MENGENAL LEBIH DEKAT METODE TAFSIR MAUDLU’I
DOI:
https://doi.org/10.24235/diyaafkar.v4i01.799Abstract
Memasuki era Modern, era di mana segalanya ingin segera dipenuhi dalam waktu singkat, harapan masyarakat untuk dapat memahami pesan-pesan al-Qur’an yang lebih cepat dan utuh tentang suatu tema tertentu pun tak terelakkan lagi. Konsekuensinya, dibutuhkan sebuah metode penafsiran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tersebut, yang menginginkan pembahasan tentang suatu tema tertentu merujuk kepada ayat-ayat al-Qur’an. Jawaban atas keinginan tersebut kemudian terwujud dengan lahirnya sebuah metode penafsiran yang relatif baru di antara mainstream metode penafsiran yang ada. Metode tersebut kemudian populer dengan istilah “Metode Tafsir Maudlu’i†atau metode tafsir tematik. Operasionalisasinya mufasir terlebih dahulu menentukan tema kemudian mengumpulkan ayat-ayat yang terkait dengan tema yang dibahas sehingga bisa diketahui pandangan dunia al-Qur’an tentang hal tersebut. Urgensi metode maudhu’i adalah diharapkan menjadi solusi Qur’ani bagi problem masyarakat kontemporer. Dengan demikian, mufasir berusaha kuat untuk tidak fanatik atau condong dengan hasrat dan ideologi yang dipunyainya dan membiarkan al-Qur’an lewat ayat-ayatnya untuk berbicara apa yang diinginkannya terkait tema yang telah ditentukan mufasir itu.
Â
Kata Kunci: kebutuhan masyarakat, berbagai metode tafsir, pandangan dunia al-Qur’an dan solusi Qur’ani.Â
References
DAFTAR PUSTAKA
Abd al-Hayy al-FarmawÄ«, Al-BidÄyah fÄ« al-TafsÄ«r al-Mawdlū‘ī, Kairo: Al-HadlÄrah al-‘Arabiyyah, 1977.
Manna’ al-Qattan, MabÄhits fÄ« ‘UlÅ«m al-Qur’Än, tt. : tpn, tth.
Muhammad IbrÄhÄ«m SyarÄ«f, IttijÄhÄt al-TajdÄ«d FÄ« TafsÄ«r al-Qu’Än al-KarÄ«m FÄ« al-Mishr, Kairo: Dar al-Turats, 1987.
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1995, cet. X
Muhammad Baqir al-Shadr, Al-TafsÄ«r al-Maudhū‘ī wa al-TafsÄ«r al-Tajzī’ī fÄ« al-Qur’Än al-KarÄ«m, Beirut: DÄr al-Ta‘ruf li al-Mathbū‘ah, 1980.
Muhammad Husain al-Dzahabī, Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn, Kairo: Maktabah Wahbah, 1995, Juz 1.
Muhammad Husein al-Thabathaba’ī, Mengungkap Rahasia al-Qur'an, terj. A. Malik Madani dan Hamim Ilyas, Bandung: Mizan, 1989.
Mursi Ibrahim al-Bayumi, Dirasat fi al-Tafsir al-Mawdlū’ī Kairo: Dar al-Taufiqiyah li al-Thaba’ah, 1970.
Rif’at Syauqi Nawawi, Rasionalitas Tafsir Muhammad Abduh; Kajian Masalah Akidah dan Ibadat, (Jakarta: Paramadina, 2002)
Al-Zarkasyi, al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, tahqiq Muhammad Abu Fadlal Ibrahim (Kairo: Dar al-Turats, t.th.)
Ziyad Khalil Muhammad al-Daghawain, Manhajiyyah al-Bahts fÄ« al-TafsÄ«r al-Maudhū‘ī, (Amman: DÄr al-Basyar, 1995)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work