Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental dan Self Management pada Pemuda Karang Taruna

Authors

  • Rizqa Sabrina Badjarad UIN Datokarama Palu
  • Feby Nugraha UIN Datokarama Palu
  • Nurul Aeni UIN Datokarama Palu
  • Muthia Viska Angraini UIN Datokarama Palu
  • Nurul Istiqomah UIN Datokarama Palu

DOI:

https://doi.org/10.70095/dimasejati.202682.24901

Keywords:

Psikoedukasi, Kesehatan Mental, Self Management, Organisasi Pemuda Karang

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam perkembangan pemuda perdesaan, namun sering kali terhambat oleh minimnya literasi psikologis, stigma sosial, serta keterbatasan kemampuan pengelolaan stres. Kegiatan intervensi komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental dan keterampilan self-management pada pemuda Karang Taruna Makakata Desa Boyantongo, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode intervensi yang digunakan adalah psikoedukasi berbasis pembelajaran partisipatif dan diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest design melalui kuesioner terstruktur. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan rerata (mean) skor pengetahuan secara signifikan sebesar 5,4 poin, yaitu dari 26,7 pada saat pretest menjadi 32,1 pada saat posttest. Hasil PKM menunjukkan bahwa psikoedukasi mampu meningkatkan pengetahuan literasi kesehatan mental dan kemampuan self management pemuda karang taruna. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para pemuda untuk lebih terbuka, saling menghargai, serta peka dalam mengenali tanda-tanda stres sejak dini di lingkungan organisasi maupun masyarakat.

References

Ali, M., Zakiah, E., Akbar, Z., Nugroho, P. A., Khofifah, K. N., & Khoiruningrum, L. (2024). Literasi kesehatan mental, strategi coping terhadap perilaku mencari bantuan pada remaja. PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 36(1), 24–39. https://doi.org/10.21009/parameter.361.02

Aulia, P., Daulay, Z. Z., Octavia, C., & Basri, M. (2023). Peran Karang Taruna Demi Mewujudkan Pembangunan Desa Punden Rejo Yang Maju. Journal of Human and Education, 3(2), 477–485.

Badjarad, R. S. (2024). Psikoedukasi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada siswa SMK. Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 5(01), 01–06. https://doi.org/10.24239/nosipakabelo.v5i01.3025

Corey, G. (2013). Teori dan praktik konseling. Refika Aditama.

Deckert, A., Runge-Ranzinger, S., Banaschewski, T., Horstick, O., Elwishahy, A., Olarte-Peña, M., Faber, C., Müller, T., Brugnara, L., Thom, J., Mauz, E., & Peitz, D. (2024). Mental health indicators for children and adolescents in OECD countries: a scoping review. Frontiers in Public Health, 11. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1303133

Desenda, T. R., & Setyawati, S. P. (2025). Penerapan self-management dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan disiplin diri siswa . Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran).

Devita, Y., Nita, Y., Puswati, D., & Saputra, R. (2026). Edukasi kesehatan jiwa remaja melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis sekolah . Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 377–383.

Grenon, S., Hoang, K. N., Luo, S., & Koch, A. (2025). Adolescent mental health in rural settings: the role of artificial intelligence and community engagement. Frontiers in Public Health, 13. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1643466

Hamka, Khatimah, K., Sunariyo, Putriana, D., & Sudarman. (2025). Social support, self-efficacy and spirituality in reducing academic stress of students in Indonesia. Health Education, 125(4), 535–549. https://doi.org/10.1108/HE-09-2024-0107

He, X.-Y., Tan, W.-Y., Guo, L.-L., Ji, Y.-Y., Jia, F.-J., & Wang, S.-B. (2024). Mental health literacy among urban and rural residents of Guangdong Province, China. Risk Management and Healthcare Policy, Volume 17, 2305–2318. https://doi.org/10.2147/RMHP.S479868

Kamalah, A. D., Novianasari, & Nafiah, H. (2023). Gejala mental emosional dan upaya dalam meningkatkan kesehatan jiwa remaja. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(2), 68–72.

Kholiq, R. S. P., & Pujianto, W. E. (2023). Analisis interaksi dan komunikasi Karang Taruna dalam inovasi pembentukan karakter pada era digital di Desa Kedung Boto. JORAPI: Journal of Research and Publication Innovation, 1(4), 1491–1501.

Lin, J., & Guo, W. (2024). The Research on Risk Factors for Adolescents’ Mental Health. Behavioral Sciences, 14(4), 263. https://doi.org/10.3390/bs14040263

Lo, A. M., Yuniarni, D., & Armyanti, I. (2026). Eksplorasi Tingkat Stres dan Strategi Coping Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir yang Mengalami Stagnasi dalam Penyusunan Skripsi: Studi Kualitatif di FK Universitas Tanjungpura. Cermin Dunia Kedokteran, 53(06), 364–380. https://doi.org/10.55175/cdk.v53i06.1752

Metra, L. A., & Setyadiredja, A. N. (2025). Pembentukan karakter TERTATA (Trengginas, Tanggap dan Tanggon) pada pemuda Karang Taruna Cimahi . ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial Dan Humaniora, 5(1), 41–50.

Mukhtar, A., Akbar, A., Masradin, M., & Shafwah, R. (2024). Meningkatkan kesehatan mental remaja dengan pendekatan indentifikasi faktor risiko Dan manajemen diri. Jurnal Pengabdian Sosial, 1(9), 1156–1162. https://doi.org/10.59837/mx6rkg80

Mulyawan, W. (2023). Fungsi karang taruna dalam memberdayakan pemuda desa Parangina Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara, 2(2), 154–164. https://doi.org/10.58374/jmmn.v2i2.170

Opsiviantoto, M. B., & Noviekayati, I. (2026). Kesejahteraan psikologis pada siswa: Tinjauan literatur terhadap faktor penyebab. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan 3(2), 1743–1748. https://doi.org/10.62379/jipk.v3i2.2264

Paulus, F. W., Ohmann, S., Möhler, E., Plener, P., & Popow, C. (2021). Emotional dysregulation in children and adolescents with psychiatric disorders. A narrative review. Frontiers in Psychiatry, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2021.628252

Rahmadani, I. A. (2026). Efektivitas teknik self-management dalam mengurangi ketergantungan media sosial pada remaja: Tinjauan literatur sistematis. Journal of Applied Guidance and Counseling Studies , 1(1), 28–36.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.

Sulistio, S., & Firmansyah, A. (2023). Psikoedukasi pengembangan kualitas hidup lansia berbasis masyarakat di Desa Kedungsari, Singorojo, Kendal. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 5(2), 351–368. https://doi.org/10.24952/taghyir.v5i2.6893

Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan Remaja Awal, Menengah Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8(3), 1917–1928.

Tinambunan, A. P. (2026). Pentingnya manajemen diri (self-management) selama menjadi mahasiswa . KAIZEN Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5, 1–11.

Tripertiwi, A. M. (2025). Konsep dasar kesehatan mental (pengertian, prinsip-prinsip, fungsi mental hygiene). Educazione Jurnal Multidisiplin, 1(2), 92-101.

Wardani, W. S., Arizona, A., & Nurlela, N. (2026). Pengaruh bimbingan kelompok problem focused coping untuk mencegah bullying di kalanga siswa SMK. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(3), 2454–2464. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12999

Downloads

Published

2026-09-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental dan Self Management pada Pemuda Karang Taruna. (2026). Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 331-339. https://doi.org/10.70095/dimasejati.202682.24901

Similar Articles

61-68 of 68

You may also start an advanced similarity search for this article.