Peran Pendidikan Agama Dan Pendidikan Multikultural Terhadap Terwujudnya Kerukunan Antar Umat Beragama (Studi Kasus: Di SMAK Penabur Cirebon Tahun Ajaran 2018-2019)
DOI:
https://doi.org/10.24235/oasis.v4i2.3892Keywords:
Pendidikan, Multikultural, Budaya, Sekolah KristenAbstract
Problems that often occur in the world of education in the Cirebon region as if there is no end. Such as: fights, brawls, discrimination, fanatics, still often found in the Cirebon area. Besides that, many parties say that religious education and multicultural education have not been well embedded in the hearts of students, so students do bad deeds. Based on the above background, the author conducted a study with the aim of revealing how the role of religious education and multicultural education towards the realization of inter-religious harmony in Cirebon Penitur Senior High School, with the aim of research: Cirebon. (2) To research or describe the types of activities of Religious Education and Multicultural Education in the Christian Highschool (SMAK) Penabur Cirebon. (3) To find a model for the implementation of religious education and multicultural education in the SMAK Penabur Cirebon in realizing inter-religious harmony. The author in this research uses Qualitative research methods. The type of qualitative research I use is Case Study. Data collection is done by observation, documentation, interviews. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Research informant. The conclusion of this study is that the role of religious education and multicultural education is very important for the realization of inter-religious harmony. In implementing religious education and multicultural education at Penabur Senior High School, it went well. Especially in daily activities in the Cirebon SMAK Penabur environment. SMAK Penabur highly upholds the values of religious education and multicultural education.
Masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan di wilayah Cirebon seakan-akan tidak ada habisnya. Seperti: perkelahian, tawuran, diskriminasi, fanatik, masih sering ditemukan di wilayah Cirebon. Disamping itu, banyak pihak yang mengatakan pendidikan Agama dan pendidikan multikultural belum tertanam dengan baik di hati para siswa, sehingga siswa melakukan perbuatan yang tidak baik. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural terhadap terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Sekolah Menengah Atas Kristen Christian (disingkat SMAK) Penabur Cirebon, dengan tujuan penelitian: (1)Untuk mengetahui proses pelaksanaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (2) Untuk meneliti atau mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (3) Untuk mencari model implementasi pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama.Penulis dalam riset ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Jenis penelitian Kualitatif yang penulis gunakan adalah Studi Kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dpkumentasi, wawancara.Teknik analisis data meliputi meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Informan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural penting sekali bagi terwujudnya kerukunan antar umat beragama. Dalam pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan multikultural di SMAK Penabur, berjalan dengan baik.Terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan SMAK Penabur Cirebon.SMAK Penabur sangat menjunjung nilai-nilai pendidikan agama dan pendidikan multikultural.
References
Abdullah, A. (1998). Problem Epistemologis-Metodologis Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Aly, A. (2011). Pendidikan Islam Multikultural Di Pesantren. Pustaka Pelajar.
An-Nahidl, N. A. (2010). Pendidikan Agama Di Indonesia. Jakarta: Puslitbang.
Arikunto, S. (2002). Prosedur suatu penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Cismalingsih. (2018). Keberagaman di Tanah Cirebon, (Cirebon) Mubarok. (2015). Kompendium Regulasi Kerukunan Umat Beragama. Jakarta: Pusat Kerukunan Umat Beragama.
Dawam, A. (2003). Emoh Sekolah: Menolak Komersialisasi Pendidikan dan Kanibalisme Intelektual, Menuju Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Inspela Ahimasakarya Press.
Ghony, M. D., & Al-Manshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ruzz Media.
Haba, J., Rumpak, N., Mozau, Y., Tondo, S., & Waney, P. A. J. (2011). Pendidikan Agama Kristen. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Hakim, S. Al, & Untari, S. (2018). Pendidikan Multikultural. Malang: Madani Media.
Jamaludin, A. N. (2015). Agama dan konflik sosia. Bandung: Pustaka Setia.
Jamarah, S. B. (1994). Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.
Ma’arif, S. (2018). Pendidikan Pluralisme di Indonesia.
Mahfud, C. (2014). Pendidikan Multikultura; Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Naim, N., & Syauqi, A. (2008). Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Soerjono, S. (1985). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawai Press.
Sukmadinata, N. S. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme, Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grafindo Persada.
Yaqin, A. (2005). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pilar Media.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors whose manuscripts are published agree to the following provisions:
1. Publication rights for all journal manuscript materials published/published on the OASIS E-Journal site Jurnal Ilmiah Kajian Islam is held by the editorial board with the knowledge of the author (moral rights remain with the author of the manuscript).
2. Formal legal provisions for access to digital articles in this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license, which means that the OASIS Journal Jurnal Ilmiah Kajian Islam has the right to store, transfer media/format, manage in the form of a database, maintain, and publish articles without asking permission from the Author as long as the Author's name is listed as the Copyright owner.
3. Manuscripts published/published in print and electronically are open access for educational, research, and library purposes. Apart from these purposes, the editorial board is not responsible for violations of copyright law.