma, Nahdhiyah, Wafa, Muyassar, Yanbu’a, Ummi, Rubaiyat, dan Ijmali. Tekniknya antara lain: Al-Bana, Al-Bayan, Sintetik, Bunyi, Meniru, Campuran, Libat, Talqin, dan Specch&Read Aloud (SRA). Setiap metode dan teknik tersebut memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Studi ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dan efisiensi teknik Reading aloud digunakan sebagai pengenalan literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di RA Al-Ishlah Bobos Cirebon. Kesimpulan penelitian: (1) Teknik Reading aloud sangat efektif digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini, terutama dalam pengucapan huruf hijaiyyah, lafadz, ayat, dan surah al-Qur’an (2) Teknik Reading aloud sangat efisien digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an ukarena efisien, mudah, murah, simpel, dan fleksibel digunakan oleh guru, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
References
Alucyana. (2017). Pemelajaran Al-Qur’an Untuk Anak Usia Dini dengan Metode Muyassar. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Amalia, Ainna FN dan Cicik Ainurrohmah. (2017). Implementasi Metode Tilawati dalam Menghafal Bacaan Sholat di TPQ Miftahul Hidayah Gondang Nganjuk. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Dainuri. (2017). Problematika Pemelajaran Al-Qur’an dengan Metode Tilawati. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Natsir, Ahmad. (2017). Modernisasi Metode Pemelajaran Al-Qur’an Anak Usia Dini: Studi Kasus di TPQ al-Nahdhiyyah Nganjuk. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Pangastuti, Ratna. (2017). Pemelajaran Al-Qur’an Anak Usia Dini Melalui Metode Wafa. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Ratnawati, Siti Rohmaturrosyidah dan Imroatus Solihah. (2017). Pemelajaran Al-Qur’an Metode Wafa: Sebuah Inovasi Metode Pemelajaran Al-Qur’an dengan Optimalisasi Otak Kiri dan Otak Kanan. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Rubaiyat Indonesia. 4 Jam Bisa Baca Al-Qur’an dengan Metode Rubaiyat. Dalam https://www. metoderubaiyat official.com. Diakses 24 Februari 2019.
Setiawan, Eko. (2017). The Influence of Qur’an Learning Methods and Learning Concentration Toward in Early Reading and Writing the Qur’an Abilities. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Surasman. (2008). Metode Al-Bayan. Jakarta: Erlangga.
Tanfidiyah, Nur. (2017). Metode Yanbu’a dalam Meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’an pada Anak Usia Dini. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Tim Al-Bana. (2010). Metode Al-Bana Belajar Al-Qur’an Secara Mandiri: Mudah Belajarnya, Cepat Bisanya. Jakarta: Bana Publishing.
Tim Asy-Syamil. (2018). Begini Cara Mengajarkan Metode Talqin Al-Qur’an pada Anak. Dalam https://asy-syamil.com. Diakses 24 Februari 2019.
Ummah, Siti Sumihatul dan Abdul Wafi. (2017). Metode-metode Praktis dan Efektif dalam Mengajar Al-Qur’an Bagi Anak Usia Dini. Yogyakarta: 2nd ACIECE Proceedings.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.