RELEVANSI KONSEP ADAB IMAM AL-GHAZALI DAN KONSEP WARA’ SYEKH AZ-ZARNUJI DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24235/oasis.v7i1.11109Keywords:
Adab, Wara’, Imam al-Ghazali, Syekh Az-Zarnuji, Pendidikan KarakterAbstract
The Ministry of Education and Culture makes policies regarding the education of character building. This character building education policy was asserted in the implementation of the 2013 curriculum at various levels of education from elementary school to university. Imam Al-Ghazali and Sheikh Az-Zarnuji are among the figures of Islamic education thinkers who give a lot of attention to the ethics and spiritual dimensions of Islamic education. Thoughts related to the ethics of the two figures are contained in his monumental works, namely the Book of Ta'lim Muta'allim (Syekh Az-Zarnuji) and the Book of Bidayatul Hidayah (Imam Al-Ghazali). For the both of the figures, the main thing in the educational process is educating the heart as the central of education. This study aims to analyze the relevance of Imam Al-Ghazali's concept of adab and Sheikh Az-Zarnuji's wara' concept with character education in Indonesia. The methodology used in this research is qualitative research with library research and a content analysis approach. The results show that there is a relevance between Imam Al-Ghazali's concept of adab and Sheikh Az-Zarnuji's wara concept with 18 values of character education in Indonesia, namely, honesty, tolerance, discipline, democracy, respect, friendly/communicative, peace-loving, environmental awareness, social awareness, responsibility.
Keywords: Adab, Wara’, Character Education
Â
Abstrak
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan mengenai pendidikan pembangunan karakter. Kebijakan pendidikan karakter ini dicanangkan dalam penerapan kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Imam Al-Ghazali dan Syekh Az-Zarnuji adalah sosok pemikir pendidikan Islam yang banyak memberikan perhatian utama pada etika dan dimensi spiritual dalam pendidikan Islam. Pemikiran terkait etika kedua tokoh tersebut tertuang dalam karya monumentalnya yaitu Kitab Ta’lim Muta’allim (Syekh Az-Zarnuji) dan Kitab Bidayatul Hidayah (Imam Al-Ghazali). Bagi kedua tokoh tersebut, hal yang utama dalam proses pendidikan adalah mengolah hati sebagai sentral pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep adab Imam Al-Ghazali dan konsep wara’ Syekh Az-Zarnuji dengan pendidikan karakter di Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat relevansi antara relevansi konsep adab Imam Al-Ghazali dan konsep wara’ Syekh Az-Zarnuji dengan 18 nilai pendidikan karakter di Indonesia, khususnya pada nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, demokratis, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggungjawab.
Kata Kunci : Adab, Wara’, Pendidikan Karakter
References
Abdillah al-Bukhari, Abu. (2012). Shahih Al-Bukhari, Beirut : Dar At-Tahsil,
A, Doni Koesoema. (2007). Pendidikan Karakter: Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
Akh. Muwafik Saleh. (2012). Membangun Karakter dengan Hati Nurani: Pendidikan Karakter untuk Generasi Bangsa. Jakarta: Erlangga.
Asy’ari, Hasyim. (1994). Adab al-Alim wa al-Muta’allim, Jombang: Turats al-Islami.
Bin Isa Bin Surah At-Tirmidzi, Muhammad. (2008). Sunan at-Tirmidzi, Riyadh:Maktabah al-Ma’aarif.
Departemen Agama RI. (2012). Al-Qur’an dan Terjemahan, Bandung: Diponegoro.
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
al-Ghazali, Imam.(1998). Ihya ‘Ulum al-Din, terj. Ismail Yakub, (Mengembangkan Ilmu-ilmu Agama), Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd.
al-Ghazali, Imam. (2005). Ihya Ulumuddin, Bairut, Libanon.
Hamid al-Ghazali, Abu. (2012). Tuntunan Mencapai Hidayah Ilahi, terj. M. Fadlil Sa`d anNadwi, Surabaya: al-Hidayah.
Hamid Al-Ghazali, Abu. (2015). Bidayatul Hidayah, terj. Ahmad Fahmi bin Zamzam Al-Banjari, Banjarbaru: Toko Buku Darul Yasin.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Desain Induk Pendidikan Karakter, Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional).
M. Ali, Aisyah. (2018). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi, Jakarta : Kencana.
M. Nuh. 2010. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Desain Induk Pendidikan Karakter 2010-2025 Kementrian Pendidikan Nasional.Jakarta
Muhadjir, Noeng. (1996). Metode Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rakesarasin.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta
Sahri. (2017). Konstruk Pemikiran Tasawuf: Akar Filosofis Upaya Hamba Merah Derajat Sedekat-Dekatnya Dengan Tuhan, Pontianak: IAIN Pontianak Press.
Sukiyat. (2020). Strategi Implementasi Pendidikan Karakater, Surabaya: Jakad Media Publishing.
Surayitno, Adi, dkk. (2020). Pendidikan karakter di Era Milenial, Yogyakarta: Deepublish, 2020.
Az-Zarnuji. (2012). Pedoman Belajar Pelajar dan Santri Ta’limul Muta’allim, Surabaya: Nurul Huda, 2012.
Az-Zarnuji. (2007). Ta’limul Muta’allim, Kudus: Menara Kudus.
Zuhairini. (1992). Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors whose manuscripts are published agree to the following provisions:
1. Publication rights for all journal manuscript materials published/published on the OASIS E-Journal site Jurnal Ilmiah Kajian Islam is held by the editorial board with the knowledge of the author (moral rights remain with the author of the manuscript).
2. Formal legal provisions for access to digital articles in this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license, which means that the OASIS Journal Jurnal Ilmiah Kajian Islam has the right to store, transfer media/format, manage in the form of a database, maintain, and publish articles without asking permission from the Author as long as the Author's name is listed as the Copyright owner.
3. Manuscripts published/published in print and electronically are open access for educational, research, and library purposes. Apart from these purposes, the editorial board is not responsible for violations of copyright law.