Anime Doraemon Sebagai Sumber Pembelajaran PKn
DOI:
https://doi.org/10.24235/edueksos.v9i2.6882Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya sumber pembelajaran pada Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah.Mata pelajaran PKn masih dianggap sebagai mata pelajaran yang monoton dan hanya mengedepankan pengetahuan kognitif, materi yang jauh dari kehidupan sehari-hari siswa, dan sumber pembelajaran yang terbatas.Oleh karena itu, guru PKn dituntut untuk mampu menjawab tantangan masa kini dengan memanfaatkan media digital sebagai sumber dalam pembelajaran PKn. Media pembelajaran yang bisa digunakan sebagai sumber pembelajaran adalah anime Jepang. Anime merupakan animasi atau tayangan kartun yang identik dengan Negara Jepang. Dalam anime Jepang biasanya terdapat nilai-nilai karakter yang dapat dianalisis maupun dipelajari oleh para peserta didik sehingga tidak menimbulkan kesan monoton dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal, pertama, anime Jepang sudah dikenal oleh peserta didik sejak usia dini sehingga memudahkan peserta didik dalam mengenal karakter dalam anime. Kedua, terdapat berbagai nilai karakter dalam anime Jepang. Terdapat kekhasan nilai karakter seperti kerja keras, disiplin, rajin, rendah hati dan sebagainya yang selalu terdapat dalam anime Jepang. Nilai-nilai karakter dalam anime Jepang relevan dengan pembelajaran PKn sehingga dapat menjadi alternatif sumber pembelajaran bagi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Â
Kata Kunci: Anime; Sumber Belajar; Pendidikan Kewarganegaraan
Â
ABSTRACT
This research aims to enrich learning resources in Citizenship Education (PKn) in schools. PKn subjects are still considered monotonous subjects and only promote cognitive knowledge, materials away from students' daily lives, and limited learning resources. Therefore, PKn teachers are required to be able to answer today's challenges by utilizing digital media as a resource in learning PKn. Learning media that can be used as a learning source is Japanese anime. Anime is an animation or cartoon show that is identical to the State of Japan. In Japanese anime there are usually character values that can be analyzed or studied by the learners so as not to cause a monotonous impression in the learning process. The results showed several things, first, Japanese anime has been known by learners from an early age, making it easier for learners to get to know the characters in the anime. Second, there are various character values in Japanese anime. There are unique character values such as hard work, discipline, diligent, humble and so on that are always present in Japanese anime. Character values in Japanese anime are relevant to PKn learning so that it can be an alternative learning resource for Civic Education subjects.
Â
Keywords: Anime; Learning Resources; Citizenship EducationReferences
Affandi, Idrus. (2015). Memperkokoh Jati Diri Bangsa: Belajar dari Kinerja dan Kultur Bangsa Jepang. Bandung: Mutiara Press
Condry, Ian. (2011). Touching Japanese Popular Culture: From Flows to Contact for Ethnographic Analysis. Publisher: Routledge. Tersedia: http://www.tandfonline.com/loi/cjst20
Erwin, Muhammad. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Refika Aditama
Feriansyah .(2015). Warganegara Digital sebagai Instrumen Warga Negara Global. JPIS Vol. 24 No. 1 Edisi Juni 2015
Hanif, Muhammad. (2011). Studi Media Dan Budaya Populer Dalam Perspektif Modernisme Dan Postmodernisme. KOMUNIKA ISSN: 1978-1261. Vol.5 No.2 Juli - Desember 2011 pp.235-251
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT. Refika Aditama.
Kuswarno, Engkus. (2009). Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian. Bandung: Widya Rahmat, dkk. (2013). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Bandung: Lab PKn
Majid, A. (2008). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mark W. MacWilliams. (2008). Japanese Visual Culture. New York: M.E. Sharpe.
Rohani. (2015). Urgensi Pembinaan Tanggung Jawab Warga Negara Melalui Community Civics SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 2, No. 2, Desember 2015
Setiadi, E.M. (2007). Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Venus, Antar & Helmi, Lucky. (2010). Budaya Populer Jepang di Indonesia: Catatan Studi Fenomenologis Tentang Konsep Diri Anggota Cosplay Party Bandung. Jurnal ASPIKOM volume 1, nomor 1, Juli 2010: 1-24
Wing-Fai. Leung. (2014). Idols and celebrity in Japanese media culture, by Patrick W. Galbraith and Jason G. Karlin. Publisher: Routledge. Tersedia: http://www.tandfonline.com/loi/rcel20
Zuriah, Nurul. (2014). “Analisis Teoritik tentang Etnopedagogi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di Perguruan Tinggiâ€. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.7 (2) November, pp.175-188. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNHAS Makassar, and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
By submitting the manuscript, the author(s) agree to the following terms:
- The copyright of published articles will be assigned to Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi as the publisher of the journal under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. The intended copyright includes the right to publish articles in various forms (including reprints). Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi maintains the publishing rights to the published articles.
- Authors are permitted to disseminate the published articles by sharing the link/DOI of the article at Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi. authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi with an acknowledgment of initial publication to this journal.