Menurunnya Penutur Bahasa Indonesia Sebagai Lingua Franca
DOI:
https://doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.124Abstract
Penggunaan bahasa asing secara tidak proporsional, menurun dan berkurangnya penutur bahasa Indonesia, serta semakin ditinggalkannya bahasa daerah, termasuk ada usaha pengambilan aset budaya kita oleh beberapa negara tetangga menjadi fakta bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis jati diri sebagai suatu bangsa. Hal ini bisa jadi karena ketidaktahuan kita terhadap kedudukan dan fungsi bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kualitas hidup yang rendah. Sebenarnya bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting, seperti yang tercantum pada ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional; kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. Disadari atau tidak, generasi muda dan  masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia tersebut. Mereka lupa bahwa bahasa Indonesia sebenarnya memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, identitas nasional, alat perhubungan atarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Sudah sangat jelas bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa  perantara pergaulan (lingua franca) dari zaman dahulu kala.
Â
Kata Kunci : Â Penutur, bahasa Indonesia, Lingua Franca
References
Alwi, Hasan, Soejono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademika Pressindo.
Badudu, J.S. 1975. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Cetakan IX. Bandung: Pustaka Prima.
Depdiknas. 2006. “Acuan Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia.†Yogyakarta : Seminar Nasional Dosen Bahasa Indonesia.
Halim, Amran. (Editor). 1976. Politik Bahasa Nasional 2. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende-Flores : Nusa Indah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
LETTER OF ORIGINALITY AND COPYRIGHT TRANSFER AGREEMENT
As an author of Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon and Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, I, who sign below:
Declare that:
- My paper is authentic; my own writing and it has not been published/proposed on any other journals and publication.
- My paper is not plagiarism but my original idea/research.
- My paper is not written by other help, except with Board of Editors and Reviewers recommendation who have been chosen by this journal.
- In my paper, there are no other writings or opinions except referred in bibliography and relevant with the rule of writing in this journal.
- I do the transfer of copyright of this paper to Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI.
- I make this assignment surely. If there are distortion and untruth in this assignment, later, I will take responsibility as the current law.